Hehehe... Dep Agama itu make duit orang lain unt nyebarin agama Islam sambil 
korupsi gede2an, apa itu yg lu banggain?




>________________________________
> From: Musik hari Ini <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Monday, July 2, 2012 9:22 AM
>Subject: Re: [proletar] Aroma Korupsi Kitab Suci
> 
>
>  
>Bagus itu daripada missionaries goblok kayak elu
>cuma bisa bagi2 Indomie yang bikin perut kembung
>
>kapan kita obrol2in agama anutan elu utuk perbandingan?
>seperti istilah nya arra doeloe mana yang lebih Petromax/mengkilat
>agama elu atau agama gua...........?
>
>________________________________
>From: item abu <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Sunday, July 1, 2012 9:24 PM
>Subject: Re: [proletar] Aroma Korupsi Kitab Suci
>
>
>  
>Bagi2 Quran unt nyebarin agama Islam ga dpt pahala dr auloh?
>
>Yg dipake unt biaya bagi2 Quran dan nyebarin agama Islam (plus korupsi) itu 
>adalah duit rakyat, padahal rakyat itu ga semuanya Islam dan ga semua mau 
>duitnya dipake unt nyebarin agama. Artinya, tanpa ada korupsi jg sebetulnya 
>itu udah merupakan korupsi.
>
>>________________________________
>> From: Musik hari Ini <[email protected]>
>>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>>Sent: Monday, July 2, 2012 6:34 AM
>>Subject: Re: [proletar] Aroma Korupsi Kitab Suci
>> 
>>
>>  
>>Aaaah kalau masalah uang milyaran 
>>
>>tiap2 orang sama isi otak nya ...........dapat pahala apaan?
>>Missionaris keresten yang satu ini 
>>
>>tidak bisa membedakan mana yang halal mana yang haram.
>>
>>________________________________
>>From: item abu <[email protected]>
>>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>>Sent: Sunday, July 1, 2012 7:09 AM
>>Subject: Re: [proletar] Aroma Korupsi Kitab Suci
>>
>>
>>  
>>Biarpun korupsi, tp krn ngebagi2kan kitab auloh, maka akan dpt pahala jihad 
>>dr auloh.
>>
>>>________________________________
>>> From: Sunny <[email protected]>
>>>To: [email protected] 
>>>Sent: Monday, July 2, 2012 5:36 AM
>>>Subject: [proletar] Aroma Korupsi Kitab Suci
>>> 
>>>
>>>  
>>>Ref: Aroma korupsi kitab suci pasti wangi baunya dan lezat rasanya bagi 
>>>koruptor.
>>>
>>>http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/14793-aroma-korupsi-kitab-suci
>>>Aroma Korupsi Kitab Suci 
>>>Friday, 29 June 2012 12:53 
>>>
>>>Al Quran (Foto qadin.net)
>>>Dugaan korupsi pengadaan Al-Quran diselidiki KPK. Mantan Dirjen Bimas Islam, 
>>>Nasaruddin Umar, tersodok. Tak ada jejak temuan dalam audit BPK dan itjen. 
>>>Anggaran melesat sejak APBN-P 2011. Pemenang lelang 2011-2012 berbeda 
>>>perusahaan, tapi "bersaudara". --- 
>>>
>>>Bermula dari seminar pemberantasan korupsi di Universitas Al-Azhar Jakarta, 
>>>Rabu 20 Juni, pekan lalu. Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi 
>>>(KPK), K.M.S. Rony, tak tahan "membocorkan" potret korupsi yang kian miris. 
>>>"Ada korupsi pengadaan Al-Quran. Menyedihkan," katanya. Rony tak menyebut 
>>>nilai kerugian, waktu, dan pemain yang terlibat, demi strategi penyelidikan. 
>>>Sinyal nama menyusul muncul dari pernyataan Ketua KPK, Abraham Samad, saat 
>>>dikonfirmasi wartawan di sela-sela rapat dengan Komisi III DPR, selang 
>>>beberapa saat. 
>>>"Itu waktu wamen (wakil menteri) masih menjadi Dirjen Pendidikan Agama 
>>>Islam," kata Samad kepada wartawan di Senayan. "Kami punya bukti kuat," 
>>>Samad optimistis. KPK sudah melakukan ekspose. Samad berkeyakinan, tak lama 
>>>lagi kasus ini naik ke tahap penyidikan. Wamen Agama saat ini adalah 
>>>Nasaruddin Umar. Tapi ia bukan mantan Dirjen Pendidikan Islam, melainkan 
>>>Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Juni 2006-April 2011.
>>>
>>>Awal pekan ini, GATRA memperoleh informasi, KPK mengirim surat pemanggilan 
>>>pemeriksaan staf Ditjen Pendidikan Islam. Berkembanglah spekulasi, 
>>>jangan-jangan kasus ini bukan pada Ditjen Bimas Islam yang pernah dipimpin 
>>>Nasar. Apalagi, anggaran Ditjen Pendidikan Islam jauh lebih besar: Rp 28-an 
>>>trilyun. Sedangkan Bimas Islam hanya Rp 300-an milyar.
>>>
>>>Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., kemudian memastikan, kasus itu di Ditjen 
>>>Bimas Islam pada anggaran 2011-2012, dengan nilai Rp 35 milyar. Sebelumnya 
>>>beredar kabar lain: tahun anggaran 2010-2011. "Biar tidak simpang siur, 
>>>proyek pengadaan anggaran ini tahun 2011-2012," kata Johan kepada GATRA, 
>>>Selasa lalu.
>>>
>>>Kasus ini, menurut Johan, baru pekan lalu dimulai penyelidikannya. 
>>>Pemanggilan terperiksa dimulai pekan ini. Benarkah Nasaruddin Umar terlibat? 
>>>"Belum ada kesimpulan seperti itu," katanya. "Belum ada nama yang 
>>>disebutkan. Bahkan belum ada kesimpulan adanya tindak pidana korupsi."
>>>
>>>GATRA beberapa kali menghubungi Abraham Samad untuk mengklarifikasi maksud 
>>>penyebutan wamen: sekadar penjelasan waktu atau keterlibatan sang tokoh. 
>>>Samad tak merespons.
>>>
>>>Publikasi kasus ini membuat geger Kementerian Agama (Kemenag) dan lingkaran 
>>>Nasaruddin Umar. Rabu itu, saat kabar ini meledak, para pejabat puncak 
>>>Kemenag sedang berkumpul di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, untuk mengikuti 
>>>rapat kerja nasional (rakernas). Mulai menteri, wamen, sampai pejabat eselon 
>>>II.
>>>
>>>Nasar mengaku terpukul. Apalagi, dalam rakernas itu beredar kliping 
>>>pemberitaan berbagai media siber seputar berita ini dengan beragam judul 
>>>yang menyodok namanya. "Ayah saya di Bone shock, langsung sakit, dan 
>>>dilarikan ke rumah sakit," kata profesor ilmu tafsir Al-Quran UIN Jakarta 
>>>itu.
>>>
>>>Pada hari kedua rapat di Ancol, Nasar mengumpulkan seluruh stafnya yang 
>>>pernah terlibat pengadaan Al-Quran, sejak 2009 sampai 2011. "Semua berkas 
>>>kami bawa dari kantor ke kamar hotel di Ancol," katanya.
>>>
>>>Saat itu, Nasar belum tahu, pengadaan tahun berapa yang dibidik KPK. 
>>>Jadinya, ia memeriksa seluruh berkas. "Audit BPK dan inspektorat tidak 
>>>pernah menyatakan ada masalah," ujarnya. Ia pun fokus pada kasus yang pernah 
>>>disurati Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag: pengadaan Al-Quran pada APBN 
>>>2011. Saat itu, ada penggunaan (optimalisasi) sisa anggaran (efisiensi) 
>>>untuk menambah volume cetakan Al-Quran.
>>>
>>>Pada pengadaan dengan APBN 2009, 2010, dan APBN-P 2011 juga ada sisa 
>>>anggaran, mulai Rp 23 juta sampai Rp 2 milyar (lihat tabel). Tapi sisanya 
>>>tidak dicairkan dari kas negara. Hanya pada APBN 2011, sebagian sisanya, 
>>>sejumlah 9,99% dari nilai kontrak, sekitar Rp 459 juta, digunakan lagi untuk 
>>>menambah cetakan mushaf, dari semula 67.600 eksemplar menjadi 85.110 
>>>eksemplar. Menurut Perpres 54/2010, kata Nasar, penggunaan sisa anggaran, 
>>>sepanjang di bawah 10%, dibolehkan.
>>>
>>>Itulah sebabnya, dalam audit BPK tahun 2010 dan 2011, kasus pengadaan 
>>>Al-Quran tidak masuk dalam temuan masalah. Status audit keuangan Kemenag 
>>>oleh BPK tahun 2010 adalah wajar dengan pengecualian (WDP). Yang 
>>>dikecualikan itu bukan soal pengadaan kitab suci, melainkan tentang kas 
>>>Badan Layanan Umum. Sedangkan pada audit BPK tahun 2011, status keuangan 
>>>Kemenag meningkat: dinyatakan wajar tanpa pengecualian (WTP).
>>>
>>>Bahtiar Arief, Kepala Biro Humas BPK, tidak bisa memberikan tanggapan atas 
>>>dugaaan korupsi pengadaan Al-Quran itu. "Kami sedang teliti, kumpulkan data 
>>>dan informasi," katanya lewat pesan singkat kepada GATRA. Seorang auditor 
>>>yang menolak disebut namanya bersikukuh bahwa tidak ada masalah dalam 
>>>pemeriksaan BPK atas keuangan Kemenag. "Dalam pengadaan Al-Quran juga nggak 
>>>ada masalah," ia menambahkan.
>>>
>>>Anggaran pengadaan kitab suci sejak 2009 naik setiap tahun. Baru pada APBN-P 
>>>2011, kenaikannya tajam, dari Rp 5,6 milyar menjadi Rp 22,8 milyar. Lalu 
>>>pada APBN 2012 melonjak lagi menjadi Rp 55 milyar. Peneliti ICW, Ade Irawan, 
>>>menyebutkan bahwa dalam korupsi pengadaan Al-Quran ini ada dua kemungkinan. 
>>>Pertama, korupsi politik. Kedua, pengadaan diada-adakan atau 
>>>dibutuh-butuhkan karena ada yang mau menggarap.
>>>
>>>Sumber GATRA menyebutkan, pemenang lelang pengadaan 2011 yang nilainya sudah 
>>>melonjak jauh itu merupakan titipan anggota DPR asal daerah pemilihan 
>>>(dapil) Bekasi, tempat pemenang lelang. Mitra Kemenag di DPR adalah Komisi 
>>>VIII dan salah satu anggota komisi ini yang asal dapil Bekasi-Depok adalah 
>>>Zulkarnaen Djabbar, anggota Fraksi Golkar yang juga Wakil Ketua MKGR.
>>>
>>>GATRA berkali-kali menghubungi nomor Zulkarnaen dan mengirim SMS, tapi tak 
>>>ada jawaban. Dua hari terakhir, GATRA bolak-balik ke Komisi VIII, tapi tetap 
>>>sepi. Beberapa nama pimpinan dan anggota Komisi VIII yang biasa terbuka, 
>>>seperti Said Abdullah (PDIP), Chairun Nisa (Golkar), dan Gondo Radityo 
>>>(Demokrat), tidak merespons.
>>>
>>>Hanya Erwin Moeslimin Singajuru, anggota baru Komisi VIII asal PDIP, yang 
>>>mau menanggapi. "Komisi VIII segera melayangkan surat untuk rapat dengan 
>>>Menteri Agama. Nanti kami tanyakan dugaan korupsi pengadaan Al-Quran," 
>>>tuturnya kepada Ade Faizal Alami dari GATRA. 
>>>Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Kemenag 
>>>Tahun Anggaran 2010 dan 
>>>2011, masalah yang terkait dengan pengadaan Al-Quran hanya ditemukan pada 
>>>LHP tahun 2010. Bukan soal pengadaan, melainkan denda keterlambatan. Bukan 
>>>kegiatan tahun 2010, melainkan tahun 2008. Denda total Rp 1,17 milyar itu 
>>>untuk pengadaan dan pengiriman sejumlah barang: Al-Quran, Juz Amma dan 
>>>terjemahannya, serta tafsir Al-Quran di Ditjen Bimas Islam.
>>>
>>>Ada tiga perusahaan yang diminta membayar denda. Dua perusahan membayar 
>>>penuh pada Oktober 2009. Nah, yang terlihat ganjil, ada satu perusahaan, PT 
>>>Pura Barutama, yang semestinya membayar denda Rp 874,5 juta, tapi baru 
>>>menyetor Rp 50 juta. Itu pun dibayarkan paling akhir dibandingkan dengan dua 
>>>perusahan lainnya: Februari 2010. Ke mana sisa denda senilai Rp 820-an juta? 
>>>Pemeriksa BPK akan memeriksa lagi berkasnya.
>>>
>>>Asrori S. Karni, Cavin R. Manuputty, dan Anthony Djafar
>>>
>>>(Laporan Khusus Majalah GATRA edisi 18/44, terbit Kamis, 28 Juni 2012)
>>>
>>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>>
>>>
>>> 
>>>
>>>
>>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>> 
>>
>>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke