http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/07/02/ArticleHtmls/Konvoi-Kostrad-Disergap-di-Jayapura-02072012005011.shtml?Mode=0


Konvoi Kostrad Disergap di Jayapura 
JAYAPURA 


Iring-iringan mobil yang dikendarai Komandan Yonif 431 Kostrad Letkol Infanteri 
Indarto diserang gerombolan bersenjata di Wembi kemarin pagi. Penyergapan yang 
diduga dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini mengakibatkan Kepala Desa 
Saweotami, Yohannes Yanafrom, 30 tahun, tewas tertembak di kepala dan perut. 
“Korban tertembak saat bersepeda motor, kurang-lebih 200 meter di belakang 
mobil Danyonif 431,“ kata Pangdam XVII Cendrawasih Mayor Jenderal TNI Erwin 
Syafitri kemarin sore.

Erwin mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIT, ketika 20-30 orang 
yang diduga sebagai anggota OPM berusaha masuk dari Jalan Arso di Wembi, 
sekitar 500 meter ke Saweotami.
Kelompok ini kemudian menembaki iringan tiga kendaraan yang dikendarai delapan 
personel Yonif Linud 431.

Tembakan itu mengenai atap mobil dan kaca samping mobil. Personel di ketiga 
mobil selamat. Namun Yohannes, yang melewati jalan yang sama dari arah 
berlawan, terkena tembakan sehingga tewas di lokasi.

Menurut Erwin, kelompok itu menyerang menggunakan senjata rakitan dan pistol. 
Ia menduga pelaku penembakan adalah OPM, yang merayakan ulang tahunnya pada 1 
Juli kemarin.
“Yang memimpin penembakan adalah John. Itu kelompok dari pimpinan Lambert 
Pekikir,“ ujar Erwin. Saat dilakukan pengejaran, kelompok ini lari ke arah 
perbatasan Papua Nugini.

Juru bicara Dewan Militer OPM, Jonah Weyah, mengatakan tak tahu-menahu ihwal 
insiden di Keerom. Dewan Militer Tentara Pertahanan Nasional OPM, ujar dia, 
tidak melakukan kegiatan apa pun untuk memperingati kemerdekaan Papua.

“Peringatan hanya dilaksanakan di markas masing-masing. Kita berdoa dan 
mengucap syukur, bukan dengan mengibarkan bendera di dalam kota. Kalau ada yang 
mengibarkan, itu di luar kami,“ kata Jonah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, meminta 
Kepolisian RI dan TNI segera mencari dan menangkap pelaku penembakan tersebut. 
“Agar publik mengetahui kelompok siapa yang berbuat dan harus bertanggung 
jawab,“ kata Djoko melalui pesan pendek yang diterima Tempo kemarin siang.

Pasca-penembakan, Keerom menjadi lengang.
Namun, di Jayapura, aktivitas warga berlangsung seperti biasa. “Kami menemukan 
enam bendera Bintang Kejora. Tapi Jayapura aman dan kondusif,“ kata Kepala 
Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Yohanes Nugroho 
Wicaksono.

JERRY OMONA | INDRA WIJAYA | PRIHANDOKO | RAJU FEBRIAN 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke