Fenomena ini sudah sering dan makin jeli kuamati, secara sengaja maupun tidak. Yakni persoalan perbedaan antara laki dan perempuan. Dari hal sederhana kayak beda fisik dan emosi, cara nyetir mobil hingga kelakuan di ATM, hingga ribetnya menyangkut beda paham dari urusan kedua individu beda kelamin ini. Bahkan ketika mereka sudah disatukan hidup bersama lewat sertifikat syah, gak lantas mereduce problem seperti si skeptis menyatakan, "menikah hanyalah legalitas tidur bareng musuh abadi". Pernyataan yg hanya memperpendek uraian ragam perbedaan antara Adam dan Eva, pendek cerita, akupun sampai menelan mentah kata John Grey, "Men from Mars, Women from Venus".
Menelan mentah bisa bermakna literate, bisa saja eksistensi lelaki dan perempuan modern saat ini memang berasal dari planet terpisah atau terdapat intervensi. Bagi penganut evolusionis mengenal para Homo Erectus yg mengarungi rentang waktu panjang, hingga memasuki periode peralihan moyang calon manusia beradab yakni Neanderthal secara fisik namun belum sanggup mengoptimalkan kinerja otaknya. Mendadak pada suatu masa lalu, seolah muncul jenis manusia baru yg dapat memperagakan olah pikir berupa budaya purba dan disebut "sapiens" sekaligus mencirikan kesempurnaan fisik manusia modern. Perubahan relatif mendadak dan signifikan yg seolah membuat dunia lebih cepat berputar ini, setelah melewati era kepunahan (siklus ice age?) namun menghasilkan spesies baru. Mungkin fenomena begini yg ingin diceritakan garis besar film Promoteus (diciptakan untuk dimusnahkan agar tercipta kondisi lebih sempurna, survival of the fittest), sekaligus terdapat kesenjangan yg disebut missing link. Missing link ini termasuk mempertanyakan eksistensi species hewan berjalan tegak yg dapat berfikir, apakah telah terdapat intervensi bahkan akselerasi dari spesies lain? Jika bisa diikuti, maka unsur yg paling mungkin untuk mengisi missing link tsb adalah pada peran perempuan yg berkemampuan pembuahan, melahirkan dan nursery, juga bertugas membentuk peradaban. Makanya dikenal istilah ibu pertiwi, ibu negeri, ibu kota, perempuan adalah pewaris sekaligus penjaga. Sosok dan tugas begini amatlah berat, sekaligus para ibu yg rela "dibuahi" para pejantan mirip bonobo berjalan tegak hingga secara perlahan "memperbaiki" bentuk fisik manusia. Para ibu pulalah yg memoles otak dan cara berfikir para pejantan dgn kasih sayang dan etika prilaku, hingga muncul ilmu pengetahuan hingga kebudayaan. Otomatis para ibu purba ini mestilah cantik, pintar, sabar, dan segala kelengkapan fisik yg terlihat pada Jenifer Lopez maupun tegar mirip San Suu Kyi, pinter dan anggun persis .. dst. Jadi semakin dalam, jika memang disepakati terdapat intervensi berupa campur tangan pihak lain di era missing link berupa sosok "perempuan". Tentu perempuan Neanderthal lainnya tetap ada kayak ilustrasi Sophia Latjuba mendadak diterjunkan di Papua purba dan dipake rame2 untuk tugas beranak sehingga fisik Papua modern jadi mancung, putih, dan fasih berbahasa Jerman. Sophia Latjuba adalah perempuan di era missing link yg mengakselerasi jadi homo sapiens namun tetap memiliki ciri khas dan kepribadian asal yg diturunkan secara selektif terutama kepada keturunan perempuannya. Sehingga kenapa pada dasarnya lelaki dan perempuan modern akan selalu beda paham dan pendapat, kemungkinan telah terjawab secara cucokologi. Adapun ada beberapa lelaki yg sanggup melihat fenomena ini, lalu dapat berfikir lebih advanced karena kebetulan mewarisi gen pintar lebih banyak dari Sophia, segera dapat mencium bahaya dan ancaman di masa depan terutama bagi eksistensi kaumnya. Segera dibuatlah paham berikut aturan formal maupun kebiasaan, bahwa kaum pekerja adalah perempuan sementara si lelaki sibuk sabung ayam, perempuan juga dibatasi haknya lewat hukum pernikahan (polyandri), larangan jadi pemimpin upacara seperti jadi pastor, dst. Demi mengalahkan dominasi penerus Sophia sekaligus menutupi kelemahan para macho erectus lewat bingkai patriarki. Rasanya memang soal rivalitas. http://www.youtube.com/watch?v=xnbVMwd07uI ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
