Orang Idonesia yang sekedar punya duit sedikit seperti Pinpin ini - dan tidak tahu diuntung - pada berebut beli mobil buat bikin jalanan di Bandung atau kota lain di Indonesia tambah macet - sementara Ade Kim Hook memilih naik kereta api..
Dan Kim Hook bisa baca koran atau buku di kereta api tiap pagi... Inilah masaalah orang Indonesia yang rata-rata "rancak dilabuah", demen pamer dan sok keren: mereka bukannya menuntut pemerintah Indonesia untuk memberi prioritas untuk angkutan umum seperti di Belgia atau negeri Eropa utara lainnnya kalau males niru Belanda... --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote: > > Jalan kota Bandung sudah banyak yang macet. Membawa mobil di tengah kerumunan > sekian banyak motor yang bejibun seperti tawon seringkali membuat kepala > puyeng. Menyusuri jalan - jalan tikus adalah salah satu alternatif untuk > menghindari kemacetan di jalan-jalan protokol. > > Mobil berjalan pelan menyusuri jalan tikus di kawasan bandung Timur. Sebuah > mobil merangkak mundur di arah depan, sesaat kemudian menepi memberi jalan . > Dengan susah payah akhirnya mobil itu terlewati. Kembali mobil merayap di > kecepatan 20 KM/Jam menyusuri jalan kecil di gelapnya malam. > > Selang berapa lama sebuah sepeda motor berpapasan, sang pengendara berteriak > : "Buntu pakkk.... buntuuuuu !" Nah lho ! > > Benar saja, di depan terlihat dengan indah nya jalan yang amblas karena > longsor. Tak ada cara lain selain mundur. Mundur menyusuri jalan kecil di > gelapnya malam. > > *** > > Menyusuri jalan protokol yang macet di tengah kerumunan sekian banyak motor > tentu saja lebih baik daripada menyusuri jalan yang sepi, tidak macet, namun > ...ternyata buntu :-0 > > Saat mengetahui ada jalan buntu, secara naluriah , manusia yang masih > memiliki nurani dan peduli, biasanya terdorong memberi tahu orang lain agar > tidak terjebak dengan cara mengingatkan seperti hal nya yang dilakukan > pengendara motor dengan berteriak : "Buntu pakkk.... buntuuuuu !" > > Namun .... > > Ada juga sebagian dari manusia yang enggan memberitahu seperti si pengendara > mobil yang mundur, menepi, namun sama sekali tidak berupaya untuk memberitahu > mengapa dia mundur. Mungkin ia berpikir : "Gua terjebak jalan buntu, gua > kesel karena di depan ternyata jalan nya buntu, biarin dah die lewat ! Biar > ada teman ! Biar nggak gue sendirian yang dapet sial !" > > Islam mengajarkan bahwa kalau kita menemui jalan buntu, kita tidak putus asa, > sabar, kemudian berusaha mencari jalan lain. Bukan terus menerobos jalan yang > jelas-jelas longsor. Tidak diperintahkan untuk "berserah diri" pada kehendak > Allah dengan cara terus menancap gas menghantam dinding atau terjun ke jurang > seraya berteriak "Allahu Akbar ! " tidak juga diperintahkan untuk diam. Tidak > mau mundur dan tidak mau mencari alternatif lain dengan alasan bahwa semua > ini sudah menjadi takdir dari Nya. > > Namun anehnya ... > > Yang menjadi trend saat ini dalam kehidupan real sehari - hari adalah sikap " > Asyiknya - terjerumus - rame - rame !". Udah tahu jalan buntu, eh.. malah > dengan semangat '45 mengajak sekian banyak orang untuk terjun ke jurang > rame-rame. Udah tahu jalan buntu, eh malah pura-pura tidak tahu dengan > membiarkan sekian banyak orang terjebak dalam kebuntuan. > > Ada kalanya dalam hidup ini kita harus kembali ke "jalan protokol", menembus > kemacetan, menikmati kerumunan motor yang bergerombol seperti kawanan tawon, > tetap merayap MAJU menuju tujuan yang telah ditetapkan meskipun kaki pegal > karena harus banyak menginjak kopling. > > Juli 2012 > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
