Science dan Religion...

+++
A>
Tanggal 4 July 2012, di CERN LHC telah diumumkan terjadi penemuan revolusioner 
di bidang Fisika. Partikel fundamental elementer Higgs Boson, partikel yang 
melengkapi standard model elementer partikel lainnya untuk membentuk benda 
bermassa yang menjadi unsur pembentuk alam semesta jagad raya dan kehidupan 
biologis (carbonal) telah ditemukan.

Dengan penemuan revolusioner tersebut, maka kita sebagai umat manusia mendapat 
pengetahuan baru, sehingga satu pengetahuan baru yang secara empiris telah 
terbukti ini layak kita jadikan satu pola 
pemikiran/philosophy/mindset/weltanschauung baru terhadap alam jagad raya.

Ilmu pengetahuan akan semakin revolusioner bergerak cepat dan semakin mendalam 
untuk menyelidiki universe. Sehingga  ini akan sangat menarik bagi 
update-update pengetahuan/grondslag philosophy kita

 B> 
History dunia mempersembahkan, bahwasanya era golden age pengetahuan pernah 
terjadi di Baghdad oleh kaum moslem, namun kemudian pindah ke eropa. Hal ini 
tidak terjadi secara sim salabim, karena era Aufklarung Eropa didahului oleh 
rasionalis-rasionalis, para pengusung paham empiris, dan materialis dalam 
mengkritik dominasi agama christianity.

Eropa pernah berada di era Dark Age, atau era kegelapan, era dimana kekuasaan 
Gereja dan Agama menguasai politik, pemerintahan, dan juga kebenaran (termasuk 
kebenaran ilmu pengetahuan). Namun akibat pemberontakan para kaum rasionalis, 
empiris, dan materialis, maka kekuasaan gereja mundur dari kancah politik, dan 
mereka menempatkan dirinya pada wilayah cultural atau menjaga warisan 
budaya/heritage saja. Fase ini dinamakan fase Aufklarung atau era 'Pencerahan 
Eropa',  era dimana dominasi gereja dan agama digantikan dengan dominasi 
paham-paham empirisme, rasionalisme, intelektualitas dan ilmu pengetahuan yang 
dijunjung paling  tinggi.

Fase Enlightenment Eropa bukannya berjalan mulus tanpa halangan, namun juga 
berdarah-darah. Gereja pernah melakukan banyak kekejaman kepada kaum 
intelektualitas yang menentangnya atau mengkritiknya, artinya terjadinya fase 
Enlightenment Eropa, didahului oleh kritik-kritik tajam oleh kaum rasionalis 
intelektual eropa terlebih dahulu.

Setelah fase Enlightenment, maka Eropa menjadi sekuler, yaitu memisahkan agama, 
politik dan sains atau ilmu pengetahuan.

C> 
Tidak disangka, penemuan revolusioner fundamental di CERN LHC pada tanggal 4 
july 2012, disambut dan diapresiasi oleh gereja orthodox Moscow. Mungkin selain 
banyaknya fisikawan Russia disana, para pemimpin gereja Orthodox Moscow 
mempunyai perspektive lain. Mereka secara tersirat menyatakan, atas dasar 
humanisme, mereka mendukung sepenuhnya kemajuan-kemajuan, penelitian, dan 
penemuan-penemuan yang dilakukan oleh sains. Mereka tidak memasalahkan kitab 
sucinya salah, namun poin yang perlu dicatat bahwasanya mereka menyatakan 
'humanisme yang akan mendorong penemuan-penemuan di bidang sains/ilmu 
pengetahuan'.

Kerendahan hati para pemimpin gereja untuk mundur dari wilayah politik, dan 
saat ini mereka bersedia mundur di wilayah sains,  ini layak mendapat apresiasi 
tertinggi. Dengan demikian saya kira agama akan sangat tepat menjadi domain 
yang mengurusi masalah cultural/heritage, kemanusiaan, dan moral umat manusia 
saja. 

Pembagian posisi ini saya kira sangat ideal untuk kemajuan peradaban masa depan 
umat manusia. 

Dan saya kira bukan suatu kebetulan apabila sains atau ilmu pengetahuan sangat 
berkembang di barat, karena selain gereja dan agama sudah  lama mundur dari 
wilayah politik, tepatnya di era Aufklarung, mereka sebenarnya juga sudah 
mundur dari wilayah ilmu pengetahuan.

D> 
Bagaimana dengan Indonesia? 

indonesia, di tahun 2012, saya melihatnya bahwa selain agama berkolaborasi 
dengan politik dan kekuasaan, hal ini persis dengan apa yang  terjadi di eropa 
di era dark age. Selain itu agama di Indonesia masih memonopoli kebenaran. 
Situasi yang benar-benar mirip gambaran dari dark age eropa.

dan poin krusial dan essensial adalah, perspektive baru bagi agama christian 
adalah, 
'kitab suci kami salah tidak masalah asal kemajuan sains yang menggugurkan 
kitab suci kami berguna bagi kemanusiaan universal', disini artinya Christian 
lebih mementingkan humanisme, dan dari semangat humanisme, mereka mendorong 
kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan secara penuh.

sedangkan saya melihat kaum moslem akan dengan segala cara menyatakan bahwa 
segala ilmu pengetahuan sudah ada di kitab suci agama Islam atau Quran. Mereka 
akan selalu melakukan cocoklogi, atau mencocok-cocokan sains dan kitab suci. 
Sikap ini merupakan sikap defensive yang saya lihat justru sangat tidak 
produktif

Penemuan Higgs Boson, bagi fisikawan bukanlah sebuah akhir, namun sebuah awal 
dari kejutan-kejutan penemuan selanjutnya, dan saya sendiri pernah menulis 
bahwa 'cara atau mekanisme terbentuknya massa' mungkin tidak hanya tersusun 
oleh fundamental elementer partikel Higgs Boson saja, misal suatu saat 
fisikawan di masa mendatang menemukan teori lain yang lebih konsisten dan lebih 
baik daripada Big Bang, apakah kaum Moslem juga akan mencari pembenaran teori 
baru yang ter-validasi oleh ilmu pengetahuan di masa depan (menyatakan bahwa 
teori dan validasi baru ilmu pengetahuan sudah ada di Al-Quran ) ?

sedangkan di sisi lain, christianity secara tersirat sudah menyatakan bahwa 
kitab suci-nya tidak ber-urusan dengan ilmu pengetahuan, bahkan extreme-nya, 
kita suci mereka kontradiksi atau digugurkan oleh ilmu pengetahuan tidak 
menjadi masalah bagi mereka asal pengetahuan itu berguna bagi seluruh umat 
manusia....

Christianity di Eropa sudah semakin fokus di humanisme universal, sedangkan 
Islam di Indonesia masih berkolaborasi dengan kekuasaan, dan bahkan masih 
merasa mendominasi kebenaran Ilmu Pengetahuan...

Saya kira, tindakan para pemimpin Christianity sudah sangat tepat, mereka tidak 
menyatakan dan sudah memisahkan antara sains/ilmu pengetahuan dan kitab suci 
mereka, sedangkan sikap mencocok-cocokan sains/ilmu pengetahuan dan kitab suci, 
saya kira tindakan dan sikap yang sangat konyol....

agama, tanpa kritik-kritik, tidak akan membawa kemajuan bagi umat manusia dan 
humanisme...

agama semestinya mendorong umat manusia untuk maju, bukan umat manusia hidup 
untuk agama...

8/7/12

#ws

sbg catatan:
- Saya teringat oleh suatu artikel koran di Kompas tentang seorang doktoral 
astronomy Indonesia pernah mengatakan Big Bang diciptakan oleh Allah.

- Kandidat doktor Fisika di ITB pernah menyatakan untuk belajar fisika maka 
pikirannya harus di-islam-kan terlebih dahulu







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke