Tp kayaknya percuma unt ngeposting di sini mengenai kegiatan ngibul yg 
dilakukan orang Islam dlm rangka nutup2in kebejadan Islam. Sebabnya adalah 
orang2 Islam itu emang ga punya kemampuan unt make otak ngebahas Quran dan udah 
pada ciut nyalinya kalo mau ngomong ttg Islam di depan gua.




>________________________________
> From: item abu <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Monday, July 9, 2012 4:40 AM
>Subject: [proletar] Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?
> 
>
>  
>Hehehe ... apa kata gua, terjemahan Quran itu kan ga bener, suka diubah2.
>
>> Zulkarnain menyebutkan, 
>terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. »Yang 
>paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu 
>temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain. 
>Coba kita lihat 2:191 ini
>
>191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah 
>mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah [117] 
>itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi 
>mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat 
>itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. 
>Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
>
>Kata orang MMI, terjemahan itu hrs arti tafsiriah. Ini kan omong kosong, krn 
>yg disebut terjemahan itu emang hrs kata demi kata, harfiah. Jadi terjemahan 
>Depag unt 2:191 ini adalah harfiah nurut orang MMI tsb, krn dia ga bilang 
>terjemahan harfiahnya salah.
>
>Artinya, Islam itu emang radikal.
>
>Apakah terjemahan Depag itu betul2 kata per kata? Faktanya banyak terjemahan 
>yg dibikin ngawur dgn sengaja unt nutupin fakta kebejadan Islam. Itu aja msh 
>dikritik oleh orang MMI, yg berarti udah diputer2 dan ditutup2in, ternyata 
>busuknya masih banyak. Apalagi kalo terjemahan yg benar dan akurat
>
>http://id.berita.yahoo.com/terjemahan-3-226-ayat-al-quran-pemerintah-keliru-215407898.html
>
>Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?TEMPO.CO – Jum, 6 Jul 2012
>
>TEMPO.CO , Medan: Ratusan miliar rupiah anggaran pengadaan Al-Quran di 
>Kementerian Agama 
>kini diselisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak hanya indikasi dugaan 
>tindak pidana korupsi dalam proyek kitab umat Islam menuai perhatian dan 
>permasalahan. Terjemahan versi Kementerian Agama terhadap Al-Quran juga menuai 
>protes. 
>
>Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 
>3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. »3.226 ayat 
>Al-Quran versi pemerintah yang diteliti Amir Mujahidin, Ustad Muhamad 
>Thalib, keliru,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada 
>Tempo, Kamis, 5 Juli 2012. 
>
>Zulkarnain menyebutkan, 
>terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. »Yang 
>paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu 
>temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain. 
>
>Terjemahan itu, lanjut Zulkarnain, sangat terkesan Islam itu radikal. 
>”Semestinya 
>terjemahannya arti tafsiriah. Pemerintah menerjemahkannya kata demi 
>kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.
>
>Sejak 2010, MMI telah 
>mengingatkan Kementerian Agama terhadap kekeliruan itu. ”MMI di Sumatera 
>Utara, saya di 2011 bertemu dengan pejabat Kanwil Kementerian Agama, 
>saat itu Syariful Mahya Bandar memberikan terjemahan dari penelitian 10 
>tahun Ustad Muhamad Thalib, tapi mereka menyatakan itu bukan domainnya,” kata 
>Zulkarnain. 
>
>Kepala Bidang Qurais Kantor Wilayah 
>Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulfan Arif enggan memberikan komentar soal 
>itu. Dihubungi Tempo, Zulfan berkilah hal itu sudah lama. 
>
>Mengenai penerimaan Al-Quran, Zulfan tidak tahu. »Tanya kepada Kabid Pondok 
>Pesantren dan Pengembangan Masjid, Jaharudin,” kata dia. 
>
>Jaharudin yang mengaku tengah berada di Batam, tidak hafal dengan jumlah 
>Al-Quran yang diterima oleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. ”Sudah 4 
>hari saya di Batam, saya tidak berani menyebutkannya karena takut salah, bisa 
>gawat,” kata dia. 
>
>Jaharudin melanjutkan, sejak tiga 
>hari lalu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian 
>Agama telah meminta laporan penyaluran Al-Quran. ”Laporannya telah 
>dikirim oleh staf, hari ini, mereka sudah keluar kantor dan tidak ingat 
>jumlahnya,” ujar Jaharudin. 
>
>Kementerian Agama, sebut 
>Jaharudin, kerap memberikan Al-Quran ke Kanwil Kemenag Sumatera Utara. 
>”Berdasarkan permintaan, Al-Quran dibagikan ke masyarakat dan 
>masjid-masjid,” kata Jaharudin.
>
>Tudingan MMI soal 
>terjemahan Al-Quran bukan kali pertama disampaikan. Pada April 2011, 
>Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, mengatakan bom bunuh diri 
>di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada medio April 2011 
>adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Ia menilai pemerintah salah 
>menerjemahkan Al-Quran selama puluhan tahun. Kesalahan terjemahan pada 
>sekitar 3.400 ayat itu diduga memicu tindakan radikalisme.
>
>Kementerian Agama membantah tuduhan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bahwa 
>terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan 3.400 ayat Al-Quran ke dalam bahasa 
>Indonesia. (Baca Pemerintah Bantah Keliru Terjemahkan Al-Quran)
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke