Hasil penelitian Al-Jazera membuktikan bahwa radio-aktif polonium-210 memiliki half life 138 hari, jadi kalo memang Yasser Arafat matinya karena Polonium 210 ini, maka dibajunya sudah tidak ada lagi radio-aktif polonium-nya. Tetapi ternyata tidak demikian, baju dan celana dalam Yasser Arafat yang diserahkan isterinya kerumah sakit di Perancis baru2 ini menunjukkan kadar Polonium yang tinggi sekali yang sangat mematikan, padahal Yasser Arafat matinya sudah 8 tahun yang lalu. Hasil analisis membuktikan bahwa kalo memang Arafat dibunuh dengan racun polonium ini, maka dosisnya dibadan Arafat dulu sekitar sejuta kali lebih tinggi dari dosis yang ditemukan dibajunya sekarang. Hasil ini jelas meragukan, hampir tidak mungkin bisa terjadi bahwa Arafat memakan sejumlah besar polonium dimanakannya tanpa dia sendiri merasa dan matinya pun tidak mendadak.
Oleh karena itu, kalo mau pasti, dianjurkan agar mayatnya digali kembali untuk dilakukan otopsi, padahal dulu waktu dia mati pun para dokter sudah minta izin untuk meng autopsi tetapi ditolak oleh isterinya, ditolak oleh Abu Abbas dan oleh PLO. Rakyat Palestina sebagian besar menolak untuk menggali kembali mayat Arafat untuk di autopsi. Tetapi Mahmud Abbas berkeras untuk digali kembali dan dilakukan autopsi. Andaikata benar Arafat dibunuh dengan racun Polonium yang dimasukkan kedalam makanannya, maka seharusnya para pelakunya adalah orang2 terdekat dengan Yasser Arafat sendiri yaitu orang2 sekelilingnya yang menjadi kepercayaannya. Tapi Mahmud Abbas sudah mengeluarkan tuduhannya, yaitu pelakunya adalah mata2 Israel tanpa bukti2 yang bisa dia tunjukkan. Padahal, Israel tidak mendapatkan keuntungan dari matinya Yasser Arafat bahkan dirugikan sebagai akibatnya sehingga Palestina yang sudah mau berdamai dibawah Yasser Arafat kembali dimentahkan sehingga serangan2 terhadap Israel kembali mengganas sebagai akibat matinya Yasser Arafat. Juga, sudah 5 kali Yasser Arafat lolos dari pembunuhan yang dikirim oleh Hamas dan jiwa Arafat dalam 5 kali percobaan pembunuhan ini telah diselamatkan oleh pasukan Israel. Waktu itu Yasser Arafat sudah merencanakan menanda tangani perjanjian damai dengan Israel, tapi Hamas menolaknya, dan gagal membunuh Arafat untuk menggagalkan penanda tanganan perdamaian ini karena diselamatkan pasukan Israel. Jadi kalopun mau dituduhkan pelaku2nya adalah Israel, tentunya juga harus ikut dituduh Iran dan Hamas untuk kemudian dicarikan bukti2nya. Demikianlah, sebagian besar rakyat Palestina yang menolak penggalian kembali mayat Arafat ternyata adalah para pendukung Hamas. Tetapi bagi Mahmud Abbas, issu2 begini sangat menguntungkan dirinya, karena popularitas Abbas sudah runtuh, pendukung Hamas adalah 85% penduduk Palestina, tapi dengan akal penggalian mayat Arafat akan merupakan usaha Abbas dalam menggugah simpati rakyat Palestina mengenang kembali Arafat kembali sebagai pahlawan yang diakui bangsa Palestina. Disamping itu, Mahmud Abbas berusaha mengalihkan perhatian dunia yang sekarang sudah tidak ada agar kembali jadi perhatian dalam mengatasi kesulitan keuangan yang dihadapinya akibat blokade Israel. Cita2 Abbas ini jelas sulit untuk bisa berhasil, karena seluruh arena di Timur Tengah sekarang sedang sibuk dalam perang sesamanya yang membuat posisi Palestina makin tersudutkan. Jadi kesimpulannya, digali kembali atau tidaknya mayat Yasser Arafat tetap tidak akan membawa perbaikan bagi posisi Mahmud Abbas yang sudah sangat buruk sekarang ini. Sementara niat Abbas untuk mempersatukan PLO dan Hamas juga suatu hal yang tidak mungkin karena Hamas sudah ditetapkan UN sebagai organisasi terorist jihad yang ditumpas diseluruh dunia. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
