Nabi kan jg terima komisi 20% dr hasil ngerampok yg dilakukan ummah Islam yg baik.
>________________________________ > From: Muskitawati <[email protected]> >To: "[email protected]" <[email protected]>; >"[email protected]" <[email protected]>; >"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected] >" <[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] >" <[email protected]>; "[email protected] > " <[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " ><[email protected]>; "[email protected] " <[email protected]> >Sent: Tuesday, July 10, 2012 12:38 PM >Subject: [proletar] Komisi Dalam Islam Dihalalkan Karena Bukan Mencuri >Meskipun Korupsi !!! > > > >Menteri agama yang melakukan korupsi pengadaan AlQuran tidak merasa mencuri >yang artinya "bukan Korupsi", karena berdasarkan pemahaman Islamnya yang >salah, bahwa KORUPSI = MENCURI, padahal beliau sama sekali tidak merasa >mencuri tetapi menerima komisi, juga salah beliau bukan menerima komisi >melainkan melakukan lelangan pencetakan AlQuran untuk diberikan kepada >pemenangnya yang berani memberi komisi yang paling tinggi. Dan yang lebih >mulia dari korupsi yang dilakukan menteri agama ini adalah uang hasil korupsi >ini, atau uang hasil komisi ini disumbangkan kepada umat Islam yang justru >menambah pahala pada sang menteri ini. > >Demikianlah, dalam Islam boleh terima komisi dan komisi disamakan dengan >berdagang dengan mengambil keuntungan secukupnya. Tapi dalam administrasi >negara, pejabat yang melelang komisi dinamakan "Korupsi" bukan disebut >mencuri. Demikianlah, bagi Menteri Agama Suryadarma Alie ini semuanya >hanyalah kesalahan dalam pemahaman saja yang tidak menyalahi AlQuran dan Islam >meskipun menyalahi administrasi negara. Jadi yang salah bukan alQuran atau >Islamnya, tapi administrasi negaranya karena kita harus tunduk kepada hukum >Allah bukan hukum administrasi negara yang hanya buatan manusia yang boleh >ditentang maupun dihapus maupun dilanggar. > >Dari dulu kasusnya sama, menteri agama yang korupsi menyangkal korupsi karena >katanya agama Islam melarang korupsi. Semua pejabat dari partai2 Islam selalu >korupsi dan uangnya disumbangkan untuk aktivitas partainya yang memang tidak >punya pemasukan. Partai politik seyogyanya punya donatur yang adalah dari >anggauta2nya yang menjadi pengusaha, tapi partai2 Islam tidak punya anggauta >pengusaha, aktivitasnya justru memeras pengusaha seperti aktivitas sunnah nabi >Muhammad dalam merampok pengusaha2 Yahudi yang dicegatnya. Tapi jaman >sekarang sudah tidak ada lagi pengusaha yang bawa kantong2 harta naik onta >yang gampang dicegat garong2 perampok muslim yang bersyuhada dijalan Allah. > >Oleh karena itulah partai2 Islam tidak memiliki keahlian jadi pengusaha yang >benar2 berusaha karena keahlian yang selalu jadi kebanggaan adalah >meningkatkan keimananan, berpuasa, berdzikir, bersyahadat, bertobat, >bertahajut, membaca alQuran, membakar gereja, menghancurkan patung2 berhala, >dan memaksa maupun menjebak orang2 kafir untuk masuk Islam. Sedangkan >perintah Allah adalah bahwa Islam harus menguasai pemerintahan, harus >menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini. Oleh karena itulah partai2 Islam >tidak perlu susah2 buka usaha atau membujuk pengusaha untuk menjadi >anggautanya. Partai2 Islam mengirimkan anggauta atau wakil2nya untuk >mendapatkan jabatan agar bisa korupsi yang disetor hasilnya sebagian untuk >kebutuhan dakwah dan aktivitas partai2 Islam itu sendiri. > >Jadi yang beginian bukan cuma partai2 Islam di Indonesia saja tapi sudah >menjadi standard partai2 Islam diseluruh dunia yang jelas tidak bertentangan >dengan ajaran Islam tadi. Jadi kalo di negara Syariah Islam, korupsi seperti >begini tidak dipersalahkan malah hasilnya di-bagi2 kepada para ulama dari >agama Islam sekte yang berkuasa. Tapi inilah contoh, inilah bukti, inilah >kenyataannya bahwa memang negara syariah Islam tidak mungkin dan memang belum >pernah terbukti ada yang bisa maju karena penuh dengan korupsi yang >dianggapnya bukan korupsi tapi hanya sekedar komisi seperti mencari keuntungan >sewajarnya yang dihalalkan dalam alQuran. > >Ny. Muslim binti Muskitawati. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
