Wah kalo begini caranya mah semua yg dituduh korup bebas kan terimanya komisi, 
angelima somdakh bebas kan terima komisi dari gol project pemerintahan . Hakim 
terima suap jg bebas kan terima komisi dari putusan perkara

Muter2 aja , maling mah maling aja ngaku jgn muter2
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Muskitawati <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 9 Jul 2012 22:38:13 
To: [email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>;
 [email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Komisi Dalam Islam Dihalalkan Karena Bukan Mencuri Meskipun 
Korupsi !!!

Menteri agama yang melakukan korupsi pengadaan AlQuran tidak merasa mencuri 
yang artinya "bukan Korupsi", karena berdasarkan pemahaman Islamnya yang salah, 
bahwa KORUPSI = MENCURI, padahal beliau sama sekali tidak merasa mencuri tetapi 
menerima komisi, juga salah beliau bukan menerima komisi melainkan melakukan 
lelangan pencetakan AlQuran untuk diberikan kepada pemenangnya yang berani 
memberi komisi yang paling tinggi.  Dan yang lebih mulia dari korupsi yang 
dilakukan menteri agama ini adalah uang hasil korupsi ini, atau uang hasil 
komisi ini disumbangkan kepada umat Islam yang justru menambah pahala pada sang 
menteri ini.

Demikianlah, dalam Islam boleh terima komisi dan komisi disamakan dengan 
berdagang dengan mengambil keuntungan secukupnya.  Tapi dalam administrasi 
negara, pejabat yang melelang komisi dinamakan "Korupsi" bukan disebut mencuri. 
 Demikianlah, bagi Menteri Agama Suryadarma Alie ini semuanya hanyalah 
kesalahan dalam pemahaman saja yang tidak menyalahi AlQuran dan Islam meskipun 
menyalahi administrasi negara.  Jadi yang salah bukan alQuran atau Islamnya, 
tapi administrasi negaranya karena kita harus tunduk kepada hukum Allah bukan 
hukum administrasi negara yang hanya buatan manusia yang boleh ditentang maupun 
dihapus maupun dilanggar.

Dari dulu kasusnya sama, menteri agama yang korupsi menyangkal korupsi karena 
katanya agama Islam melarang korupsi.  Semua pejabat dari partai2 Islam selalu 
korupsi dan uangnya disumbangkan untuk aktivitas partainya yang memang tidak 
punya pemasukan.  Partai politik seyogyanya punya donatur yang adalah dari 
anggauta2nya yang menjadi pengusaha, tapi partai2 Islam tidak punya anggauta 
pengusaha, aktivitasnya justru memeras pengusaha seperti aktivitas sunnah nabi 
Muhammad dalam merampok pengusaha2 Yahudi yang dicegatnya.  Tapi jaman sekarang 
sudah tidak ada lagi pengusaha yang bawa kantong2 harta naik onta yang gampang 
dicegat garong2 perampok muslim yang bersyuhada dijalan Allah.

Oleh karena itulah partai2 Islam tidak memiliki keahlian jadi pengusaha yang 
benar2 berusaha karena keahlian yang selalu jadi kebanggaan adalah meningkatkan 
keimananan, berpuasa, berdzikir, bersyahadat, bertobat, bertahajut, membaca 
alQuran, membakar gereja, menghancurkan patung2 berhala, dan memaksa maupun 
menjebak orang2 kafir untuk masuk Islam.  Sedangkan perintah Allah adalah bahwa 
Islam harus menguasai pemerintahan, harus menegakkan Syariah Islam dimuka bumi 
ini.  Oleh karena itulah partai2 Islam tidak perlu susah2 buka usaha atau 
membujuk pengusaha untuk menjadi anggautanya.  Partai2 Islam mengirimkan 
anggauta atau wakil2nya untuk mendapatkan jabatan agar bisa korupsi yang 
disetor hasilnya sebagian untuk kebutuhan dakwah dan aktivitas partai2 Islam 
itu sendiri.

Jadi yang beginian bukan cuma partai2 Islam di Indonesia saja tapi sudah 
menjadi standard partai2 Islam diseluruh dunia yang jelas tidak bertentangan 
dengan ajaran Islam tadi.  Jadi kalo di negara Syariah Islam, korupsi seperti 
begini tidak dipersalahkan malah hasilnya di-bagi2 kepada para ulama dari agama 
Islam sekte yang berkuasa.  Tapi inilah contoh, inilah bukti, inilah 
kenyataannya bahwa memang negara syariah Islam tidak mungkin dan memang belum 
pernah terbukti ada yang bisa maju karena penuh dengan korupsi yang dianggapnya 
bukan korupsi tapi hanya sekedar komisi seperti mencari keuntungan sewajarnya 
yang dihalalkan dalam alQuran.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke