Hehehe... ada anjing buduk kaing2 dlm rangka ngebela majikannya, krn si majikan 
ga berdaya ngadu argumen dgn gua.

Betul2 anjing buduk piaraan orang Islam yg setia.




>________________________________
> From: Teddy S. <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, July 10, 2012 5:40 PM
>Subject: [proletar] Re: Indonesia Harus Belajar dari Budaya Korea dan Jepang
> 
>
>  
>Lah, lu sendiri yang bukan Muslim tapi sampai pernah kerja di Arab segala. 
>Padahal lu sudah tahu kalau di sana masih berlaku hukuman mati. 
>
>Lu jangan menjerumuskan orang lain mentang-mentang lu sudah pernah kena siksa 
>sewaktu lu masih kerja di Arab. Maunya lu orang lain juga ikut menderita kayak 
>lu dulu. Busuk bener fikiran lu ini.
>
>--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>>
>> Kenapa lu ga suruh belajar ke tanah suci aja, kan lu ini orang Islam?
>> 
>> 
>> Apa krn orang Arab majikan lu itu sebetulnya ga becus apa2 selain nindas tkw 
>> dan bangsa lain?
>> 
>> Korea itu bangsa kafir, apa lu ga malu nyuruh orang Islam belajar ke orang 
>> kafir, padahal kata auloh lu, orang Islam adalah ummat terbaik, dan kafir 
>> Korea itu adalah makhluk seburuk2nya?
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> >________________________________
>> > From: arra_s <arra_s@...>
>> >To: [email protected] 
>> >Sent: Tuesday, July 10, 2012 2:56 PM
>> >Subject: [proletar] Re: Indonesia Harus Belajar dari Budaya Korea dan Jepang
>> > 
>> >
>> >  
>> >
>> >hayoo siapa yg mau belajar dari cara korea untuk menjadikan indonesia 
>> >negara industri maju???  mumpung saya ada di korea, saya bersedia 
>> >mendampingi..
>> >
>> >--- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
>> >>
>> >> Ref: 
>> >> 
>> >> http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/29/59824/indonesia_harus_belajar_dari_budaya_korea_dan_jepang/#.T_0LUPXDMeU
>> >> 
>> >> Jumat, 29 Jun 2012 00:57 WIB
>> >> 
>> >> Seminar Nasional Kebudayaan di Fisip USU
>> >> Indonesia Harus Belajar dari Budaya Korea dan Jepang
>> >> 
>> >> Medan, (Analisa). Ahli Sejarah Indoensia, Dr. Anhar Gonggong mengatakan 
>> >> bahwa Indonesia harus belajar dari Budaya Korea dan Jepang. Hal tersebut 
>> >> dikatakannya saat menjadi pemateri dalam seminar nasional yang bertemakan 
>> >> Cross Cultural Fertilization, sebuah strategi kebudayaan yang digelar di 
>> >> Fisip USU, Kamis (28/6).
>> >> "Untuk mempertahankan budaya, Indonesia perlu belajar dari negara lain 
>> >> seperti Korea dan Jepang. Kedua negara tersebut berkembang karena 
>> >> budayanya. Perkembangan budaya mereka juga sangat kreatif," ujar Anhar.
>> >> 
>> >> Anhar memberikan contoh tentang budaya Jepang yang layak dicontoh. 
>> >> Misalnya saja dalam kreatifitas pengembangan produksi mobil. Selain dari 
>> >> kreatifitas, budaya lainnya yang pantas dicontoh Indonesia dari Jepang 
>> >> adalah menghargai waktu. Waktu sangat penting bagi kehidupan. Begitu 
>> >> banyak ilmu yang ditinggalkan bagi seorang mahasiswa yang tidak mengikuti 
>> >> satu jam mata kuliah.
>> >> 
>> >> "Saya pernah ke Jepang. Saat itu saya mempunyai janji dengan teman yang 
>> >> berwarga negara Jepang untuk bertemu pukul enam pagi. Janji kami ini 
>> >> untuk pembicaraan kasus hancurnya Hirosima dan Nagasaki. Pada pukul enam 
>> >> pagi dia sudah on time. Itu merupakan budaya. Budaya yang perlu 
>> >> dicontoh," sebutnya.
>> >> 
>> >> Sementara untuk budaya dari Korea yang perlu dicontoh oleh Indonesia 
>> >> adalah mampu menyaingi budaya Jepang. Dia mengatakan Korea pernah dijajah 
>> >> oleh Jepang. Untuk itu Korea berusaha mengimbangi negara Jepang. 
>> >> 
>> >> "Lihat saja saat ini produk dari Jepang dan Korea terus bersaing. Dari 
>> >> jajahan itu Korea belajar untuk melebihi budaya Jepang. Penjajahan dendam 
>> >> yang dibuktikan dengan kegiatan yang positif," ucapnya.
>> >> 
>> >> Untuk itu kedepannya Anhar berharap agar peningkatan budaya ini menjadi 
>> >> pelajaran bagi Indonesia. Peningkatan kreatifitas budaya disebutkannya 
>> >> dapat diambil dari diskusi-diskusi antar elemen masyarakat. Mengingat 
>> >> dari diskusi tersebut nantinya melahirkan suatu budaya baru yang lebih 
>> >> kreatif.
>> >> 
>> >> "Pada dasarnya diskusi ini merupakan proses atau penyerbukan dari 
>> >> peningkatan budaya tersebut," jelasnya.
>> >> 
>> >> Menambahi Anhar, Dosen Fakultas Ilmu Budaya USU, Dr. Budi Agustono 
>> >> mengatakan bahwa kedepannya budaya perang antar etnik juga harus 
>> >> dihindarkan di Sumut. Saat ini masyarakat Sumut harus bisa membedakan 
>> >> antara kekuasaan politik dan kebudayaan.
>> >> 
>> >> "Saat ini kekuasaan-kekuasaan politik telah bermain dalam wilayah 
>> >> kebudayaan. Perdebatan politik dan cultural juga sangat tinggi seperti 
>> >> apa yang terjadi pada tahun 1960 hingga 1970-an yang mengakibatkan 
>> >> ideologi saat itu menjadi tinggi," ucapnya.
>> >> 
>> >> Pihaknya berharap fokus pada peningkatan budaya segera dilakukan oleh 
>> >> pemerintah. Jangan hanya terfokus pada politik maupun peningkatan 
>> >> ekonomi. (ns) 
>> >> 
>> >> [Non-text portions of this message have been removed]
>> >>
>> >
>> >
>> > 
>> >
>> >
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke