G sih berpendapat demikian. Ini cuma pura2 supaya dilihat luarnegri indon dah ada kebebasan. You ngerti lah indon lagi ∂ï sorot masalah papua. SKarang harus pake taktik muka malaikat hati iblis, tetap aja kalo ada yg ngaku atheis dan komunis digodot palanya terus mk tinggal omong " turut prihatin " tanpa tindakan apa2 Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: "muskitawati" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 10 Jul 2012 20:22:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Re: Kompas: Ketua MK: Ateis dan Komunis Diperbolehkan > "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > Masalah GKI Yasmin Kita lihat apa yang > terjadi ditingkat banding dan eventuil > di tingkat Judicial Review nanti.. > Saya melihat ada pertentngan pendapat > antara fascist seperti kepala polisi > disatupihak dan dipihak lain sejumlah > orang yang berusaha menghormati hak-hak > azasi manusia, walaupun tidak secara > tegas seperti Mahfud ini (dan juga menteri > dalam negeri yang mengizinkan orang untuk > TIDAK mengisi kolom "agama" Anda salah, semua kejadian ini satu paket yang kompak, tidak satupun ada pertentangannya. Tapi kalo anda melihat se-olah2 ada pertentangan, maka yang anda lihat itu cuma sandiwara saja yang tujuannya untuk mengecoh atau menipu pandangan luar negeri yang selalu berpihak kepada HAM. Kita umat Islam menentang HAM, anti-Demokrasi, anti-Kristen, cuma Islam agamaku dan hanya Allah yang kusembah bukan Yesus. Ini hukumnya yang tidak bisa diubah atau dikompromi. Jadi memang RI belum kuat sehingga tidak bisa menentang luar negeri yang memaksakan HAM, dari pada kena embargo, apa salahnya pura2 saja kita menegakkan HAM dan melindungi GKI Yasmin untuk konsumsi berita luar negeri saja ??? Jadi urusan dalam negeri sendiri, kitalah yang paling kuat, yang lemah tentunya harus ngalah, bongkar GKI Yasmin itu masuklah Islam dan anda hidup damai jauh dari teror, tentunya kalo bersedia ngalah. Tapi kalo ngotot pake kekerasan, hidup ini jadi susah yang datangnya dari anda sendiri, padahal untuk pura2 ngalah khan enggak susah ??? Apalagi, negara2 diluar negeri sana enggak bisa nolongin karena aturan disini kita yang buat bukan dibuat oleh luar negeri. Jadi filsafat yang baik adalah begini: Bawa dirilah baik2 yang kita sebut beradaptasi dengan lingkungan masyarakat kita.... Kalo lingkungan kita Islam, maka ber-pura2lah se-olah2 kita juga percaya dan beragama Islam. Kalo lingkungan kita Hindu, maka ber-pura2lah se-olah2 kita juga percaya dan beragama Hindu. Kalo lingkungan kita Kristen, maka ber-pura2lah se-olah2 kita jug percaya dan beragama Kristen. Demikianlah, untuk tegasnya kita harus pandai ber-pura2, tapi kita janganlah menggunakan kata2 "ber-pura2" karena konotasinya negatif, kita bisa mengganti kata2 ini dengan yang konotasinya lebih positif seperti "berbasa basi", "mengikuti tradisi", "mengikuti etika yang berlaku", dan masih banyak kata2 pengganti yang baik dan enak didengar meskipun maksudnya tetap sama. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
