Ref: Dulu kala mayoritas penduduk Hindia Belanda miskin. Kaum kolonial bilang : 
“De inlanders zijn lui” [Boemipoetra malas]. Pernyataan ini sama dengan ucapan 
Marzuki Ali, ketua DPR NKRi : “Orang miskin itu malas”. Pikir punya pikir, 
sekalipun kaum kolonialis Belanda sudah lama dipergikan, tetapi paraktek 
kolonilisme masih terus diprakterkan pada masyarakat yang dulu disebut Hindia 
Belanda dan sekarang NKRI yang dibilang merdeka dan berdaulat penuh. Siapa 
merdeka dan berdaulat penuh ini mirip apa yang dikatakan oleh George Orwell, 
penulis Inggris dalam bukunya “Animal Farm”. : “We all are equal but some are 
more equal “. Hasil sensus 2010 memberitakan 10 propinsi termiskin. 
Propinsi-propinsi ini adalah : Papua Barat, Papua, Maluku, Aceh Sulawesi Barat, 
Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bangka Bilitung, Gorontalo, Sumatera 
Selatan. Jadi menurut pengertian Ali Marsuki, ketua DPR NKRI ini maka rakyat 
diwalayah-wilayah tsb malas. Mereka malas atau dimalaskan untuk tidak dapat 
menikmati hasil kekayaan alam mereka yang dikeruniakan oleh Allah? Sebagai 
contoh perlu dikatakan bahwa untuk tahun 2011 dari hasil kekayaan alam Papua, 
yaitu hanya dari hasil pengolahan emas, PT Freeport Inc memberikan setoran 
royality, pajak etc sebanyak US$ 2,6 miliar ke kas NKRI. Setoran ini berjalan 
puluhan tahun, dan sekalipun demikian penduduk Papua yang berjumlah kurang 
lebih 4 juta tetap miskin dan dimarginalisasikan.

Marsuki Ali dan konco bin sobat petinggi SBY serta komplotannya dan para 
pendukung setia mereka, silahkan simak video ini bagaimana malasnya orang 
miskin, click :http://www.idenesia.tv/media/jadi-tukang-sampah-di-jakarta


http://surabaya.tribunnews.com/2012/07/08/marzuki-orang-miskin-itu-malas
Marzuki: Orang Miskin itu Malas
Minggu, 8 Juli 2012 19:57 WIB | Dibaca: 797 | Editor: Satwika Rumeksa | 
Reporter : Sutono 

Foto: surya/sutono
Ketua DPR RI Marzuki Alie, usai menghadiri pembukaan kongres BEM PTNU di Unipdu 
Jombang.(a.. 
SURYA Online, JOMBANG–Ketua DPR RI Marzuki Ali kembali melontarkan komentar 
nyeleneh. Mengomentari soal kemiskinan , Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai 
Demokrat ini lebih menilai kondisi seperti itu terjadi karena orang miskinnya 
sendiri.

“Jadi bukan salah siapapun kalau ada orang miskin. Itu salahnya sendiri, karena 
dia malas,” ucapnya saat menjawab pertanyaan saat menjadi nara sumber dalam 
acara seminar yang digelar bersamaan Kongres BEM PTNU se-Indonesia di Unipdu 
Rejoso, Minggu (8/7/2012).

Saat itu, moderator Zaimudin Asad (Gus Zuem) membuka sesi dialog pertama. 
Sejumlah mahasiswa langsung bermaksud bertanya, dengan mengacungkan telunjuk 
jari. Gus Zuem pun lantas memberikan kesempatan pada empat mahasiswa. 

Di antara penanya itu ada yang mengkritisi maraknya kasus korupsi yang terjadi 
di negeri ini. Termasuk yang dilakukan para anggota DPR RI.

“Menurut bapak, sejauhmana korupsi itu berimbas pada munculnya kemiskinan?” 
tanya si mahasiswa. Bukannya mengulas soal korupsi yang banyak melibatkan 
anggota DPR RI dewan yang dipimpinnnya, saat itu Marzuki justru mencoba 
berkelit dengan mengatakan, tidak ada orang miskin disebabkan orang lain. 

“Salah sendiri malas. Kalau mau usaha, pasti tidak miskin,” jelasnya. Tentu 
saja pernyataan itu berbeda dengan pandangan banyak pihak yang menilai 
tingginya angka kemiskinan salah satunya disebabkan tidak adanya keadilan dan 
pemerataan kesejahteraan.

Meski demikian, Marzuki tetap mengajak untuk membantu orang miskin tertentu. 
“Kalau ada orang miskin karena kekurangan dan keterbatasan, itu tetap harus 
kita bantu,” ajaknya. Misalnya, orang miskin karena cacat fisik atau sakit 
sehingga dia tidak bisa mencari nafkah. 
Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat 
surabaya.tribunnews.com/m/

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke