http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-politik/73-politika-reviews/25732-cawapres-partai-golkar-kombinasi-jawa-militer-.html
Cawapres Partai Golkar Kombinasi Jawa-Militer
Follow
JAKARTA – Setelah pendeklarasian Aburizal Bakrie (ARB) sebagai capres tunggal,
Golkar kali ini mulai menjajaki beberapa kandidat yang akan dipasangkan dengan
ARB. Kombinasi Jawa-luar Jawa, sipil-militer serta pasangan tua dan muda
disebut sebagai pertimbangkan utama. Wakil Ketua Umum Golkar, Agung Laksono,
mengatakan, partainya saat ini langsung menyusun tim pemenangan capres setelah
deklarasi tersebut.
Sembari jalan, imbuhnya, Golkar juga menjajaki kandidat yang pas dipasangkan
dengan Ical sebagai calon wakil presiden. Karena itu partai akan terus memantau
perkembangan elektabilitas partai dan ARB. “Tergantung perkembangan, terutama
dari survei. Kalau elektabilitasnya di atas 30 persen secara berturut-turut dan
berkelanjutan, partai tidak menutup kemungkinan akan mengambil cawapres dari
internal.
Tapi kalau tetap di bawah 25 persen, ya kita juga harus tahu diri, kami
tentunya tidak mentup kemungkinan akan berkoalisi,” kata Agung kepada wartawan,
kemarin (2/6). Selain itu, kata dia, yang menjadi pertimbangan dalam menentukan
siapa cawapres yang tepat untuk ARB, tim pemenangan juga akan mempertimbangkan
kombinasi Jawa-luar Jawa, sipil-militer. “Itu di antaranya, tapi banyak juga
pertimbangan lainnya, Jawa-luar Jawa, militer-luar militer, tua-muda kemudian
faktor pengalaman, itu semua jadi multi konsideran,” katanya.
Selain itu, Agung juga menjelaskan alasan pencalonan Ical secara dini menjadi
presiden sengaja ditempuh agar bisa sosialisasi dan menyusun strategi
pemenangan lebih awal. Menurutnya, kalau suara sudah bulat di internal partai,
tidak perlu lagi buang waktu. “Itu malah lebih baik untuk partai. Karena dengan
kepastian lebih awal itu, Golkar bisa sekaligus menjajaki siapa cawapresnya,
jadi ada waktu untuk sosialisasi kampanye dan menyusun strategi pemenangan.
Soalnya repot kalau sampai hari terakhir masih belum kompak gitu,” ujarnya.
Agung yang juga Menkokesra ini menegaskan, jika ada perbedaan, hal tersebut
merupakan dinamika internal dan sudah bisa diselesaikan. Karena partai juga
akan tetap terus memantau survei untuk melihat apa kekurangan dan kelemahannya.
“Survei tidak sekadar angka besar kecil, siapa nomor 1 atau 2, tapi melihat
elemen daerah, masyarakat, dan mana yang belum tergarap.
Cara kampanye seperti apa yang baik supaya ada waktu, kita ambil akhir 2013
untuk cawapres,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar
Akbar Tanjung menyebut figur yang pantas mendampingi Ical menjadi calon wakil
presiden di Pemilihan Umum 2014 harus berasal dari kalangan militer dan harus
berdarah Jawa. Bahkan mantan Ketua Golkar ini, menyiratkan Golkar akan meminang
Pramono Edhie yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
“Ical dari Sumatera, maka akan lebih baik kalau cawapresnya dari Jawa. Terutama
yang memiliki background militer. Kombinasinya cukup ideal, Jawa- luar Jawa
serta ada militer dan sipil,” kata Akbar Tanjung di Kantor PP Muhammadiyah,
Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/7). Kendati demikian, Akbar mengatakan
internal Partai Golkar memang sudah mengantonngi sejumlah nama yang dianggap
patut diusung mendampingi Ical.
Menurut Akbar, Pramono Edhie, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua MK Mahfud MD,
dan Raja Jogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono, sudah bergulir untuk diplot
menjadi pendamping Ical. “Tapi, semua itu akan dibahas dan ditetapkan pada
Rapimnas Golkar tahun depan,” terangnya. Akbar juga mengatakan, semua kandidat
wakil Ical punya kelebihan masing-masing.
“Semua memiliki kelebihan, Soekarwo tentu saja memiliki pengalaman pemerintahan
terutama di Jawa Timur, Pramono militer, Sri Sultan sebagai raja Yogya dan
Mahfud terkenal disiplin dan bersih juga berasal dari Jawa,” ungkapnya. Bahkan,
Akbar justru seperti tidak yakin wacana yang menyebut Sekjen Partai Demokrat,
Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, disiapkan menjadi Wakil Ical.
Menurut Akbar, belum ada pembicaraan di Golkar yang mewacanakan putra SBY itu
menjadi wakil bagi bos Grup Bakrie tersebut. “Saya tahu justru dari berita.
(Ibas) ini belum ada pembicaraan di internal partai. Saya rasa itu tidak
mungkin,” pungkasnya. (dms)
Langgar Konstitusi, Partai Politik Bisa Dibubarkan
Buka Sinyal Gabung Partai Besar
Nazaruddin Dipecat dari Partai Demokrat
Partai Tengah Kecewa Setgab Soal Ambang batas Pemilu
Pemenangan Pemilu, Golkar Terapkan Sistem 4-3-2-1
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/