Suap diberikan unt SELURUH anggota DPRD Riau. Tentunya di DPR/DPRD lainnya suap 
jg diberikan ke SELURUH anggotanya.

Jadi anggota DPR/DPRD itu bajingan semuanya, tp ada tuh penjilat anggota DPR di 
milis ini, bangga lagi jadi penjilat.





>________________________________
> From: Bukan Pedanda <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Thursday, July 12, 2012 3:32 PM
>Subject: [proletar] MI: Suap Rp1,8 Miliar untuk Anggota dan Pimpinan DPRD Riau
> 
>
>  
>
>Sekedar inforamsi...
>
>Suap Rp1,8 Miliar untuk Anggota dan Pimpinan DPRD Riau
>Penulis : Rudi Kurniawansyah
>Kamis, 12 Juli 2012 14:55 WIB 
>
>PEKANBARU--MICOM: Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin mengungkapkan uang 
>suap senilai Rp1,8 miliar dalam kasus PON Riau adalah untuk seluruh anggota 
>legislatif Riau.
>
>"Setahu saya, uang yang dijanjikan itu (senilai Rp1,8 miliar) adalah untuk 
>seluruh anggota DPRD Riau termasuk pimpinan," kata Taufan dalam sidang 
>lanjutan kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau di 
>Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (12/7).
>
>Taufan hadir di persidangan selaku saksi kasus dugaan suap proyek PON Riau 
>dengan terdakwa mantan Kepala Seksi Sarana Prasarana Dispora Riau Eka Dharma 
>Putra dan karyawan PT Pembangunan Perumahan Rahmat Syahputra. Dalam kasus itu, 
>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan politikus PAN Taufan 
>Andoso Yakin sebagai tersangka bersama dua anggota DPRD lainnya, Muhammad 
>Dunir (PKB) dan Muhammad Faisal Aswan (Partai Golkar). Tersangka lainnya 
>adalah staf ahli Gubernur Riau Rusli Zainal, Lukman Abbas yang merupakan 
>mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.
>
>Dalam persidangan yang dipimpin hakim Krosbin Lumban Gaol, Taufan mengungkap, 
>dirinya dengan sejumlah kalangan wakil ketua fraksi seluruh partai di DPRD 
>Riau juga sempat melakukan pertemuan berulang kali. "Dari uang lelah yang 
>rencananya Rp1,8 miliar itu, baru direncanakan pencairan sekitar Rp900 juta. 
>Dan ini juga untuk Ketua DPRD Riau Johar Firdaus," katanya.
>
>Akan tetapi, Taufan menyangkal saat hakim menanyakan rencana penundaan Rapat 
>Paripurna Pengesahan Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2008 dan 
>Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Anggaran Proyek Arena PON Riau bila uang 
>lelah tidak cair. "Tidak sampai uang itu, buktinya Paripurna tetap berjalan," 
>ucapnya.
>
>Taufan juga membantah ikut dalam setiap pertemuan di luar kota mengenai uang 
>lelah sebesar Rp1,8 miliar. "Tidak tahu. Tentang pertemuan di luar kota 
>termasuk di Jakarta itu saya tidak tahu," katanya. 
>
>Taufan membenarkan saat hakim Krosbin menanyakan soal kebiasaan anggota DPRD 
>Riau menerima uang lelah atas seluruh pekerjaan yang diprogramkan. Dia juga 
>membenarkan saat hakim menanyakan kalau kebiasaan uang lelah itu melanggar 
>hukum dan tata tertib DPRD. "Namun saya tidak terlibat begitu jauh," kilahnya.
>
>Taufan juga mengaku tidak begitu mengetahui siapa otak atas permintaan uang 
>lelah dari kontraktor proyek arena PON Riau. Yang pasti, lanjut Taufan, 
>penerimaan uang lelah senilai Rp1,8 miliar tersebut adalah sebagai imbal jasa 
>atas revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6/2010 dan Nomor 5/2008 tentang 
>Penambahan Anggaran Proyek Arena Menembak dan Stadion Utama Riau. 
>(Rk/Ant/OL-04) 
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke