Hal ini penting untuk semua umat Islam dan semua umat yang bukan Islam dalam 
memahami pihak mana yang benar dan pihak mana yang salah, karena perdamaian itu 
harus dimulai dengan pemahaman apa yang benar dan apa yang salah !!!  Jadi 
perlu saya sederhanakan kejadiannya dalam bentuk analogi yang lebih mudah 
memahami gambarannya, karena kalo cuma saling tuduh tidak akan pernah ketemu 
hasil akhirnya.

Kalo pada suatu hari anda ketemu orang yang anda benci sedang membelakangi 
anda, dikala dia meleng tidak waspada tentunya kesempatan bagi anda untuk 
membacoknya dari belakang.  Tanpa buang2 waktu anda bacok dari belakang, 
ternyata musuh anda jago Kung Fu, meskipun sedang membelakangi anda, kebetulan 
posisi cahaya membuat dia bisa merasakan ada bayangan yang menyambar dari 
belakangnya.  Meskipun dia belum tahu bayangan apa yang menyambar dirinya, tapi 
gerak reflexnya mengelak berhasil dengan cepat merebut bayangan yang menyambar 
itu untuk sekali gus membalas membacok dengan golok yang direbutnya.

Akibatnya, meskipun anda yang menyerang duluan dari belakang, tapi hasilnya 
malah anda yang kena dibacok oleh golok anda sendiri yang direbut oleh musuh 
anda.  Bacokan itu ternyata membuat tangan anda jadi buntung.  Bisakah anda 
menyalahkan musuh anda yang membacok buntung tangan anda itu ???  Kira2 
begitulah kejadiannya, Israel menolak tuduhan menyerang, menolak dituduh 
agressor, karena yang diserang itu justru Israel, dan penyerangnya itu curang 
dari belakang secara mendadak.  Maksud Arab Islam itu mau merebut tanah milik 
Israel dengan serangan agressi dari belakang.  Tapi karena Israel lebih 
tangkas, lebih cerdik, dan lebih ahli dibidang bela diri begini, maka tujuan 
Arab Islam yang mau merebut tanah milik Israel tidak kesampaian bahkan hasilnya 
terbalik, tanah dan wilayah Arab Islam itulah yang direbut oleh Israel.

Begitulah kejadian yang sebenarnya, ditahun 1967, dibawah komando Jendral Gamal 
Abdul Nasser yang berhasil mempersatukan kekuatan seluruh negara2 Arab dan 
Islam dibawah panji yang dinamakannya: "Republik Persatuan Arab" dengan 
dipersenjatai senjata2 mutakhir dari Uni Soviet, Israel diserang mendadak dari 
udara, darat dan laut tanpa maklumat perang seperti persyaratan Geneva 
Convention.  Perang hanya berlangsung 6 hari, semua pasukan Arab Islam hancur, 
si penyerang takluk dan menyerah.  Semua daerah2 atau wilayah2 strategis milik 
musuh berhasil direbut Israel, termasuk wilayah Jerusalem Timur yang sekarang 
disatukan dengan Jerusalem Barat yang telah dinobatkan menjadi ibukota negara 
Israel.

Jadi enggak benar kalo ada negara Islam atau muslimin yang menuduh dan 
menganggap bahwa direbutnya dan dinobatkannya Jerusalem sebagai ibukota Israel 
merupakan pelanggaran Geneva Convention.  Justru sebaliknya, penyerangan 
mendadak tanpa maklumat perang itulah yang merupakan pelanggaran Geneva 
Convention.

Pepatah mengatakan, "janganlah memulai perang kalo tidak yakin menang, dan kalo 
memang yakin menang janganlah menyerang dari belakang tapi tantanglah dengan 
maklumat perang seperti yang ditetapkan dalam Geneva Convention".

Kesimpulannya pasti dan tidak bisa diputer balik, bahwa Jerusalem selamanya 
menjadi ibukota Israel dan hal ini bukan ditetapkan oleh negara2 Internasional 
melainkan ditetapkan oleh bangsa dan negara Israel sebagai pemiliknya yang sah. 
 Dalam hal ini, Israel mampu merebut dan mampu mempertahankan sehingga tidak 
akan menimbulkan polemik didunia manapun juga.

Jadi kepada saudara2ku kaum muslimin, aku mengharapkan agar janganlah kalian 
mengubur dirimu dalam kolam kebencian yang sama sekali salah dasar2nya, dan 
untuk semua itu silahkan saja kalian memberikan argument yang kuat yang bisa 
diterima.  Karena pada kenyataannya, dunia Barat sangat fair, yang salah tidak 
pernah dibelanya, janganlah kita berkeras kepala, jangan kepala batu hanya 
untuk menyangkal kebenaran dengan membenarkan kesalahan.  Simpathy dunia hanya 
berpihak kepada yang benar bukan kepada yang keras kepala membenarkan yang 
salah.

Semua yang berhasil direbut Israel pada 1967 tidak ada yang harus dikembalikan 
seperti sebelum 1967, sama halnya serangan curang keroyokan oleh negara2 Arab 
Islam ditahun 1967 tidak pernah bisa ditarik pulang kembali, semua korban 
tentara, rakyat dan kerugian yang jatuh dipihak Israel juga tidak bisa 
dikembalikan oleh para penyerang2 biadab Arab Islam itu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke