Bukankah di seantero dunia Islam selalu membuat kekakcauan. Meskipun
Inggris sudah menyelesaikan masalah maka Islam akan membuat masalah baru

---------- Forwarded message ----------
From: Lasma siregar <[email protected]>
Date: 2012/7/23
Subject: Re: [Indonesia-Rising] Pihak Mana Yang Bersalah Dalam Perang Islam
vs Yahudi 1967 ???
To: "[email protected]" <[email protected]>


**


Yang bersalah adalah pemerintah Inggris! Seharusnya sebelum meninggalkan
jajahannya (Palestinia)
semua masalah antara Yahudi dan Palestinia diselesaikan dulu!

Hal yang sama juga terjadi di India! Inggris pergi sebelum masalah
Muslim/Hindu dkk diselesaikannya!
Akibatnya timbul keributan yang menciptakan 'Pakistan, India dan Bangladesh
plus Kashmir'!
Kalau ada yang salah, jelaslah pemerintah Inggris harus bertanggung jawab!
Bagaimana Pak/Bu?

Salam
Las

  *From:* Muskitawati <[email protected]>
*To:* "[email protected]" <[email protected]>; "
[email protected]" <[email protected]>; "
[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] "
<[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected]" <
[email protected]>; "[email protected]" <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>; "[email protected] " <
[email protected]>
*Sent:* Monday, 23 July 2012 7:12 AM
*Subject:* [Indonesia-Rising] Pihak Mana Yang Bersalah Dalam Perang Islam
vs Yahudi 1967 ???


 Hal ini penting untuk semua umat Islam dan semua umat yang bukan Islam
dalam memahami pihak mana yang benar dan pihak mana yang salah, karena
perdamaian itu harus dimulai dengan pemahaman apa yang benar dan apa yang
salah !!!  Jadi perlu saya sederhanakan kejadiannya dalam bentuk analogi
yang lebih mudah memahami gambarannya, karena kalo cuma saling tuduh tidak
akan pernah ketemu hasil akhirnya.

Kalo pada suatu hari anda ketemu orang yang anda benci sedang membelakangi
anda, dikala dia meleng tidak waspada tentunya kesempatan bagi anda untuk
membacoknya dari belakang.  Tanpa buang2 waktu anda bacok dari belakang,
ternyata musuh anda jago Kung Fu, meskipun sedang membelakangi anda,
kebetulan posisi cahaya membuat dia bisa merasakan ada bayangan yang
menyambar dari belakangnya.  Meskipun dia belum tahu bayangan apa yang
menyambar dirinya, tapi gerak reflexnya mengelak berhasil dengan cepat
merebut bayangan yang menyambar itu untuk sekali gus membalas membacok
dengan golok yang direbutnya.

Akibatnya, meskipun anda yang menyerang duluan dari belakang, tapi hasilnya
malah anda yang kena dibacok oleh golok anda sendiri yang direbut oleh
musuh anda.  Bacokan itu ternyata membuat tangan anda jadi buntung.
 Bisakah anda menyalahkan musuh anda yang membacok buntung tangan anda itu
???  Kira2 begitulah kejadiannya, Israel menolak tuduhan menyerang, menolak
dituduh agressor, karena yang diserang itu justru Israel, dan penyerangnya
itu curang dari belakang secara mendadak.  Maksud Arab Islam itu mau
merebut tanah milik Israel dengan serangan agressi dari belakang.  Tapi
karena Israel lebih tangkas, lebih cerdik, dan lebih ahli dibidang bela
diri begini, maka tujuan Arab Islam yang mau merebut tanah milik Israel
tidak kesampaian bahkan hasilnya terbalik, tanah dan wilayah Arab Islam
itulah yang direbut oleh Israel.

Begitulah kejadian yang sebenarnya, ditahun 1967, dibawah komando Jendral
Gamal Abdul Nasser yang berhasil mempersatukan kekuatan seluruh negara2
Arab dan Islam dibawah panji yang dinamakannya: "Republik Persatuan Arab"
dengan dipersenjatai senjata2 mutakhir dari Uni Soviet, Israel diserang
mendadak dari udara, darat dan laut tanpa maklumat perang seperti
persyaratan Geneva Convention.  Perang hanya berlangsung 6 hari, semua
pasukan Arab Islam hancur, si penyerang takluk dan menyerah.  Semua daerah2
atau wilayah2 strategis milik musuh berhasil direbut Israel, termasuk
wilayah Jerusalem Timur yang sekarang disatukan dengan Jerusalem Barat yang
telah dinobatkan menjadi ibukota negara Israel.

Jadi enggak benar kalo ada negara Islam atau muslimin yang menuduh dan
menganggap bahwa direbutnya dan dinobatkannya Jerusalem sebagai ibukota
Israel merupakan pelanggaran Geneva Convention.  Justru sebaliknya,
penyerangan mendadak tanpa maklumat perang itulah yang merupakan
pelanggaran Geneva Convention.

Pepatah mengatakan, "janganlah memulai perang kalo tidak yakin menang, dan
kalo memang yakin menang janganlah menyerang dari belakang tapi tantanglah
dengan maklumat perang seperti yang ditetapkan dalam Geneva Convention".

Kesimpulannya pasti dan tidak bisa diputer balik, bahwa Jerusalem selamanya
menjadi ibukota Israel dan hal ini bukan ditetapkan oleh negara2
Internasional melainkan ditetapkan oleh bangsa dan negara Israel sebagai
pemiliknya yang sah.  Dalam hal ini, Israel mampu merebut dan mampu
mempertahankan sehingga tidak akan menimbulkan polemik didunia manapun juga.

Jadi kepada saudara2ku kaum muslimin, aku mengharapkan agar janganlah
kalian mengubur dirimu dalam kolam kebencian yang sama sekali salah
dasar2nya, dan untuk semua itu silahkan saja kalian memberikan argument
yang kuat yang bisa diterima.  Karena pada kenyataannya, dunia Barat sangat
fair, yang salah tidak pernah dibelanya, janganlah kita berkeras kepala,
jangan kepala batu hanya untuk menyangkal kebenaran dengan membenarkan
kesalahan.  Simpathy dunia hanya berpihak kepada yang benar bukan kepada
yang keras kepala membenarkan yang salah.

Semua yang berhasil direbut Israel pada 1967 tidak ada yang harus
dikembalikan seperti sebelum 1967, sama halnya serangan curang keroyokan
oleh negara2 Arab Islam ditahun 1967 tidak pernah bisa ditarik pulang
kembali, semua korban tentara, rakyat dan kerugian yang jatuh dipihak
Israel juga tidak bisa dikembalikan oleh para penyerang2 biadab Arab Islam
itu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke