Jangan mencatut nama agama Islam agar bisa memaksa pemerintah Myanmar menerima 
orang2 gelap ini.  Yang ditolak adalah pendatang gelap bukan masalah agama 
Islamnya.  Burma bukan negara agama, rakyatnya bebas menganut berbagai agama 
termasuk Islam, dan banyak umat Islam di Burma tetapi mereka semuanya BUKAN 
ROHINGYA.  Tapi ada beberapa negara Islam masih tetap memaksakan dan mengancam 
dengan terror, untuk hal ini Myanmar cukup pengalaman untuk berperang dengan 
mereka dan tidak akan berdialog sama sekali, apalagi ini adalah urusan dalam 
negeri sebagai kedaulatan negara Burma yang dilindungi UN, HAM, maupun Geneva 
Convention.

Sekali lagi, jangan gunakan cara2 Arab Palestina untuk merebut negara lain dan 
mengusir bangsa Yahudi dari tanah airnya, pasti gagal, sama terbukti gagal 
memaksakan berdirinya negara Palestina.

Baik dari catatan Inggris, dari presiden Rohingya sendiri, dari ahli sejarah 
Myanmar, maupun dari suku Arakan sendiri, semuanya tidak satupun yang 
menyatakan Rohingya adalah satu dari banyak suku2 di Myanmar !!!

http://en.wikipedia.org/wiki/Rohingya_people
Burmese historians like Khin Maung Saw have claimed that the term Rohingya has 
never appeared in history before 1950s. 

Dr. Maung Maung, there is no such word as Rohingya in 1824 census survey 
conducted by the British. 


Historian Aye Chan from Kanda University of International Studies noted that 
the term Rohingya was created by descendants of Bengalis in 1950s who migrated 
into Arakan during the Colonial Era. He further argued that the term cannot be 
found in any historical source in any language before 1950s 


Rohingya is derived from Arabic word 'Raham' meaning 'mercy'.   Arab 
ship wrecked near Ramree Island, Arab traders were ordered to be executed by 
the Arakanese king. Then, they shouted in their language, 'Raham'. Hence, these 
people were called 'Raham'. Gradually it changed from Raham to Rhohang and 
finally to Rohingyas. Jahiruddin Ahmed and Nazir Ahmed, former president and 
Secretary of Arakan Muslim Conference respectively.[6] They argued that ship 
wrecked Muslims are currently called 'Thambu Kya' Muslims and currently 
residing along the Arakan sea shore. Should the term Rohingya derive from these 
Muslims, "Thambu Kyas" would have been the first group to be known as 
Ruhaingyas. According to them, Rohingyas were descendants of inhabitants of 
Ruha in Afghanistan. 

> Ballast Yo <yo.balast@...> wrote:
> Wilayah myanmar memang sedari jaman
> bahula terlibat konflik perebutan
> kekuasaan antar suku. Pada abad 8
> Arakan adalah wilayah dibawah
> kerajaan bengali dan mampu memerintah
> bertahun2.

Rohingya adalah bangsa Arab aseli, bukan suku, bukan Bengali, karena Bengali 
adalah suku bangsa India yang beragama Hindu.

> Ketika inggris hengkang, arakan
> menjadi wilayah merdeka. Namun
> rohingya hanya menginginkan hak
> otonomi, hak demokrasi dan
> kebebasan beragama. Bukan
> kemerdekaan. Janji u nu yg
> menyatakan rohingya sederajat
> dgn suku burma hanyalan bualan
> kosong.

Inggris tidak mengenal suku Rohingya, kalo saja mereka ada bukti penduduk dari 
Inggris, pasti dianggap warga Myanmar, karena berdasarkan surat ktp itulah 
bukti bahwa mereka penduduk Myanmar dizaman Inggris.  U nu enggak pernah janji 
apapun kepada Rohingya.

Rohingya baru masuk kewilayah Myanmar pada 1952 yang sejak pertama masuk sudah 
diusir keluar !!!

Sekali lagi, tidak peduli Inggris maupun Belanda, sama2 menjajah dengan bukti2 
surat tanah, ktp, akte kelahiran dll.  Jadi jangan ngebual, hormatilah 
kedaulatan Myanmar, bahkan UN dan UNHCR tidak bisa menolong karena kenyataan 
berbicara bahwa Rohingya adalah penduduk gelap yang masuk dari Bangladesh.  
Dilain pihak pemerintah Bangladesh juga menolaknya karena mereka orang Arab 
yang berasal dari Afghanistant dulu memerangi pemerintah India untuk mendirikan 
negara Pakistant memisahkan diri dari India.

> Sejak itulah orang rohingya
> menjalani nestapa. Rumah desa
> dibakar, toko dijarah, dan
> wanita mengalami perbuatan
> tidak senonoh.

Yang melakukan pembunuhan, pembakaran rumah, penjarahan dan pemerkosaan itu 
adalah Arab Rohingya ini dan korban2nya orang Myanmar, jangan diputer balik.  
Arab Rohingya itu bersenjata !!!

Silahkan negara2 Islam menerima mereka, karena jelas Rohingya bukan umat Islam 
Myanmar.

Myanmar tidak melarang Islam, kebebasan beragama dijamin, negaranya adalah 
sosialistis bukan negara agama, semua agama ada dan dilindungi pemerintah 
Myanmar.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke