Arakan yang merupakan bekas kekuasaan kerajaan bengali ini menjadi beraneka ragam etnisnya setelah jatuh ketangan inggris mengingat inggris membawa banyak budak, menerima tenaga murah perkebunan dan tawanan hasil jarahan dari tanah jajahannya. Mereka inilah berasimilasi dgn penduduk asli keturunan bengali di Arakan, yg telah ada sebelumnya.
Dlm catatan pengembaraannya de conti antara tahun 1420-1440, de conti mengaku Islam utk menembus sumatra, arakan islam, tenaserin dan jawa. Sebaliknya, Raja suku burma ini kaku dan sangat tertutup karena konflik yg berkepanjangan dgn suku dari etnis2 lain yg lebih dahulu berada di area ini sehingga penduduk yg mendiami wilayahnya tidak cukup membaur. Jika berdasarkan skenario : ttg usir-mengusir…Maka penduduk yg lebih dahulu pantas diusir adlh suku burman ini. Tpi mau ditaroh dimana, benua atlantis? Jd sebaiknya gak usah usir-usiran asal punya presiden gak goblok ttg demokrasi. Sebenarnya tidak hanya etnis rohingya yg diperangi rezim militer myanmar. Etnis lain malah memberontak seperti Kachin, Karen, Kayah, Pengusiran ini kemungkinan utk tujuan pengosongan wilayah krn daerah arakan ini memiliki sumber daya alam hidrokarbon, mineral, permata, kayu dan minyak. Junta militer myanmar ini sungguh kejam, bodoh, tak berwawasan dan juga rakus utk berkehidupan secara modern yang demokratis. Saya rasa masih lebih beradab suku indian. Bisakah warga dunia ini mendidik junta militer bengis, bodoh dan rakus itu?? --- On Mon, 7/23/12, Muskitawati <[email protected]> wrote: From: Muskitawati <[email protected]> Subject: [Indonesia-Rising] Di Burma Banyak Muslimin Tapi Bukan Rohingya !!! Date: Monday, July 23, 2012, 8:46 PM Jangan mencatut nama agama Islam agar bisa memaksa pemerintah Myanmar menerima orang2 gelap ini. Yang ditolak adalah pendatang gelap bukan masalah agama Islamnya. Burma bukan negara agama, rakyatnya bebas menganut berbagai agama termasuk Islam, dan banyak umat Islam di Burma tetapi mereka semuanya BUKAN ROHINGYA. Tapi ada beberapa negara Islam masih tetap memaksakan dan mengancam dengan terror, untuk hal ini Myanmar cukup pengalaman untuk berperang dengan mereka dan tidak akan berdialog sama sekali, apalagi ini adalah urusan dalam negeri sebagai kedaulatan negara Burma yang dilindungi UN, HAM, maupun Geneva Convention. Sekali lagi, jangan gunakan cara2 Arab Palestina untuk merebut negara lain dan mengusir bangsa Yahudi dari tanah airnya, pasti gagal, sama terbukti gagal memaksakan berdirinya negara Palestina. Baik dari catatan Inggris, dari presiden Rohingya sendiri, dari ahli sejarah Myanmar, maupun dari suku Arakan sendiri, semuanya tidak satupun yang menyatakan Rohingya adalah satu dari banyak suku2 di Myanmar !!! http://en.wikipedia.org/wiki/Rohingya_peopleBurmese historians like Khin Maung Saw have claimed that the term Rohingya has never appeared in history before 1950s. Dr. Maung Maung, there is no such word as Rohingya in 1824 census survey conducted by the British. Historian Aye Chan from Kanda University of International Studies noted that the term Rohingya was created by descendants of Bengalis in 1950s who migrated into Arakan during the Colonial Era. He further argued that the term cannot be found in any historical source in any language before 1950s Rohingya is derived from Arabic word 'Raham' meaning 'mercy'. Arab ship wrecked near Ramree Island, Arab traders were ordered to be executed by the Arakanese king. Then, they shouted in their language, 'Raham'. Hence, these people were called 'Raham'. Gradually it changed from Raham to Rhohang and finally to Rohingyas. Jahiruddin Ahmed and Nazir Ahmed, former president and Secretary of Arakan Muslim Conference respectively.[6] They argued that ship wrecked Muslims are currently called 'Thambu Kya' Muslims and currently residing along the Arakan sea shore. Should the term Rohingya derive from these Muslims, "Thambu Kyas" would have been the first group to be known as Ruhaingyas. According to them, Rohingyas were descendants of inhabitants of Ruha in Afghanistan. > Ballast Yo <yo.balast@...> wrote:> Wilayah myanmar memang sedari jaman> > bahula terlibat konflik perebutan> kekuasaan antar suku. Pada abad 8> Arakan > adalah wilayah dibawah> kerajaan bengali dan mampu memerintah> bertahun2. Rohingya adalah bangsa Arab aseli, bukan suku, bukan Bengali, karena Bengali adalah suku bangsa India yang beragama Hindu. > Ketika inggris hengkang, arakan> menjadi wilayah merdeka. Namun> rohingya > hanya menginginkan hak> otonomi, hak demokrasi dan> kebebasan beragama. Bukan> kemerdekaan. Janji u nu yg> menyatakan rohingya sederajat> dgn suku burma hanyalan bualan> kosong. Inggris tidak mengenal suku Rohingya, kalo saja mereka ada bukti penduduk dari Inggris, pasti dianggap warga Myanmar, karena berdasarkan surat ktp itulah bukti bahwa mereka penduduk Myanmar dizaman Inggris. U nu enggak pernah janji apapun kepada Rohingya. Rohingya baru masuk kewilayah Myanmar pada 1952 yang sejak pertama masuk sudah diusir keluar !!! Sekali lagi, tidak peduli Inggris maupun Belanda, sama2 menjajah dengan bukti2 surat tanah, ktp, akte kelahiran dll. Jadi jangan ngebual, hormatilah kedaulatan Myanmar, bahkan UN dan UNHCR tidak bisa menolong karena kenyataan berbicara bahwa Rohingya adalah penduduk gelap yang masuk dari Bangladesh. Dilain pihak pemerintah Bangladesh juga menolaknya karena mereka orang Arab yang berasal dari Afghanistant dulu memerangi pemerintah India untuk mendirikan negara Pakistant memisahkan diri dari India. > Sejak itulah orang rohingya> menjalani nestapa. Rumah desa> dibakar, toko > dijarah, dan> wanita mengalami perbuatan> tidak senonoh. Yang melakukan pembunuhan, pembakaran rumah, penjarahan dan pemerkosaan itu adalah Arab Rohingya ini dan korban2nya orang Myanmar, jangan diputer balik. Arab Rohingya itu bersenjata !!! Silahkan negara2 Islam menerima mereka, karena jelas Rohingya bukan umat Islam Myanmar. Myanmar tidak melarang Islam, kebebasan beragama dijamin, negaranya adalah sosialistis bukan negara agama, semua agama ada dan dilindungi pemerintah Myanmar. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
