Sungguh naif berpikirnya sebagian kalangan politisi, pejabat dan tokoh
masyarakat, yang hanya mensyaratkan pakaian Lady GaGa. Lady GaGa boleh
tampil dalam  konser di Jakarta, asal menggunakan pakaian yang sopan, tidak
erotis, dan  sesuai dengan adat ketimuran.

Pikiran yang sangat naif itu, tanpa memiliki landasan yang jelas, mensikapi
seorang artis, yang jelas-jelas akan berdampak sangat negatif bagi masa
depan bangsa. Mereka  tidak lagi memikirkan lagi nasib dan masa depan
bangsanya. Mereka tidak serius menghadapi invasi dan penetrasi budaya
(setan), yang pasti akan menghancurkan nilai-nilai, dan keyakinan bangsa
ini.

Tidak ada lagi sekarang kekuatan yang mampu melindungi nilai-nilai,
keyakinan, serta agama (Islam), yang menjadi  agama mayoritas  bangsa
Indonesia. Dengan dukungan politisi, tokoh masyarakat, dan para pejabat,
kemungkinan konser Lady GaGa akan berlangsung. Jika konser Lady GaGa ini
tetap berlangsung di Jakarta, maka di masa mendatang, nampaknya tak ada
lagi yang akan melarang artis-artis asing (setan) yang datang ke Jakarta.

Para politisi, tokoh masyarakat, dan pejabat,  hanya mempersoalkan hal-hal
yang tidak mendasar. Seperti masalah pakaian, dan tampilannya. Bukan
masalah yang sangat mendasar yang akan menjadi ancaman masa depan bangsa
 Indonesia. Berupa invasi budaya Barat yang sangat destruktif, yang sudah
menghinggapi pikiran, perasaan, dan tingkah laku dikalangan bangsa
Indonesia. Mungkin tidak sampai  satu dekade, bangsa Indonesia sudah akan
berubah total.

Lantas. Bagaimana kalau seorang  pelacur, kalau menggunakan baju abaya,
menggunakan jilbab, sambil memegang tasbih?  Masihkah para pelacur itu,
dibolehkan melakukan praktik setiap hari?

Bagaimana para peminum yang meminum minuman, misalnya dengan minuman yang
merek botolnya minuman ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa? Bolehkah para
peminum itu tetap mengkonsomsi minuman keras?

Bagaimana kalau seorang gay, lesbian, homosek, dan para  pelaku praktek
yang menyimpang, dan mereka menggunakan pakaian yang sopan, dan tidak
menunjukkan hal-hal yang aneh,  sebagai seorang gay, lesbi, homo, dan para
pelaku  praktek menyimpang itu? Bolehkan mereka tetap melakukan praktek
yang menyimpang itu?

Bagaimana kalau seorang  koruptor, yang selalu menggunakan peci atau
sorban, berpakaian jubah, terus memutar tasbih, dan berlaku sopan,tidak
menunjukkan perangai yang  aneh-aneh sehari-hari. Bolehkah mereka mencuri
uang rakyat triliun rupiah?  Bolehkah mereka merampok uang negara, dan
menyengsarakan rakyat?

Bagaimana kalau  ada seorang pemimpin negara  yang berpenampilan rapih.
Pakaiannya selalu nampak *“necis”*, disertai aksesoris yang standar,
berpenampilan dan berbicara dengan tertata rapi tutur katanya, tak nampak
salah dan menyakiti rakyat. Bolehkah pemimpin itu berlaku zalim, menindas,
berdusta, dan menyengsarakan kehidupan rakyatnya?

Dalam Islam itu, ada “trilogi”, yang harus selalu selaras, dan tidak boleh
satu sama lainnya, tidak dijalankan. Yaitu, iman yang kuat dalam hati,
diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam amal. Iman di dalam hatinya
yang kemudian dibenarkan oleh lisannya, dan harus diwujudkan dengan amal
(tindakan) nyata.

Walaupun hatinya menyakini atau beriman kepda Allah Rabbul Alamin, dan
keimanan diucapkan dengan lisannya, tetapi tidak diwujudkan dalam amal,
maka itu lah seburuk-buruknya manusia, yang disebut munafik. Manusia
munafik itu, jenis manusia yang paling dibenci  oleh Allah Rabbul Alamin.
Bahkan, diancam akan dilemparkan ke dalam  neraka yang paling dasar.

Mengaku beriman, keimanannya diucapkan dengan lisannya, tetapi tidak
mengamalkan, bahkan mendukung setan, perilaku kesesatan, dan menyimpang.
Itulah bentuk nyata-nyata kedurhakaan kepada Allah Rabbul Alamin. Betapa
sesatnya  jenis manusia seperti ini. Wallahu’alam.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke