Onoja "Diperkosa hingga Tewas" oleh Lima Istrinya

Seorang pengusaha kaya yang punya enam istri tewas karena diduga dipaksa
berhubungan seks secara maraton dengan para istrinya yang cemburu.

Pengusaha kaya itu warga Nigeria. Namanya Uroko Onoja. Ia dilaporkan sedang
berhubungan intim dengan istri termudanya ketika lima istrinya yang lain
menyerbu masuk ke kamar tidur lalu menuntut dan memaksa dia di bawah
todongan pisau dan tongkat untuk juga berhubungan seks dengan setiap orang
dari mereka.

Onoja dilaporkan mampu melakukan hubungan intim dengan empat istrinya yang
lain secara berturut-turut, tetapi kemudian "berhenti bernapas" saat
istrinya yang kelima naik ke ranjang di Ogbadibo, Nigeria, lapor harian
negara itu, Post Daily, seperti dikutip Mail Online, Selasa (24/7/2012).

Dua dari lima perempuan itu ditangkap setelah insiden di Negara Bagian
Benue pada pekan lalu tersebut, kata laporan itu, yang menggunakan istilah
"diperkosa hingga tewas" untuk menggambarkan nasib naas Onoja. Pria itu
diketahui baru kembali dari sebuah bar di komunitas kecil Ugbugbu,
Ogbadibo, Selasa lalu sekitar pukul 03.00. Ia langsung menuju kamar tidur
istri termudanya.

Lima istrinya yang lain, yang dilaporkan sudah mengadakan pertemuan untuk
membahas niat mereka sebelum sang suami tiba di rumah, diduga menghambur
masuk ke kamar tidur dengan membawa pisau dan tongkat. Mereka menuntut
bahwa mereka juga harus mendapatkan nafkah batin dari sang suami.

Pengusaha itu, yang digambarkan sebagai seorang dermawan yang "memberikan
kontribusi positif" bagi pertumbuhan masyarakat setempat, diperkirakan
sempat menolak tuntutan para istrinya sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Onoja dilaporkan berhenti bernapas dan tidak dapat diresusitasi setelah
berhubungan intim dengan empat istrinya secara berturut-turut.

Istri termudanya, sebagaimana dikutip Post Daily, mengatakan bahwa lima
istri yang lain itu lari ke hutan ketika menyadari suami mereka telah
tewas. Kepala desa setempat, Okpe Odoh, mengatakan kepada koran itu bahwa
kasus tersebut telah dilaporkan kepada polisi.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke