Sekedar mengingatkan... Dengan berbaik sangka tadinya saya kira johny-indon itu sekedar korban didikan bapaknya yang serdadu dan yang, tentu saja, diajar membunuh manusia dan yang berkemungkinan pernah memimpin pembantaian atau ikut melakukan pembataian yang begitu sering dilakukan serdadu Indonesia...
Atau korupsi besar-besaran, yang juga sering dilakukan serdadu Indonesia.. Atau dua-duanya: pernah memimpin atau ikut pembantaian dan korupsi besar-besaran. Yang jelas, bapak johny-indon itu adalah serdadu yang buas, begitu buasnya, begitu biadabnya, begitu kejamnya, begitu kejinya dan begitu ganasnya hingga dia tega-teganya memperlakukana anaknya kayak anjing budug dengan menendang johny-indo hingga terkencing-kencing... Jadi, saya kira tadinya, otak johny-indo itu sekedar ciut hingga, by a a manner of speaking, menjadi sekecil biji peler anjing chihuahua.. Dan kelakuan johny-indo itu memang mirip kayak anjing: demen menggongong asal menyalak. Mikir, dia jelas tidak bisa. Tapi ternyata keadaan johny-indon itu jauh lebih parah: otaknya jelas sudah rusak berat dan jadi busuk, nista lagi menjijikkan. Jelasnya: johny-indon itu bukan manusia waras. Begitu rusak otaknya hingga dia tidak tahu, antara lain, bahwa sumo itu adalah sport orang Jepang dan Marlene itu adalah nama perempuan. Dan seperti rezameutia juga, johny-indon itu jelas adalah psikopat yang demen memfitnah dan pamer isi otaknya yang sudah rusak dan jadi busuk, nista lagi menjijikan itu. --- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote: > > > > plik, lu knapa? halusinasi ya? > orang lagi ngomongin olimpiade lu ujug2 meracau ga keruan. > > elu selalu membantah hasil polling yg menyatakan bahwa > 74% member prol percaya elu gila. > ironisnya, elu sendiri yg ber kali2 membuktikan bahwa hasil polling itu benar > belaka. > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: > > > > > > Kasihan pan melihat Dipo yang makin gila begini... > > > > Omongannnya makin kaco aja. > > > > Sayangnya dia tidak mau berobat ke psikiater. > > > > > > --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > > > > Perang urat syaraf dalam olahraga adalah hal biasa. Tetapi > > > yang dilakukan LOGOC ini (panpel olimpiade London) sudah > > > keterlaluan mengingat mereka menggembar-gemborkan teknologi > > > yang tentunya berpresisi tinggi. > > > > > > Insiden ini bukan yang pertamakali terjadi dalam sejarah > > > olahraga Inggris-Korea Utara. Pada Piala Dunia 1966, Inggris > > > sebagai tuanrumah menolak memberi visa kepada tim Korea Utara > > > dengan alasan, "mereka komunis!" walau akhirnya menyerah > > > pada desakan FIFA. Kenyataannya, prestasi Korea Utara saat itu > > > cukup berkelas. Mampu mengalahkan Itali 1-0 dan baru tersingkir > > > setelah tertahan Portugal di perempat final. Untuk negara Asia > > > (yang komunis pula), mencapai babak perempat final kejuaraan > > > sepakbola dunia adalah prestasi besar. > > > > > > Jadi, tidak ada bukti samasekali bahwa bangsa Barat adalah > > > bangsa yang paling obyektif. Mereka masih suka main SARA dan > > > memelihara dendam. Buat mereka, minta maaf atas suatu kesalahan > > > adalah perkara sepele. Buat mereka, lebih baik dibilang bodoh & > > > tolol daripada diungkap realita sesungguhnya, culas! jahat! > > > > > > Kalau di wilayah olahraga yang menjunjung sportivitas saja > > > Inggris senang memupuk keculasan & kejahatan, bagaimana lagi > > > di wilayah konflik yang menewaskan jenderal tempur mereka > > > di Soerabaja. > > > > > > Waspadalah. Mereka masih terus memperkeruh Selat Malaka & > > > Laut Cina Selatan. > > > > > > > > > --- > > > > > > Salah Bendera, Korea Utara Sempat Menolak Main > > > Penulis: Ferril Dennys | Kamis, 26 Juli 2012 | 06:29 WIB > > > > > > Bendera Korea Selatan dipasang disebelah foto pemain Korea Utara, > > > sebelum pertandingan Olimpiade 2012 antara antara Korea Utara dan > > > Kolombia, di Glasgow, Rabu (25/7/2012). > > > > > > GLASGOW, KOMPAS.com Tim nasional sepak bola perempuan Korea Utara > > > sempat menolak bermain melawan Kolombia pada pertandingan olimpiade > > > di Glasgow, Rabu (25/7/2012), karena kesalahan panitia penyelenggara > > > memasang gambar bendera di sebelah foto wajah mereka. > > > > > > Sebelum kick-off, yang dijadwalkan pukul 19.45 BST atau Kamis > > > (26/7/2012) pukul 01.45 WIB, ditampilkan video berisi foto-foto wajah > > > pemain kedua kubu. Di sebelah foto pemain terdapat nama dan negara > > > pemain. Nah, untuk kontingen Korea Utara, bendera yang dipasang di > > > sebelah foto wajah mereka adalah bendera Korea Selatan. Aksi mogok > > > itu membuat pertandingan mundur 65 menit. > > > > > > "Hari ini, dalam video di layar besar yang ditayangkan menjelang > > > pertandingan sepak bola perempuan di Hampden Park ditampilkan bendera > > > Korea Selatan, bukan Korea Utara. Jelas ini adalah kesalahan. Kami > > > akan meminta maaf kepada tim dan Komite Olimpiade Nasional akan > > > mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan kejadian ini tak > > > terulang," demikian pernyataan panitia penyelenggara. > > > > > > Pertandingan itu dimenangkan Korea Utara dengan skor 2-0. Sepasang > > > gol tersebut diciptakan Song Hui Kim pada menit ke-39 dan 85. > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
