Kayak ngejilat pantat nabi aja.



>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Sunday, July 29, 2012 2:53 PM
>Subject: [proletar] DARI MOBIL ESEMKA HINGGA MOBIL LISTRIK INDONESIA
> 
>
>  
>Ref. Apakah puja puji mobil listrik nasional seperti hirukpikuk “blue enegeri”?
>
>http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=42&id=38911
>
>RABU, 25 Juli 2012 | 247 Hits
>
>Ir. Felix Christanto, Direktur Wahana Inovasi Utama
>DARI MOBIL ESEMKA HINGGA MOBIL LISTRIK INDONESIA 
>
>Apakah persamaan dari mobil Esemka dan Mobil Listrik Indonesia?, orang – orang 
>yang mempopulerkannya adalah orang – orang yang telah terbukti integritasnya 
>terhadap Negeri ini, berorientasi pada semangat kearifan lokal, walaupun 
>disayangkan daya dorongnya belum maksimal karena begitu banyaknya keterbatasan 
>/ kompetensi yang harus diperjuangkan. Membangun budaya Iptek sangat 
>memerlukan kesadaran tinggi tentang pentingnya budaya litbang (penelitian dan 
>pengembangan) serta kebijakan Pemerintah yang berpihak menyangkut arah 
>pembangunan nasional yang bermartabat, berkelanjutan, serta ber visi jauh 
>kedepan. 
>
>Ada tiga faktor penting yang melandasi gerak industry pada suatu Negara agar 
>bisa berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan yakni seberapa besar tingkat 
>penguasaannya terhadap piranti keras ( Hard ware ), piranti lunak ( Soft ware 
>)serta SDM ( Brain Ware ). Kita semua harus sepakat bahwa tidak semestinya 
>suatu produk untuk konsumsi luas, seluruh komponennya harus buatan dalam 
>negeri. Juga alangkah tidak pantas jika seluruh komponennya harus diimport 
>dari luar. perusahaan dengan bidang – bidang Spesialisasi yang bisa 
>menghasilkan mutu yang tinggi dengan harga kompetitif tersebar meluas 
>diseluruh dunia. 
>
>Pada tingkatan inilah dilema dan peluang dalam pemilihan bercampur aduk dalam 
>pengambilan suatu keputusan. Kebijakan yang cerdik dari Negara – Negara yang 
>dikenal hebat sebagai penarik investasi adalah menawarkan kemudahan dan 
>fasilitas investasi demi untuk tercapainya proses transfer ilmu pengetahuan 
>dan teknologi. Di RRC misalnya jenis investasi ini mengharuskan seluruh produk 
>nya berorientasi eksport sementara pasar dalam negeri akan dilayani oleh 
>produksi Perusahaan nasional. Dengan kebijakan demikian perusahaan lokal 
>mendapat sparing partner bersaing secara kualitatif tidak saling mematikan 
>bahkan bahu membahu saling bertukar pengalaman demi mendapatkan produk yang 
>terbaik pada zamannya.
>
>Perangkat keras berkaitan dengan perkembangan ilmu material ( ilmu logam dan 
>sejenisnya). ketika kita mau menggunakan produksi dalam negeri dengan 
>kandungan lokal setinggi mungkin dalam industri mobil listrik maka penelitian 
>dibidang Nano teknologi menjadi suatu keharusan. Material –material komposit 
>dengan karakter ringan tetapi sangat kuat semisal serat karbon harus digunakan 
>untuk dapat melahirkan mobil yang ringan, efisien dan aman bagi pengendara.
>
>Desain mikroprosesor sebagai otak pengendali yang cerdas juga sangat 
>bergantung pada penelitian di bidang ini. Para ilmuan dunia kini sedang gencar 
>– gencarnya berjuang keras pada penelitian bagaimana menciptakan material 
>super konduktor operasi “suhu dan tekanan” lingkungan agar dapat meniadakan 
>faktor kehilangan akibat adanya tahanan electric pada lilitan suatu motor 
>listrik. jika tercapai maka praktis suatu motor akan berumur sangat panjang 
>serta konsumsi energinya menjadi rendah karena panas yang timbul akibat adanya 
>tahanan electron pada sirkuit sudah tidak ada. Kereta listrik super cepat 
>semisal Maglev Jerman dan RRC, Korea Train Express , Taiwan High Speed Rail, 
>Diretfisima Italya, Eurostat Inggris, shinkansen Jepang, dan pada beberapa 
>Negara lain menerapkan prinsip superkonduktor dimana dalam pergerakannya roda 
>kereta tidak lagi bergesekan dengan bantalan / relnya tetapi mengapung di 
>udara dalam arahan medan magnet. Baterei / aki sebagai
 sumber penyimpan energy untuk mobil listrik juga masih menyimpan sejumlah 
masalah termasuk masih relative mahal, limbahnya cenderung beracun (B3) 
sehingga masih menarik untuk diteliti pengembangannya. 
>
>perangkat lunak berkaitan dengan pemograman sebagai otak pengendali yang umum 
>Kita kenal dengan CPU (Central Prossesing Unit). Bagian ini merupakan bagian 
>tersulit dimana tingkat ketergantungannya masih sangat tinggi terhadap produk 
>Negara – Negara maju. Produk produk ini adalah produk industry strategis yang 
>relative tak akan diproduksi di negara asing sehingga menjadi monopoli Negara 
>penciptanya. Sebaliknya perangkat keras cenderung menjadi komoditas yang 
>direlokasi besar – besaran pada negara negara yang berlimpah bahan bakunya.
>
>Bagian ketiga Brain ware bertumpu pada kualitas SDM (sumber daya manusia) 
>sebagai pemegang otoritas tertinggi. Pada Negara Negara dengan tingkat 
>pemikiran tinggi, batas batas kewarganegaraan sudah menjadi tidak penting 
>lagi. Yang penting bagaimana SDM terbaik dari seluruh dunia bisa berkontribusi 
>mendukung sistemnya agar berkembang menjadi yang terbaik. Pada tingkatan ini 
>Indonesia banyak kehilangan putera – puteri terbaik Bangsa karena tidak 
>kondusifnya budaya Iptek. Jika Kita berkaca pada perjalanan karir seorang 
>Habibie, Kita akan tahu bahwa membangun system tidak semudah membalik telapak 
>tangan. Karir tertingginya adalah menjadi wakil presiden direktur perusahaan 
>penerbangan MBB Jerman. Suatu jabatan tertinggi yang pernah dipegang orang 
>asing yang kebetulan berkewarganegaraan Indonesia. 
>
>Bagi Jerman yang terpenting adalah kontribusinya bagi kemajuan Jerman dan MBB 
>secara khusus. Bagaimana realisasi membangun industry dirgantara di tanah air 
>?. jalannya panjang dan berliku. SDM harus disekolahkan dalam jumlah yang 
>cukup. Di magangkan pada perusahaan sejenis di Jerman. Apa reaksi dunia ketika 
>gagasannya diutarakan?, beliau ditertawakan sebagai bangsa yang tidak akan 
>mampu karena tidak berbudaya IPTEK. Akhirnya yang paling realistis adalah 
>merintis industry perakitan dengan membeli lisensi, berkembang menjadi desain 
>konstruksi sampai akhirnya bisa berproduksi total. Kita tidak bisa bertumpu 
>semata pada tingginya pendidikan serta asal didikannya dengan mengabaikan 
>faktor pengalaman dan system yang terbangun sebagai penentu umpan balik 
>terbaik untuk bermawas diri bahwa Kita tak akan pernah puas dengan apa yang 
>sudah diperoleh agar bisa lebih baik lagi. 
>
>Listrik adalah suatu proses perpindahan electron pada materi yang bersifat 
>konduktor. Listrik itu sendiri dibagi dua yakni listrik berarus AC ( 
>alternating current ), arus bolak balik yang kita kenal pada pemakaian 
>komersial dirumah – rumah. Jenis listrik ini memberikan efek kejut /sengatan 
>ketika tersentuh yang bisa berakibat kematian. Jenis lainnya adalah listrik 
>berarus DC (Direct Current), jenis arus searah yang tidak berefek kejut ketika 
>tersentuh. Mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan motor listrik DC 
>sebagai penggerak serta alternator DC untuk pengereman dalam satu paket 
>rancangan. Pengereman mobil konvensional (bahan bakar fosil) bersifat mekanis 
>sementara pengereman mobil listrik bersifat magnetis yang fungsinya sekaligus 
>untuk mengisi (charging) kembali baterei. 
>
>Masa depan mobil listrik di Indonesia bisa dibilang cerah seiring dengan 
>tingginya intensitas matahari sebagai berkah dari letaknya digaris 
>khatulistiwa. Mengingat terbatasnya daya penyimpanan baterei sebagai sumber 
>energy penggerak, alternative yang paling mungkin untuk mempertahankan 
>keandalannya pada setiap medan adalah menghadirkan mesin pengisi baterei 
>kembali. Untuk wilayah perkotaan, mesin pengecash (pengisi) baterei tidak 
>masalah karena hadirnya sumber listrik dari PLN. Di tempat fasilitas umum, 
>sudah pasti dengan mudah tersedia meteran pengisi baterei sebagai sumber 
>bisnis baru. Untuk operasional di daerah pedesaan opsionalnya menjadi lebih 
>ruwet. Desainnya lebih cocok sebagai mobil hybrid yakni mobil listrik yang 
>dilengkapi diesel kecil untuk pengisian baterei pada saat dibutuhkan didaerah 
>yang tak terjangkau listrik mengingat rasio elektrifikasi di tanah air masih 
>tergolong rendah. 
>
>Bisa juga ekonomi kerakyatan dirintis dengan membangun stasiun pengisian 
>listrik dari panel surya. Rakyat atau koperasi bisa mengelolanya untuk 
>kepentingan pemakaian sendiri serta dapat menjualnya pada kendaraan yang 
>membutuhkan. Masa depan ideal untuk mobil listrik adalah bagaimana mobil 
>tersebut bisa memenuhi sendiri kebutuhan energinya dengan melapisi seluruh 
>bodinya dengan panel surya (Foto voltaic). 
>
>Energy listrik ramah lingkungan menjadi primadona penyelamatan bumi setelah 
>efek pemanasan global berupa perubahan iklim ekstrim makin menyusahkan banyak 
>orang. Dampak curah hujan berlebihan membuat banjir dan longsor terjadi dimana 
>– mana. Kekeringan ekstrim sama dampaknya berupa gagal panen. Bencana 
>kelaparan dan wabah penyakit menjadi sangat potensial, Pemutihan terumbu 
>karang terus terjadi membuat populasi biota laut menurun drastis.
>
>Listrik ramah lingkungan harus diletakan pada pola pembangunan secara integral 
>bukan parsial. Tahun lalu perusahaan Boeing melakukan uji coba penerbangan 
>tanpa awak dengan merancang pesawat listrik yang seluruh bodinya ditutupi 
>panel surya. Tahapan prototip harus dilakukan untuk mengetahui unjuk kerjanya 
>serta efisiensi yang mendasarinya agar produk tersebut dinyatakan layak.
>
>Pada tahapan inilah Pak Dahlan Iksan selaku inisiator harus berhati hati. 
>Pendidikan tinggi para perancang tidak bisa dibilang jaminan pasti 
>keberhasilan program. Jika alasannya untuk menurunkan “emisi udara serta beban 
>subsidi BBM”, sumber energy untuk mengisi kembali tidak boleh dari pembangkit 
>berbahan bakar fosil. Dalam ilmu teknik Kita kenal apa yang dinamakan faktor 
>kehilangan (efisiensi). Jika suatu mobil listrik mendapatkan total energy 
>pengisian kembali dari pembangkit BBM maka secara teoritis penggunaan mobil 
>listrik lebih “boros BBM dan berpolusi’ dibandingkan dengan langsung 
>menggunakan mobil BBM karena konversi energy dari BBM ke listrik untuk 
>menghasilkan energy gerak pasti lebih besar kehilangannya dibandingkan jika 
>kita langsung menggunakan energy BBM menjadi energy gerak melalui combustion ( 
>pembakaran). Maju terus Pak Dahlan, karena dimana ada kemauan disitu pasti ada 
>jalan. Semoga. (*
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke