Ralian Jawalsen Manurung





Bila mengungkit peristiwa masa lalu, jelas Marzuki, bangsa terkesan berpikir 
mundur.



JAKARTA, Jaringnews.com - Permintaan maaf pemerintah atas pelanggaran 
hak asasi manusia (HAM) pada peristiwa politik 1965 harus memiliki dasar
 terukur dan jelas.



"Jadi harus dilihat, apa betul pelanggaran HAM, atau makar. PKI pada 
saat itu makar, kalau saja mereka yang menang dalam pemberontakan 
mungkin jumlah korban pelanggaran HAM lebih banyak lagi," ujar Ketua DPR
 RI Marzuki Alie, di ruangannya, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta,
 Kamis (26/7).



Kata dia, persoalan peristiwa politik 1965 harus dilihat  secara jelas 
sehingga tidak dengan begitu mudahnya menyimpulkan peristiwa tersebut 
masuk kategori pelanggaran HAM.



Namun, dia mengakui, perkembangan HAM sekarang ini lebih baik dari sebelumnya.



Dia juga mengutarakan, peristiwa politik yang terjadi pada 1965 hampir 
setengah abad. Bila mengungkit peristiwa masa lalu, jelas Marzuki, 
bangsa terkesan berpikir mundur.



"Kasus HAM lama sebaiknya dilakukan rekonsiliasi, dan kasus-kasus 40 
tahun lebih masa kita berpikir mundur, apalagi orangnya sudah 
kemana-mana," tukas Marzuki.



Sebelumnya, kata Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, membuka kasus 
pelanggaran HAM pada masa lalu tidak akan menyelesaikan masalah. "Nanti 
zaman Ken Arok juga diungkit," ujar Priyo, di gedung Nusantara III DPR 
RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7).



Atas komentar Priyo pada Selasa (24/7) kemarin, Koordinator Kontras 
Haris Azhar angkat bicara dan mengecam apa yang disampaikan Priyo. 
Menurut dia, membuka sejarah lama itu penting untuk membangun garis 
batas, apa yang salah atau tidak dari pelanggaran HAM masa lalu."Siapa 
yang salah, dan siapa yang tidak salah di masa lalu harus jelas," ujar 
Haris.



Dengan demikian, kata dia, akan diketahui siapa yang bisa diajak 
membangun negeri dan apa yang tidak boleh diulangi, seperti halnya 
kekerasan. "Priyo bicara seperti itu karena dia dari Golkar, partai yang
 selama Orde Baru berkontribusi dalam banyak pelanggaran HAM. Dia 
mewakili kepentingan Golkar untuk diselamatkan dari penghukumannya atas 
kesalahan di masa lalu."



http://jaringnews.com/politik-peristiwa/wakil-rakyat/19537/ketua-dpr-apa-betul-peristiwa-politik-pelanggaran-ham-

Berbagi berita untuk semua
http://goo.gl/KKHtihttp://goo.gl/fIWzb

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke