Tradisi adalah kegiatan2 ritual ceremonial sekelompok penduduk disuatu tempat 
secara turun temurun yang dipelihara terus ditempat asal usulnya kegiatan ini.  
Kegiatan ini tidak salalu harus terkait dengan agama atau kepercayaan, ada 
kalanya hanya sebagai hiburan saja.  Misalnya, di Madura ada karapan sapi, di 
Spanyol ada Matador, di India ada peniup suling diserta ular Cobra yang 
me-nari2.

Mungkin saja kesemuanya kegiatan itu mula2nya terkait agama, kepercayaan dan 
berbagai ritual lainnya, atau bisa juga setelah melewati waktu yang lama 
bertransformasi menjadi adu kepandaian berkelahi dll.

Agama Buddha di Cina bisa berkembang bersama tradisi Barongsai yang kemudian 
menjadi kompetisi berhadiah yang dibayar oleh orang2 yang kaya atau juga 
sumbangan dari siapa saja yang lewat.  Demikianlah, begitu banyaknya tradisi2 
yang menarik yang akhirnya menjadi hiburan, menjadi tontonan dan tetap kita 
namakan sebagai tradisi, kita namakan budaya dll.

Khususnya Olympic Games sekarang menjadi tradisi ritual dan ceremonial dunia 
kita yang asal usulnya dari Yunani Kuno yang dulunya merupakan ceremonial atau 
ritual penyembahan rajanya dewa2 yaitu dewa Zeus.  Bersama dengan kemajuan 
teknologi dan lainnya, maka makin meriahlah upacara ini, makin banyak juga 
entertainmentnya, makin banyak macam yang dipertandingkan dan bahkan 
pembukaannya pun demikian mewahnya dimana berkumpul semua jagoan2 seluruh dunia 
untuk bidang masing2 yang dipertandingkan.

Karena masyarakat di Indonesia kebanyakan Islam, maka pertandingan2 Olympiade 
perlu kita ulas dalam kaitannya dengan agama Islam.

Andaikata umat Islam berhasil memaksa tegaknya Syariah Islam, dunia berhasil 
diambil alih menjadi Syariah Islam sesuai dengan yang diperintahkan Allah bahwa 
hanya Syariah Islam saja yang boleh satu2nya ditegakkan dimuka bumi ini.  Lalu 
apakah Olympic Games ini akan dilarang ???

Jawabnya semua sudah tahu, yaitu ya!!!  Karena Islam melarang segala tradisi, 
upacara, ritual dan ceremonial berhala.  Dunia akan kehilangan satu tradisi 
yang menarik yang tidak harusnya dihubungkan dengan berhala karena lebih dirasa 
sebagai hiburan atau entertainment.  Apakah akibat dilarangnya Olympic Games 
ini tidak akan menimbulkan pro-contra dikalangan umat Islam sendiri ????  Tentu 
pasti akan timbul pertentangan dan argumentasi disini.  Namun semua 
penentangnya itu akan diabaikan bahkan dihukum mati.

Hampir dalam semua cabang yang kalo kita teliti satu2 selalu ditemukan hal2 
yang melanggar kaidah2 Syariah Islam.  Contoh umum saja dalam hal upacara 
bendera bagi pemenang, hal ini sudah disamakan dengan Sirik, ditambah lagi 
menyanyikan lagu kebangsaan pun perbuatan yang melanggar Syariah Islam.  
Apalagi dalam hal cara berpakaian bagi wanita dikolam renang, dalam busana 
wanita yang bertanding bola Voley atau beach voley ball.  Jadi kehidupan dalam 
dunia Syariah Islam jadi sepi, semua dilarang, filem dilarang, sandiwara 
dilarang, tari2an dilarang, musik dilarang.

Hampir semua atlit2 wanita di Olympic Games mengenakan cuma celana dalam saja 
secarik kain segi-tiga penutup aurat saja sehingga sewaktu si atlit wanita 
bergerak, maka celananya bisa melorot kebawah atau malah makin melekat sehingga 
si atlit harus melonggarkannya dengan jari2nya yang disusupkan diantara kedua 
pahanya agar sedikit renggang.  Jelas tontonan Olympic Games yang seperti 
begini disemua event harus dihukum penggal.

Jadi kalopun kita tengok ke negara Syariah Islam sekarang, maka yang cukup 
konservative hanyalah Arab Saudia, namun pelaksanaan Syariah Islam disinipun 
belumlah maximal masih banyak hal2 dari negara2 kafir dijiplaknya untuk 
dipraktekkan dinegara Syariah Islam.  Contohnya saja, Bank Syariah itu haram 
karena merupakan produk kafir meskipun ditambahkan kata Syariah tidak 
mengubahnya jadi halal.  Hal ini saya saksikan sendiri pada tahun 1950an dimana 
para pemuka Islam melarang segala bentuk perbankan sehingga Bung Karno dan Bung 
Hatta membentuk Koperasi yang waktu itu bisa diterima umat Islam.  Tapi kalo 
kita bandingkan dizaman sekarang, ternyata Bank Syariah sudah dianggap milik 
Islam, sama sekali tidak ada perkiraan bahwa Bank Syariah ini produk orang2 
kafir yang bernafaskan Riba meskipun namanya diganti dengan pembagian 
keuntungan.  Dengan kenyataan2 ini, kita sama2 membuktikan bahwa Syariah Islam 
sendiri dalam prakteknya berubah pelan2 dalam
 perjalanan waktunya.

Meskipun perlahan, tapi pasti, Syariah Islam dan Islam akan berubah, jadi 
kalopun suatu saat nanti mungkin Syariah Islam bisa menguasai dunia, tentu 
tidak akan lama umurnya karena tidak ada satupun kemajuan2 dunia yang sudah 
kita alami sekarang bisa ada penggantinya dalam Syariah Islam, seperti contoh 
Olympic Games ini yang jelas2 merupakan hiburan tidak akan bisa diperkenankan 
didalam Syariah Islam.

Bisa disimpulkan pasti, biarpun Syariah Islam bisa menguasai bumi ini, namun 
perlawanan atau penolakan Syariah Islam akan berkobar selamanya dan kalopun 
dilakukan voting tidak akan bisa mendapatkan pendukung yang cukup untuk 
mempertahankannya.  Oleh karena itu hampir tidak mungkin Syariah Islam bisa 
mendapatkan pendukung2 yang cukup dari kalangan masyarakat yang sudah biasa 
hidup bebas, bahkan masyarakat yang sudah terbiasa dalam kehidupan syariah 
Islam sekarangpun terbukti memberontak terhadap kekuasaan Syariah itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke