Begitulah ajaran Islam yang bisa menyalahkan perbuatan orang lain tapi membenarkan perbuatan yang sama yang dia sendiri lakukan. Delapan kapal penuh padat berisi pengungsi Rohingya yang berjumlah sekitar 400 jiwa telah mendarat di Aceh. Mulanya diterima oleh Pemda Aceh atas dasar ukhuwah Islamiah, tapi setelah tiga bulan tinggal di Aceh, masyarakat Aceh jadi gelisah karena mereka mencuri jemuran dan ada yang mau menikahi gadis Aceh dengan cara memperkosanya dan kemudian bersedia dinikahi. Sebagian lagi melarikan diri dari tempat penampungan dan diduga merencanakan mencari dan menikahi gadis Aceh agar bisa menjadi warganegara RI dan penduduk Aceh.
Setelah tiga bulan tinggal bersama penduduk Aceh, akhirnya oleh pihak immigrasi RI mereka akhirnya dipindahkan ketempat tahanan, ke Rumah Detensi Imigrasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Mereka diangkut naik duabus Pelangi di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, TNI, dan petugas Imigrasi Lhokseumawe. Mereka semuanya menolak dipindahkan dan diantaranya ada yang berontak melawan petugas. Mereka diperlakukan sebagai tahanan immigrasi, mereka diberi baju seragam kuning plus kartu identitas yang digantungkan di leher masing-masing. http://www.ikhwanesia.com/2012/02/manusia-perahu-myanmar-menangis.html Setelah menghubungi pihak UNHCR, kemudian pemerintah RI menyerahkan semua pengungsi Rohingya ini dan menolak permohonan UNHCR agar para pengungsi ini ditolong tinggal di Aceh didalam camp2 pengungsian yang akan dibangun oleh pihak UNHCR, tapi pemerintah RI menolaknya. Jadi pemerintah RI yang bersyariah Islam pun menolaknya, lalu kenapa Myanmar diharuskan menerima dan mengakuinya ??? Kalo RI yang Islam pun menolak dan tidak bisa dipaksa menerima pengungsi Myanmar, lalu dasar apa yang mau digunakan agar Myanmar boleh dipaksa untuk menerimanya ??? Hal inilah yang enggak bisa dijawab pemerintah RI sementara partai2 Islam hanya mengutuki pihak lawannya saja yang dianggapnya bersalah. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/07/29/m7xhk1-knpi-malaysia-kasus-rohingya-permalukan-indonesia Menghadapi polemik pengungsi Rohingya ini, pemerintah Malaysia berbeda sikapnya dari RI, dengan bantuan UNHCR telah dibangun beberapa tempat penampungan para pengungsi Rohingya ini dan mereka tidak ditempatkan dipenjara seperti yang dilakukan oleh pemerintah RI yang maha-Islami ini. Bahkan tidak ada pengungsi Rohingya yang digebuki masyarakat seperti di Aceh. Malaysia MENGUTUK Indonesia karena menolak pengungsi Rohingya karena alasan tidak punya kewargaan negara, TETAPI dilain pihak pemerintah Malaysia dipaksa untuk menerima dan mengakui penduduk RI yang masuk secara ilegal sebagai warganegara Malaysia padahal semuanya tidak ada yang punya bukti kewargaan negara Indonesia dan kedubes RI menolak memberikan paspor sebagai bukti kewargaan negara mereka. Jadi gimana dasar pemikirannya bahwa Myanmar dipaksa mengakui Rohingya, sementara Indonesia menolak mengakui warganya sendiri yang masuk secara ilegal ke Malaysia dimana Malaysia diminta menerima dan memberinya kewarganegaraan Malaysia. Pemerintah RI sedang sibuk melindungi kepentingan jajahannya di Papua yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya yang bukan ras indonesia, sebaliknya Rohingya justru pendatang2 gelap berbeda ras yang bukan bangsa Myanmar. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
