Dalam rangka memberi dukungan kepada Abbas diundang 12 negara untuk merundingkannya atas nama negara2 non-block. Tetapi Indonesia ditolak Israel memasuki wilayah Ramalah yang notabene memang merupakan hak Israel dalam memberi dan menolak izin masuk. Jadi ada 5 negara yang tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel ditolak memasuki Ramalah.
Tujuan pertemuan ke 12 negara2 ini adalah mencari kesamaan tindakan dalam mengumpulkan dukungan di UN untuk memberi pengakuan kepada Abbas. Padahal cuma 5 negara saja yang ditolak, sedangkan sudah 7 negara diizinkan masuk. Namun hanya karena 5 negara yang batal masuk, Abbas mengambil keputusan membatalkan pertemuan tsb sehingga ke tujuh negara yang sudah diizinkan masuk terpaksa ngeloyor balik pulang kenegaranya dengan kecewa atau keputusan Abbas tsb. Bagaimana kalo Papua mengundang Israel dan negara2 lainnya dan menyelenggarakan konferensi negara2 non-blok untuk mencari dukungan menjadi anggauta UN di Jayapura ??? Apakah Menlu Israel akan diberi izin masuk oleh pemerintah RI ?? Jelas enggak mungkin ya, bahkan menyelenggarakan konferensi-nya pun tidak diizinkan dan semua penyelenggara akan ditembak mati ditempat. Jadi Israel jauh lebih manusiawi, jauh lebih bijaksana karena penyelenggaraan konferensi mencari dukungan Palestina di UN itu tidak dilarang. Ramalah, Gaza dan Westbank itu bukanlah wilayah pendudukan tetapi murni wilayah Israel yang direbutnya dari Mesir sewaktu Israel diserang puluhan negara2 Arab secara curang dan tidak adil pada 1967. Akibat serangan tsb. Israel membalas serangan itu dengan merebut wilayah2 strategis negara2 penyerangnya. Jadi wilayah ini resmi dan syah merupakan wilayah Israel. Jadi Gaza dan Westbank oleh Israel tadinya akan diserahkan menjadi negara Palestina dengan persyaratan pengakuan terhadap Israel dan menjaga keamanan dan perdamaian dengan Israel. Jadi itu baru rencana, tapi rencana ini dibatalkan oleh pihak Palestina yang menolak mengakui Israel dan terus menerus menembaki roket2 ke wilayah Israel. Jadi yang mengaku bernama negara Palestina belum ada pengakuan dari PBB, belum juga resmi disetujui Israel sehingga kedua wilayah ini secara syah masih milik dari negara Israel. Menlu menuduh Israel melanggar hukum Internasional, namun tidak dijelaskan hukum Internasional yang mana yang dilanggar Israel karena berdasarkan hukum Internasional Israel diakui adalah syah sebagai negara berdaulat yang oleh RI justru menolak mengakuinya, jadi dalam hal ini RI itu sendirilah yang melanggar hukum Internasional atas kedaulatan negara Israel. Hanya gara2 RI tidak bisa masuk, maka Abbas membatalkan pertemuan ini yang tentunya sangat tidak menghargai ke tujuh negara yang sudah datang ke Ramalah ini. Akibat sikap Abbas ini, dipastikan ketujuh negara yang sudah datang ini tidak akan bersedia memberi dukungannya kepada Abbas. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
