Refleksi: Pada zaman kolonial terkenal politik "devide et impera" , istilah Indonesaia sekarang ialah otsus, yaitu pengepingan daerah-daerah tertentu untuk dikuasai oleh birokrat-birokrat regional ABS. Prinsip tugas birokrat-briokrat ini tidak lain dari pada "menjilat ke atas dan menginjak-injak ke bawah". Jadi bukan untuk kemajuan sosial yang mempertinggi mutu kehidupan rakyat daerah tetapi sebaliknya.
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=119229 PAPUA Otsus Belum Timbulkan Kemajuan Sosial Rabu, 24 Agustus 2005 JAKARTA (Suara Karya): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memahami, pelaksanaan otonomi khusus (otsus) di Papua belum menimbulkan kemajuan bagi kehidupan sosial masyarakat Papua. Menurut Presiden, dalam pelaksanaan otsus juga masih ditemukan berbagai permasalahan. Kendati demikian, menurut Yudhoyono, pemberlakuan otsus tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu, juga memberikan kesempatan kepada penduduk asli Papua untuk membangun daerahnya. Semua itu disampaikan Presiden dalam keterangan pemerintah tentang kebijakan pembangunan daerah, di depan sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPR-MPR, Jakarta, kemarin. Untuk itu, Presiden mengajak pemerintah daerah dan masyarakat di Papua dan Irian Jaya Barat (Irjabar) untuk segera mengakhiri segala perbedaan, dan mulai memfokuskan perhatian untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah yang lain, dengan melaksanakan pembangunan. Di samping itu, Presiden juga menegaskan bahwa keberadaan Provinsi Irjabar adalah sah, dilihat dari sudut hukum negara. Kalaupun pengujian materiil oleh Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan UU No 45 Tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi Irjabar, hal tersebut tidak menyebabkan provinsi itu kehilangan landasan hukum pembentukannya. Hal itu, kata Presiden, karena putusan MK tidaklah berlaku surut. "Sama dengan provinsi lain, pelaksanaan pemerintahan Provinsi Irjabar kini didasarkan pada UU 32/2004 tentang pemerintahan daerah. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk sama-sama menaati hukum dan putusan MK itu dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Presiden. (M Kardeni) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hi09fcv/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1124854129/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
