Isu politik kembali mencuat di tengah pelaksanaan Olimpiade 2012, Ibu Kota
London, Inggris. Kali ini tidak muncul di arena pertandingan, melainkan di
kawasan pusat kota, dekat Jembatan London. Beberapa pegiat perempuan protes
sambil telanjang. Mereka menganggap panitia pesta olahraga sejagat itu
mendukung penerapan syariat Islam.

Empat perempuan itu melepas baju dan hanya mengenakan celana dalam. Di dada
mereka terdapat tulisan cat 'tolak syariah'. Mereka berorasi di tengah
kerumunan, menyatakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai
penyelenggara acara empat tahunan ini menyokong syariat Islam. "Bila aturan
mengekang itu boleh diterapkan di perlombaan, IOC sebaiknya
menyelenggarakan juga lomba rajam," kata salah satu pengunjuk rasa, seperti
dilansir harian the Daily Mail, Kamis (2/8).

Para pengunjuk rasa adalah anggota kelompok feminis radikal Femen dari
Ukraina. Sejak empat tahun terakhir, organisasi khusus kaum hawa ini sering
telanjang saat berdemonstrasi. Pada ajang Piala Eropa dua bulan lalu,
mereka juga melakoni aksi serupa menolak bisnis prostitusi selama
penyelenggaraan kejuaraan sepakbola itu.

Sempat berorasi selama beberapa menit, beberapa anggota Kepolisian London
langsung mencokok mereka. Keempat pegiat itu dipaksa memakai kain atau
pakaian, lalu digelandang ke markas untuk dimintai keterangan.

Bersamaan dengan aksi itu, Femen lewat situs resminya melansir keterangan
pers, menjelaskan alasan mereka mengirimkan anggota untuk telanjang.
Organisasi ini menilai IOC bersikap toleran terhadap keinginan
negara-negara muslim agar atlet perempuan mereka memakai jilbab. "Syariat
Islam adalah hukum kejam terhadap perempuan, membiarkan negara muslim tetap
menerapkan aturan itu bertentangan dengan prinsip kesetaraan olimpiade
selama ini."

Persoalan jilbab memang sempat membuat IOC dan kontingen dari negara muslim
bersitegang. Kasus terakhir melibatkan pejudo Arab Saudi yang nyaris
dilarang tampil karena bersikeras ingin memakai penutup aurat.

Pihak IOC melunak dan membolehkan penggunaan jilbab karena mereka aktif
membujuk Saudi agar bersedia mengirimkan atlet perempuan. Dari seluruh
negara di dunia, tinggal Qatar dan Brunei Darusalam menolak mengirim atlet
wanita di pertandingan internasional.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke