Taik monyet kamu itu!
________________________________ From: Web <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; Abbas Amin <[email protected]>; Alexander Edbert <[email protected]>; Gabriella Rantau <[email protected]>; Jhonny Research <[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Slamet <[email protected]>; Tawangalun <[email protected]> Sent: Thursday, August 9, 2012 9:05 PM Subject: [proletar] Masjid dibakar di Amerika imamnya orang Indonesia Masjid dibakar di Kota Joplin, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat, ternyata imamnya warga Indonesia bernama Dr.Lahmudin. Berdasarkan rilis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rabu (8/8), menurut Dr. Lahmuddin pembakaran masjid itu adalah insiden kedua. Awal Juli lalu, seorang pria tertangkap kamera berusaha membakar masjid itu dengan melemparkan benda mirip korek api ke atas atap tempat ibadah itu. "Pria itu tidak teridentifikasi. Sampai saat ini Biro Penyelidik Federal (FBI) menawarkan hadiah USD 15.000 (Rp.141 juta) buat yang mau memberikan informasi buat menangkap pelaku perusakan itu," kata Lahmuddin. Masjid di daerah Joplin itu dibakar oleh pihak tidak dikenal Senin dini hari waktu setempat. Alhasil, FBI harus turun tangan menangani kejadian ini. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) meminta polisi memperketat penjagaan buat masjid lain. Selain itu, mereka ikut menawarkan uang USD 10 ribu (Rp 94.3 juta) buat pemberi informasi siapa pembakar masjid itu. Menurut Kimberley Kester, salah satu jamaah masjid, dia yakin pelaku adalah kelompok anti-Islam. "Insiden ini tidak menghentikan ibadah kami. Kami bakal mencari tempat pengganti buat melanjutkan ibadah," kata Kimberley. Dia menambahkan empat tahun lalu tempat ibadah itu sempat menjadi sasaran aksi serupa. Saat itu, pelaku membakar lambang masjid. Pembakaran masjid ini bertepatan dengan persiapan peresmian pusat kajian Islam di Kota Murfreesboro, Negara Bagian Tennessee. Gedung berfungsi sebagai masjid itu izinnya sempat ditahan bertahun-tahun dan pernah dirusak kelompok anti-muslim. Setelah kejadian itu, puluhan jemaat Gereja Santo Phillips Episcopal mendatangi lokasi reruntuhan masjid. Mereka memberi dukungan bagi umat muslim. Pendeta Frank Sierra dari gereja itu menyatakan siap menampung umat muslim untuk beribadah. "Saya tidak habis pikir kenapa pelaku tega melakukan hal seperti ini. Saya mengupayakan dewan gereja supaya bisa menyediakan tempat buat umat muslim beribadah sementara," ujar Sierra. Insiden ini mengejutkan kalangan Kristen dan Yahudi sebab terjadi hanya sepekan setelah takmir masjid mengundang buka puasa pelbagai umat beragama di Kota Joplin. Salah satu yang syok dengan tragedi pembakaran ini adalah Richard Massa, jemaat gereja terbesar di kota itu. "Saya terkejut karena rasanya baru kemarin saya diundang oleh pengelola masjid untuk buka bersama merayakan Ramadan. Kami sekeluarga mendukung umat muslim yang sedang berduka saat ini," ujar Massa di dekat lokasi masjid yang tinggal puing-puing itu. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
