Masjid dibakar di Kota Joplin, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat,
ternyata imamnya warga Indonesia bernama Dr.Lahmudin.

Berdasarkan rilis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rabu (8/8),
menurut Dr. Lahmuddin pembakaran masjid itu adalah insiden kedua. Awal Juli
lalu, seorang pria tertangkap kamera berusaha membakar masjid itu dengan
melemparkan benda mirip korek api ke atas atap tempat ibadah itu. "Pria itu
tidak teridentifikasi. Sampai saat ini Biro Penyelidik Federal (FBI)
menawarkan hadiah USD 15.000 (Rp.141 juta) buat yang mau memberikan
informasi buat menangkap pelaku perusakan itu," kata Lahmuddin.

Masjid di daerah Joplin itu dibakar oleh pihak tidak dikenal Senin dini
hari waktu setempat. Alhasil, FBI harus turun tangan menangani kejadian ini.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) meminta polisi memperketat penjagaan
buat masjid lain. Selain itu, mereka ikut menawarkan uang USD 10 ribu (Rp
94.3 juta) buat pemberi informasi siapa pembakar masjid itu.

Menurut Kimberley Kester, salah satu jamaah masjid, dia yakin pelaku adalah
kelompok anti-Islam. "Insiden ini tidak menghentikan ibadah kami. Kami
bakal mencari tempat pengganti buat melanjutkan ibadah," kata Kimberley.
Dia menambahkan empat tahun lalu tempat ibadah itu sempat menjadi sasaran
aksi serupa. Saat itu, pelaku membakar lambang masjid.

Pembakaran masjid ini bertepatan dengan persiapan peresmian pusat kajian
Islam di Kota Murfreesboro, Negara Bagian Tennessee. Gedung berfungsi
sebagai masjid itu izinnya sempat ditahan bertahun-tahun dan pernah dirusak
kelompok anti-muslim.

Setelah kejadian itu, puluhan jemaat Gereja Santo Phillips Episcopal
mendatangi lokasi reruntuhan masjid. Mereka memberi dukungan bagi umat
muslim. Pendeta Frank Sierra dari gereja itu menyatakan siap menampung umat
muslim untuk beribadah. "Saya tidak habis pikir kenapa pelaku tega
melakukan hal seperti ini. Saya mengupayakan dewan gereja supaya bisa
menyediakan tempat buat umat muslim beribadah sementara," ujar Sierra.

Insiden ini mengejutkan kalangan Kristen dan Yahudi sebab terjadi hanya
sepekan setelah takmir masjid mengundang buka puasa pelbagai umat beragama
di Kota Joplin. Salah satu yang syok dengan tragedi pembakaran ini adalah
Richard Massa, jemaat gereja terbesar di kota itu. "Saya terkejut karena
rasanya baru kemarin saya diundang oleh pengelola masjid untuk buka bersama
merayakan Ramadan. Kami sekeluarga mendukung umat muslim yang sedang
berduka saat ini," ujar Massa di dekat lokasi masjid yang tinggal
puing-puing itu.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke