Biar bermusuhan kalau perlu pengobatan canggih pasien Palestina dirawat rumah 
sakit Israel.  Lihat  http://www.youtube.com/watch?v=OXoAu_iLw64

From: Web 
Sent: Friday, August 10, 2012 3:11 AM
To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; Abbas Amin 
; Alexander Edbert ; Gabriella Rantau ; Jhonny Research ; Richan S ; Slamet ; 
Tawangalun 
Subject: [MURTADIN_KAFIRUN] Ipar pemimpin Hamas dirawat di rumah sakit Israel

  
Ipar Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah terpaksa dirawat di Rumah Sakit 
Beilinson di Kota Peta Tikvah, Israel, lantaran sakit jantung. Hal itu terjadi 
setelah semua rumah sakit di Jalur Gaza, Palestina, menyatakan belum sanggup 
merawat ipar salah satu pemimpin organisasi perlawanan Hamas itu.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, Rabu (8/8), suami dari adik perempuan 
Ismail Haniyah, Suhila Abdul Salam Ahmad Haniyah, mengidap penyakit jantung 
serius empat bulan lalu. Seluruh rumah sakit di Jalur Gaza menyatakan tidak 
mampu merawatnya. Pasangan itu pun dirujuk ke Rumah Sakit Beilinson. Mereka 
sepakat dan langsung mengurus izin khusus buat masuk ke wilayah Negeri Zionis 
itu.

Setelah mendapatkan izin, suami Suhila diangkut menggunakan ambulans Palestina 
melintasi Perlintasan Erez, Israel. Ddari sana mereka kemudian dipindah ke 
ambulans Bintang Daud Merah (Magen David Adom) milik Israel menuju Rumah Sakit 
Beilinson di Peta Tikvah.

Rencananya ipar Ismail Haniyah bakal dirawat sekitar satu pekan buat memulihkan 
kondisinya. Mereka tidak diberi layanan khusus, sesuai dengan kebijakan berlaku 
di Israel.

Rumah sakit Israel sering merawat warga Palestina sebelumnya. Maret lalu, 
remaja Palestina berumur 15 tahun dilarikan ke rumah sakit Negeri Yahudi itu 
karena luka bakar dan terkena pecahan peluru.

Menurut administrasi catatan sipil Israel, tahun lalu 115 ribu orang Palestina 
dirawat di negara Yahudi itu. Sekitar 100 dokter Palestina juga dilatih di 
sana. "Saban tahun selalu ada pasien dari Palestina di rumah sakit Israel," 
kata koordinator Administrasi Kesehatan Sipil Dahlia Bassa.

Kondisi rumah sakit di Jalur Gaza dan Tepi Barat memang memprihatinkan. Mereka 
sering mengalami kekurangan obat-obatan akibat blokade Israel. Fasilitas 
alat-alat kesehatan pun minim. Apalagi jika Negeri Zionis itu sedang gencar 
melakukan dan jumlah pasien melonjak tajam.

Para tenaga medis Palestina pun sering menjadi sasaran tembak pasukan Israel. 
Mereka berdalih lantaran ambulans mengangkut teroris. Tetapi, kondisi itu sudah 
biasa dialami para dokter dan pekerja kesehatan di Negeri Al-Quds itu. Atas 
dasar itu, Indonesia membantu warga di Jalur Gaza dengan mendirikan sebuah 
rumah sakit hasil sumbangan warga muslim tanah air.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke