Jaringan teroris Al-Qaidah menculik anak-anak di Somalia. Mereka mencuci
otak agar di masa depan dapat menjadi mesin perang terhadap dunia Barat.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (13/8), anak-anak itu dirantai
di atas tempat tidur dan diajarkan Islam versi ekstrem. Usia rata-rata di
bawah 10 tahun. Mereka diajarkan tentang bom bunuh diri dan didoktrin jika
melakukan itu bakal mati syahid lalu masuk surga.

Ahli teroris, Neil Doyle, menemukan gambar penyekapan anak-anak ini setelah
pemerintah Somalia menyerang sebuah seMogadishukolah di Ibu Kota Mogadishu.
Kelas-kelas di sekolah Islam itu diajarkan oleh orang-orang dari Al
Shabaab, salah satu kelompok jaringan Al-Qaidah di Somalia.

Pemerintah Somalia memang tengah melakukan sejumlah operasi antiteror dan
telah menangkap sekitar 200 orang dicurigai teroris.

Para pengajar berkilah anak-anak dirantai karena sering kabur dari kelas.
tapi Doyle mengatakan mereka dijadikan budak untuk melakukan kekejaman.
"Mereka disiapkan menjadi generasi tentara Al-Qaidah dan pelaku bom bunuh
diri," ujarnya.

Al-Qaidah telah kehilangan sejumlah pemimpin. Mereka mencoba melakukan
regenerasi untuk mencari bibit baru bakal memperluas jaringan ini.
"Kelompok ini mengikuti jejak kelompok militan lain menjadikan anak-anak
sebagai target masa depan. Taliban juga secara rutin meracuni siswi sekolah
agar mereka menembak gurunya," Doyle menjelaskan.

Petunjuk ini terbuka selang beberapa hari setelah Al Shabaab menyatakan
bertanggung jawab atas bom menewaskan tentara pemerintah Somalia di
Mogadishu. Situasi negara ini semakin memanas mendekati pemilihan presiden
Senin pekan depan.

Tiga negara, termasuk Kenya, berencana menyerang Kota Kismayu disinyalir
basis terbesar kedua Al Shabaab. Jika benar dilakukan, kelompok teroris itu
mengancam bakal kembali menyerang pejabat Somalia. Pekan lalu polisi
setempat menggagalkan rencana bom bunuh diri.

Juru bicara Al Shabaab Sheikh Abdiasis Abu Musab mengatakan pasukan
pemerintah Somalia (AMISOM) tidak akan pernah bisa tidur atau bersantai
karena ledakan tengah menunggu mereka. Jaringan ini disinyalir mempunyai
penyokong dana dari luar negeri.

Di Inggris, dua remaja kembar identik Shabir dan Shafiq Ali ditangkap
karena menggalang dana untuk perjuangan teroris di Somalia. Mereka hendak
menggunakan uang itu untuk ikut berjihad ke Somalia dan bergabung dengan
pemberontak Islam. Keduanya dihukum tiga tahun penjara.

Menteri luar negeri Inggris William Hague mengatakan Inggris harus
meningkatkan upaya dan bantuan untuk menghentikan terorisme di Somalia.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke