Penjual daging jadi sahabat Nabi Musa di surga

Allah SWT memerintahkan Nabi Musa berdakwah, dan mengajak kepada Bani
Israil untuk taat kepada Allah. Suatu hari, ketika sedang beribadah, Nabi
Musa berdoa kepada Allah meminta petunjuk, siapa yang akan menjadi
sahabatnya kelak di surga.

Mendengar permintaan dari hamba kesayangannya itu, Allah SWT menjawab,
"Pergilah kamu ke kota ini dan pergilah ke pasar (yang telah ditetapkan),
maka kamu akan bertemu dengan seorang pria penjual daging dengan paras
demikian. Dialah orangnya yang menjadi kawanmu kelak di Surga," seperti
dikutip dari buku kisah orang-orang sabar tulisan Nasiruddin.

Setelah mendapat wahyu, nabi segera melakukan perjalanan menuju kota yang
telah ditetapkan. Berhari-hari nabi menempuh perjalanan, melewati padang
pasir tandus seorang diri. Hingga nabi sampai pada sebuah wilayah yang
cukup maju pada masa itu.

Sampai di sebuah pasar yang berada di tengah kota, nabi segera mencari
penjual daging seperti yang dikabarkan Allah SWT. Tidak ada yang luput,
seluruh isi pasar dia perhatikan untuk memastikan ciri pria yang kelak
menjadi sahabatnya di surga.

Ketika melewati deretan penjual daging, pandangan mata Nabi Musa tertuju
pada seorang pria yang tengah sibuk memotong daging, sambil melayani
pembeli. Dari kejauhan Nabi Musa terus memperhatikan tingkah laku pria
penjual daging itu, tidak ada yang istimewa dari sosok tersebut.

Nabi terus berdiri mengawasi sampai matahari terbenam, dia melihat penjual
itu memotong sekerat daging dan memasukkannya ke dalam keranjang. Nabi
merasa heran, dalam benaknya apa yang akan diperbuat penjual itu dengan
sekerat daging potongannya? Penasaran, kemudian nabi berjalan menghampiri
penjual mencari jawaban, dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Sambil membeli, nabi menceritakan bahwa dirinya bukan asli penduduk kota
itu. Nabi mengaku sedang melakukan perjalanan jauh, dan mampir ke kota
untuk bermalam serta melepas lelah. "Apakah anda punya tamu?" tanya nabi.
"Betul, saya punya tamu," jawab penjual daging.

Karena sesama muslim, kemudian penjual daging yang belum mengetahui bahwa
dia berhadapan dengan utusan Allah SWT, mengajak nabi Musa ikut ke rumahnya
dan menyilakan bermalam.

Setelah sampai di rumahnya, penjual itu mengeluarkan keratan daging dan
memasaknya, sedangkan nabi duduk di ruang tamu. Setelah matang, kemudian
dia menyuapi ibunya yang sudah lemah tidak berdaya. Dengan sabar dan
lembut, penjual daging berlahan menyuapi ibunya tersayang.

Ternyata, selain mencukupi kebutuhan ibunya dengan berdagang daging, dia
juga merawat ibunya dengan menyuapi makanan dan mencuci pakaiannya setiap
harinya.

Ketika sudah kenyang dengan suapan daging, kemudian ibunya menarik lembut
baju anaknya, dan membisikkan lirih ke telinga buah hatinya itu "Ya Allah,
tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa di surga."

Meski Nabi Musa yang duduk di meja tamu, namun dirinya bisa mendengarkan
doa ibu penjual daging itu yang berada di balik tembok kamar. Nabi Musa
segera mendatangi mereka dan menjelaskan maksud sebenarnya kedatangan dia.

"Terimalah kabar gembira untukmu, dan kenalkan aku adalah Musa, engkau
adalah sahabatku kelak di surga. Semoga perjumpaan nanti kita di surga
dimudahkan oleh Allah SWT," kata Nabi Musa.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke