nih simuhammad sudah muncul ! itemabu biasanya paling suka maki2 muhammad ! nah 
silakan maki2. Kali aja kesengitanmu berkurang sedikit.
Ini manusianya yang bersedia dimaki maki untuk melampiaskan dendam kesumat.
Silakan rame2 muhammad taman baru ini !

--- In [email protected], Muhammad SAW <tamanbaru03@...> wrote:
>
> Penjual daging jadi sahabat Nabi Musa di surga
> 
> Allah SWT memerintahkan Nabi Musa berdakwah, dan mengajak kepada Bani
> Israil untuk taat kepada Allah. Suatu hari, ketika sedang beribadah, Nabi
> Musa berdoa kepada Allah meminta petunjuk, siapa yang akan menjadi
> sahabatnya kelak di surga.
> 
> Mendengar permintaan dari hamba kesayangannya itu, Allah SWT menjawab,
> "Pergilah kamu ke kota ini dan pergilah ke pasar (yang telah ditetapkan),
> maka kamu akan bertemu dengan seorang pria penjual daging dengan paras
> demikian. Dialah orangnya yang menjadi kawanmu kelak di Surga," seperti
> dikutip dari buku kisah orang-orang sabar tulisan Nasiruddin.
> 
> Setelah mendapat wahyu, nabi segera melakukan perjalanan menuju kota yang
> telah ditetapkan. Berhari-hari nabi menempuh perjalanan, melewati padang
> pasir tandus seorang diri. Hingga nabi sampai pada sebuah wilayah yang
> cukup maju pada masa itu.
> 
> Sampai di sebuah pasar yang berada di tengah kota, nabi segera mencari
> penjual daging seperti yang dikabarkan Allah SWT. Tidak ada yang luput,
> seluruh isi pasar dia perhatikan untuk memastikan ciri pria yang kelak
> menjadi sahabatnya di surga.
> 
> Ketika melewati deretan penjual daging, pandangan mata Nabi Musa tertuju
> pada seorang pria yang tengah sibuk memotong daging, sambil melayani
> pembeli. Dari kejauhan Nabi Musa terus memperhatikan tingkah laku pria
> penjual daging itu, tidak ada yang istimewa dari sosok tersebut.
> 
> Nabi terus berdiri mengawasi sampai matahari terbenam, dia melihat penjual
> itu memotong sekerat daging dan memasukkannya ke dalam keranjang. Nabi
> merasa heran, dalam benaknya apa yang akan diperbuat penjual itu dengan
> sekerat daging potongannya? Penasaran, kemudian nabi berjalan menghampiri
> penjual mencari jawaban, dengan berpura-pura menjadi pembeli.
> 
> Sambil membeli, nabi menceritakan bahwa dirinya bukan asli penduduk kota
> itu. Nabi mengaku sedang melakukan perjalanan jauh, dan mampir ke kota
> untuk bermalam serta melepas lelah. "Apakah anda punya tamu?" tanya nabi.
> "Betul, saya punya tamu," jawab penjual daging.
> 
> Karena sesama muslim, kemudian penjual daging yang belum mengetahui bahwa
> dia berhadapan dengan utusan Allah SWT, mengajak nabi Musa ikut ke rumahnya
> dan menyilakan bermalam.
> 
> Setelah sampai di rumahnya, penjual itu mengeluarkan keratan daging dan
> memasaknya, sedangkan nabi duduk di ruang tamu. Setelah matang, kemudian
> dia menyuapi ibunya yang sudah lemah tidak berdaya. Dengan sabar dan
> lembut, penjual daging berlahan menyuapi ibunya tersayang.
> 
> Ternyata, selain mencukupi kebutuhan ibunya dengan berdagang daging, dia
> juga merawat ibunya dengan menyuapi makanan dan mencuci pakaiannya setiap
> harinya.
> 
> Ketika sudah kenyang dengan suapan daging, kemudian ibunya menarik lembut
> baju anaknya, dan membisikkan lirih ke telinga buah hatinya itu "Ya Allah,
> tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa di surga."
> 
> Meski Nabi Musa yang duduk di meja tamu, namun dirinya bisa mendengarkan
> doa ibu penjual daging itu yang berada di balik tembok kamar. Nabi Musa
> segera mendatangi mereka dan menjelaskan maksud sebenarnya kedatangan dia.
> 
> "Terimalah kabar gembira untukmu, dan kenalkan aku adalah Musa, engkau
> adalah sahabatku kelak di surga. Semoga perjumpaan nanti kita di surga
> dimudahkan oleh Allah SWT," kata Nabi Musa.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke