--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Knp si Antasari ga ngomong dr dulu? Krn dulu dia masih punya jabatan dan 
> sekarang kagak shg dia balas dendam?
> 


dia yang nanya sendiri, dia juga yang ngejawab sendiri.
sakit jiwa lu tem...

hehehe...





> Sama aja antara SBY dan Antasari, bedanya cuma siapa yg punya kesempatan dan 
> siapa yg berkuasa.
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> > From: Sunny <ambon@...>
> >To: Undisclosed-Recipient@... 
> >Sent: Monday, August 13, 2012 2:46 PM
> >Subject: [proletar] Presiden Dalang di Balik Skandal Century?
> > 
> >
> >  
> >Ref: Apakah aneh bin Ajaib dan Anda tercengang bahwa yang bernama Susilo 
> >Bambang Yudhoyono (SBY) di bailk skandal Bank Century? 
> >
> >http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/16137-presiden-dalang-dibalik-skandal-century
> >Presiden Dalang di Balik Skandal Century? 
> >Monday, 13 August 2012 05:26 
> >Benang merah antara istana presiden dan skandal mega korupsi dibalik kasus 
> >Century kian jelas. Adalah Antasari Azhar, mantan Ketua KPK, yang mengungkap 
> >keterlibatan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam testimoninya 
> >pekan lalu. 
> >Di progran Metro Realitas yang ditayangkan stasiun televisi Metro TV, 
> >Antasari menyebut adanya pertemuan yang dipimpin Presiden SBY untuk membahas 
> >skenario pencairan dana Rp6,7 triliun dalam rangka bailout Bank Century. 
> >Kata Antasari, peristiwa itu berlangsung pada Oktober 2008, saat ia masih 
> >menjabat sebagai Ketua KPK.
> >
> >Dalam testimoni, Antasari menyebutkan sejumlah pejabat negara hadir dalam 
> >pertemuan tertutup itu. Selain dirinya sendiri selaku Ketua KPK, hadir pula 
> >Menko Polhukam Widodo AS, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso 
> >Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menkeu Sri Mulyani dan Mensesneg 
> >Hatta Rajasa, Gubernur BI Boediono, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, 
> >dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana.
> >
> >Saat itu pemerintah sudah menyadari adanya dampak hukum atas kebijakan 
> >pemberian dana talangan yang rawan penyimpangan tersebut. Setelah 
> >disepakati, Bank Century mendapat kucuran dana segar secara bertahap. Tahap 
> >pertama, bank yang sudah kolaps itu menerima Rp 2,7 triliun pada 23 November 
> >2008. Tahap kedua, pada 5 Desember 2008 sebesar Rp2,2 triliun. Tahap ketiga 
> >pada 3 Februari 2009 sebesar Rp1,1 triliun, dan tahap keempat pada 24 Juli 
> >2009 sebesar Rp630 miliar.
> >
> >Testimoni itu, bisa jadi, bakal mengungkap 'dalang' dibalik penyelamatan 
> >Bank Century. KPK dan Timwas Century DPR tampaknya akan mendalami keterangan 
> >Antasari untuk menemukan 'niat jahat' dibalik bailout bank Century, yang 
> >sempat menjadi perdebatan menarik di Pansus antara mantan pimpinan KPK 
> >Chandra Hamzah dan Prof. Gayus Lumbun itu.
> >
> >Fakta baru tentang bailout Bank Century itu, jika memang benar, akan 
> >memperkuat dugaan keterlibatan istana dalam upaya menyelamatkan bank 
> >bermasalah itu. Bahkan juga memperkuat bukti tentang upaya menutupi kasus 
> >tersebut terhadap rakyat Indonesia.
> >
> >Anggota Tim Pengawas Century DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa 
> >berbekal testimoni Antasari Azhar, KPK bisa melakukan lagi pendalaman kasus 
> >Bank Century. "Caranya dengan memanggil dan memeriksa para peserta rapat di 
> >istana itu," kata Bambang di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
> >
> >Bambang mendorong KPK menyusun agenda baru penyelidikan megaskandal itu. 
> >Menurut politikus Partai Golkar ini, sudah terlalu banyak kebohongan yang 
> >menyelimuti penanganan kasus tersaebut. "Penuturan Antasari melengkapi 
> >fakta-fakta mengenai kebohongan istana," tuding Bambang, seraya menyebutkan 
> >bahwa pidato Presiden SBY tanggal 4 Maret 2010 tentang kasus Century adalah 
> >upaya untuk menutupi 'kejahatan' oleh pihak istana.
> >
> >Namun Ketua DPR Marzuki Alie merasa tidak yakin bila Presiden SBY yang 
> >mengarahkan bailout Century. Menurutnya, tidak ada urusan Presiden SBY dalam 
> >pencairan bailout Bank Century. "PPATK sudah menyebutkan bahwa tidak ada 
> >sedikitpun pun dana bailout Cwntury ke tim sukses Partai Demokrat," kata 
> >Marzuki. Ia pun menegaskan, saat pengambilan keputusan bailout Century, 
> >Presiden SBY memang tidak berada di Indonesia.
> >
> >Senada dengan Marzuki, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha 
> >membantah testimoni Antasari Azhar. "Saya kira itu tidak benar dan perlu 
> >diluruskan," kata Julian di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/8/2012).
> >
> >Toh, meski dibantah oleh orang-orang terdekat ketua dewan pembina partai 
> >demokrat itu, testimoni Antasari menambah data sebelumnya ihwal pengetahuan 
> >presiden terhadap proses bailout Century. Merujuk surat Menteri Keuangan 
> >yang ditujukan kepada Presiden SBY, secara jelas terungkap bahwa Sri 
> >Mulyani, yang menjabat Menkeu saat itu, secara intensif melaporkan 
> >perkembangan terkini terkait penanganan Bank Century.
> >
> >Salah satu surat Sri Mulyani kepada Presiden SBY tertanggal 25 November 2008 
> >nomor s-01:KSSK.01/2008, yang sifatnya sangat rahasia/segera, Sri Mulyani 
> >dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) 
> >melaporkan empat poin. Di samping itu, Sri Mulyani juga melampirkan notulen 
> >rapat KSSK tertanggal 21 November 2008.
> >
> >Surat berikutnya tertanggal 4 Februari 2009 dengan nomor surat 
> >SR-02/KSSK.01/II/2009. Sama dengan surat pertama, surat ini sifatnya juga 
> >rahasia, berisi laporan perkembangan penanganan PT Bank Century. Menariknya, 
> >di poin pertama surat ini, Sri Mulyani mengawali dengan tulisan "Sebagaimana 
> >Bapak Presiden Maklum".
> >
> >Adapun di surat ketiga tertanggal 29 Agustus 2009 dengan nomor surat 
> >SR-37/MK.01/2009, lagi-lagi tertulis bersifat sangat rahasia/sangat segera. 
> >Sama dengan surat kedua, Sri Mulyani mengawali dalam suratnya dengan kata 
> >"Sebagaimana Bapak Presiden Maklum".
> >
> >Saat merespon hasil Panita Angket Century pada 3 Maret 2010 silam, Presiden 
> >SBY menyebutkan bahwa saat keputusan bailout Century, dirinya tidak berada 
> >di Jakarta. "Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century 
> >ditetapkan, saya sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu 
> >menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC 
> >Summit di Peru," katanya ketika itu.
> >
> >Saat pengambilan keputusan (bailout) itu, SBY mengaku tidak dimintai 
> >keputusan dan arahan. "Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan 
> >kebijakan tentang ihwal itu, antara lain karena pengambilan keputusan KSSK 
> >berdasarkan Perpu No 4/2008 memang tidak memerlukan keterlibatan presiden," 
> >ungkap SBY.
> >
> >Nah, dengan pengakuan Antasari, menurut mantan Anggota DPR RI, M Misbakhun, 
> >SBY tak bisa lagi membantah keterlibatannya. "Statement Antasari tersebut 
> >membuka kebohongan Presiden SBY dalam pidato 4 Maret 2010, dalam menanggapi 
> >hasil Opsi C Pansus Century DPR. Perihal tidak pernah ada rapat yang 
> >melibatkan dirinya dalam hal membahas bailout," tegasnya di Jakarta, Minggu 
> >(12/8/2012) malam.
> >
> >Misbakhun sempat diajukan ke pengadilan dalam kasus Century, namun ia 
> >divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) karena tidak terbukti memalsukan 
> >dokumen dalam kasus Bank Century, Kata Misbakhun, jika dikaitkan dengan tiga 
> >surat laporan Sri Mulyani sebagai Ketua KSSK soal Bailout Bank Century, 
> >makin jelas soal kebohongan yang hendak ditutup-tutupi tersebut.
> >
> >Dalam ketiga surat SMI kepada presiden SBY tersebut, termuat penggunaan 
> >frasa yang tidak umum digunakan dalam mekanisme surat menyurat yang resmi 
> >kenegaraan antara menteri kepada presiden. "Frasa itu adalah Sebagaimana 
> >Bapak Presiden maklum," ujarnya.
> >
> >Kemudian, dalam telekonferensi 13 November 2008, pukul 22.05 WIB sampai 
> >dengan 23.59 WIB, antara KSSK di Jakarta dengan Sri Mulyani yang sedang di 
> >Amerika Serikat, sangat jelas disebutkan bahwa Sri Mulyani melaporkan semua 
> >perkembangan perihal bailout Bank Century kepada kepada Presiden.
> >
> >"Jadi, berdasarkan data dan fakta yang ada, sangat sulit diingkari bahwa 
> >Presiden SBY tidak berperan dalam proses bailout tersebut," tegas Misbakhun. 
> >Jika presiden terus membantah dengan segala cara dan argumentasi, maka 
> >data-data tersebut cukup menunjukkan sebagai bukti bahwa ada kebohongan yang 
> >ditutup-tutupi.
> >
> >Kuasa Hukum Antasari Azhar, Maqdir Ismail, meminta KPK menindaklanjuti 
> >pernyataan yang dilontarkan kliennya itu. Dalam menindaklanjuti kasus 
> >tersebut, KPK diharapkan lebih responsif soal informasi yang dinilai 
> >berkaitan dengan kasus Bank Century. "Paling tidak, KPK datang ke tempat Pak 
> >Antasari ditahan. Di sana, KPK bisa meminta keterangan darinya," ucap 
> >Maqdir, Sabtu (11/8/12).
> >
> >Ia menegaskan bahwa dirinya tak akan melaporkan apa yang diungkapkan 
> >Antasari kepada KPK. Pasalnya, informasi itu bukanlah delik aduan. 
> >"Diharapkan apa yang diungkapkan Antasari bisa diteruskan oleh KPK. Paling 
> >tidak, KPK harus mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat dalam pengambilan 
> >keputusan itu," pungkasnya.
> >
> >Testimoni Antasari, bisa jadi, merupakan kunci untuk membuka 'kotak pandora' 
> >berisi jawaban teka-teki kasus Bank Century. Testimoni itu harus dijadikan 
> >sebagai momentum dalam penegakan hukum terkait kasus century. Kesaksian itu 
> >bisa menjadi pintu masuk untuk penuntasan kasus megakorupsi yang kini tak 
> >jelas penyelesaiannya itu. (HP)
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke