Adalah bohong kalo ada 120 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina, karena 
tidak perlu dukungan 120 negara, tapi cukup dukungan 5 negara saja yang jadi 
anggauta dewan keamanan UN maka Palestina sudah diakui kemerdekaannya sejak 10 
tahun yang lalu.

Tapi hingga kini pun terbukti negara Palestina belum terbentuk, tidak punya 
lokasinya, sekarang menumpang diwilayah Israel di Gaza dan Westbank dan 
kehidupan mereka tergantung mutlak dari bantuan Israel dan Amerika, para 
pemimpinnya pun bukan hasil pemilu rakyatnya.

Pernyataan bahwa ada 120 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina berasal 
dari perjalanan Safari Mahmud Abbas yang gagal meminta sumbangan dana dari 120 
negara2 yang dikunjunginya.  Abbas gagal mendapatkan bantuan dari negara2 yang 
dikunjunginya karena dia dianggap tidak mewakili rakyatnya karena hanya 
didukung oleh kurang dari 10% rakyatnya saja.  Meskipun gagal mendapatkan 
bantuan, tapi Abbas berhasil mendapatkan janji verbal dukungan kemerdekaan 
Palestina.  Semua negara2 yang dikunjungi Abbas, sama2 sikapnya, bahwa bantuan 
dana hanya akan diberikan kepada negara Palestina merdeka bukan bantuan untuk 
kepentingan pribadi Mahmud Abbas.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/12/08/20/m91z4g-120-negara-dukung-kemerdekaan-palestina 


Janji2 verbal yang didapatkan Abbas dalam semua kunjungan Safarinya yang gagal 
ini, dipelintir maknanya sebagai dukungan kemerdekaan Palestina dibawah Abbas.  
Jadi berita koran Islam Republika diatas adalah menyesatkan dan tidak jelas 
negara Palestina yang mana yang dimaksudkan dalam berita tsb.

Disatu pihak dikatakan juru bicara Deplu RI bahwa:  "Teheran Final 
Document, yaitu pernyataan final negara-negara anggota dan deklarasi bersama 
120 anggota GNB yang mendukung kemerdekaan Palestina. " Itu adalah dua per tiga 
dari keseluruhan anggota PBB."

Padahal Teheran atau Iran justru hanya mendukung Hamas dan menolak Abbas.  
Sebaliknya, RI mengakui Abbas dengan membuka kedutaan besar Palestina di 
Jakarta.  Dilain pihak, ke 120 negara yang dimaksud itu hanya memberi dukungan 
verbal saja kepada Abbas dan bukan kepada Hamas.

Para pembaca bisa membandingkan perjuangan kemerdekaan RI, Timor Leste maupun 
negara2 lainnya yang mendapatkan dukungan selalu disertai dengan dukungan dana 
yang dibutuhkan negara baru tsb.  Bahkan, Amerika melalui Hillary Clinton pun 
sudah menjanjikan dukungan kemerdekaan Palestina dengan dana cash yang sudah 
tersedia US$8 milyard untuk membangun negara baru ini cukup apabila berhasil 
melakukan perundingan damai dengan tetangganya Israel.

Tapi kenyataannya, Abbas bukan saja gagal dalam perundingan damai-nya dengan 
Israel, tapi juga gagal mendapatkan dukungan Hamas untuk membentuk satu 
pemerintahan yang memenuhi persyaratan UN.  Akibatnya, keseluruhan organisasi 
Abbas tidak memenuhi persyaratan untuk bisa diakui sebagai sebuah negara.

Jadi yang bisa diakui UN dan dunia hanyalah satu negara Palestina, dan dukungan 
verbal dari ke 120 negara anggauta2 non-blok adalah juga untuk satu negara 
Palestina sementara apa yang diperjuangkan oleh Abbas merupakan bentuk dua 
negara Palestina yang terpisah dimana Abbas hanya mendapat dukungan kurang dari 
10% rakyatnya sedangkan Palestina lainnya merupakan pemerintahan Hamas yang 
didukung oleh lebih dari 90% rakyatnya.

Oleh karena itu jelas bisa disimpulkan disini bahwa janji dukungan oleh 120 
negara untuk kemerdekaan Palestina hanyalah basa basi verbal yang tidak ada 
pernyataan tertulisnya karena sama sekali tidak jelas negara Palestina yang 
mana yang dimaksudkan disini Abbas atau Hamas.  Jadi meskipun kita semua tahu 
bahwa yang dimaksudkan disini adalah pemerintahan Abbas, namun kita juga tahu 
bahwa dengan hanya dukungan yang kurang dari 10% rakyatnya maka pengakuan tidak 
bisa diberikan, bahkan untuk diajukan ke sidang UN saja sudah tidak 
memungkinkan, apalagi mau meminta dukungan melalui voting.  Karena untuk 
meminta dukungan melalui voting negara2 anggauta UN, persyaratan negaranya 
harus jelas, menyangkut dalam hal ini pemerintahannya, batas2 negaranya maupun 
dasar negaranya yang kesemuanya ini tidak pernah ada.

Oleh karena itu, semua usaha dan tindakan2 Abbas yang hanya penuh dengan 
blunder dan cacat2 ini bisa disimpulkan hanya sebagai usaha2 pribadinya saja 
demi kepentingan dan keuntungan pribadinya dengan mencatut nama negara 
Palestina yang sama sekali tidak mewakili rakyat Palestina itu sendiri.  Dengan 
sendirinya, dukungan ke 120 negara untuk kemerdekaan Palestina hanyalah basa 
basi verbal yang tidak memiliki legitimacy sebagai dukungan formal.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke