Bleki pemakan daging babi ini ayat cocok banget.

Ulangan 13:13-18)
Ada orang-orang dursila tampil dari  tengah-tengahmu, yang telah 
menyesatkan penduduk kota mereka dengan  berkata: Mari kita berbakti 
kepada allah lain yang tidak kamu kenal, maka haruslah engkau memeriksa, 
menyelidiki dan menanyakan baik-baik.  Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, 
bahwa kekejian itu dilakukan di  tengah-tengahmu, maka bunuhlah dengan mata 
pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta 
segala isinya dan hewannya.Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah 
lapangan dan harus  
kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran  
yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi  
timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. Dari 
barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada  
tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu,  
menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat  
jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek 
moyangmu.Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, 
Allahmu, untuk  berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan 
kepadamu pada hari  ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, 
Allahmu."

KASIHILAH  MUSUHMU & BUNUHLAH pengikut agama lain 


________________________________
 From: item abu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Saturday, August 25, 2012 6:50 PM
Subject: Re: [proletar] Re: Betapa bahagianya orang Islam bisa ngebantai orang 
lain
 

  
Ah, lu ngaku2 doang, dan lu jg ga ngutuk pejihad2 di jalan auloh.

Udah gitu, lu selalu make katan korban yg ga ngerti apa2, korban yg ga 
bersalah. Emangnya ada kafir yg ga bersalah nurut lu, emangnya ada orang Israel 
yg ga ngerti apa2?

Dan ujung2nya, lu akan kaing2 ngebantai itu gpp krn dlm perang. Emangnya, sejak 
kapan Islam ga perang melawan non Islam? Islam itu selalu perang melawan non 
Islam tiap saat, cuma kadang di luar suka pura2 damai berhubung sikonnya ga 
memungkinkan ngebantai kafir.

Kafir adalah musuh auloh, ini berlaku tiap saat selamanya. Jadi wajib tuh orang 
Islam perang melawan kafir, tiap saat dan selamanya. Cuma suka pura2 damai aja, 
padahal dlm hati maunya ngebantai, ngerampok dan merkosa kafir.

>________________________________
> From: Abbas <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Sunday, August 26, 2012 5:42 AM
>Subject: [proletar] Re: Betapa bahagianya orang Islam bisa ngebantai orang lain
> 
>
>  
>Kami di milis ini menyatakan mengutuk sekeras kerasnya pembantaian terhadap 
>pendudduk sipil Israel yang tak ngerti apa2. Tapi bila ternyata pembantaian 
>itu adalah baagian dari peperangan antara palestina Israel; siapa yang bisa 
>mendeteksi dan mengontrol suatu peperangan ? Jadi  kamu , item abu !?
>Tuh aku sudah mengutuk pembantaian !
>Jadi jangaan katakan kami tak menghalangi atau setuju2 saja terhadap 
>pembantaian itu !
>
>Tapi coba pikirkan dengan OTAKMU yang GOBLOK itu; apa pengaruhnya TEREAK2 
>disini GOBLOK ?! apakah ada pengaruh significaant ? dan bisa menghentikan 
>pertikaian tersebut !?
>
>Kalau kamu menggunakan setiap BERITA yang begitu hanya untuk memaki dan 
>MEMNGHUJAT anggota Milis yang beragama ISLAM; benar2 kamu menunjukkan dan 
>mewakili bahwa kelakuan ANTI IDL:AM memang sangat biadab, brutal dan terkutuk 
>! Main libas semua tanpa pilih bulu lagi !
>
>Tapi gak heran sih karena sekali item idiot abu; tetap saja abu idiot item
>
>--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>>
>> Artikel di bawah nunjukin gimana biadabnya orang2 Islam. Tentunya orang2 
>> Islam di milis ini ga akan menentang perbuatan pejihad2 di jalan auloh tsb, 
>> biarpun ada yg ngaku2 anti segala pembantaian.
>> 
>> 
>> Islam itu emang laknatan lil alamin, bukan?
>> 
>> 
>> Jihad murderer released in Gilad Shalit exchange recounts "Palestinian" 
>> Muslims' joy at murders of Israeli civilians
>> 
>> 
>> How happy were the Palestinian Muslims at the bloody murders of Jews 
>> in a pizzeria. And it's no surprise: they love death. Jihad mass 
>> murderer Mohamed Merah said that he "loved death more than they loved life." 
>> This is a commonplace idea among jihadists. Ayman al-Zawahiri's wife advised 
>> Muslim women: "I advise you to raise your children in the cult of jihad and 
>> martyrdom and to instil in them a love for religion and death." And as one 
>> jihadist put it, "We love death. You love your life!" And another: "The 
>> Americans love Pepsi-Cola, we love death." -- Afghan jihadist Maulana 
>> Inyadullah
>> 
>> Of course, this idea comes from the Qur'an itself: "Say (O Muhammad): O ye 
>> who are Jews! If ye claim that ye are favoured of Allah apart from (all) 
>> mankind, then long for death if ye are truthful." -- Qur'an 62:6
>> 
>> 
>> "Released Hamas Terrorist Ahlam Tamimi on Palestinian Public's Delight at 
>> Suicide Bombings," from MEMRI, July 12 (thanks to Lachlan):
>> 
>> >Following are excerpts from an interview with released Hamas terrorist 
>> >Ahlam Tamimi, which aired on Al-Aqsa TV on July 12, 2012. 
>> >
>> >
>> >Ahlam Tamimi: 16 Zionists were killed [in the suicide bombing you helped 
>> >carry out].
>> >
>> >
>> >Interviewer: Was the sound of the explosion...?
>> >
>> >
>> >Ahlam Tamimi: It was very loud. The mujahid Abdallah Barghouti did a 
>> perfect job producing the guitar [containing the bomb], and the results 
>> amazed everybody, thanks to Allah.
>> >
>> >
>> >[...]
>> >
>> >
>> >Afterwards, when I took the bus, the Palestinians around Damascus 
>> Gate [in Jerusalem] were all smiling. You could sense that everybody was 
>> happy. When I got on the bus, nobody knew that it was me who had led 
>> [the suicide bomber to the target]... I was feeling quite strange, 
>> because I had left [the bomber] 'Izz Al-Din behind, but inside the bus, 
>> they were all congratulating one another. They didn't even know one 
>> another, yet they were exchanging greetings.
>> >
>> >
>> >[...]
>> >
>> >
>> >While I was sitting on the bus, the driver turned on the radio. But 
>> first, let me tell you about the gradual rise in the number of 
>> casualties. While I was on the bus and everybody was congratulating one 
>> another, they said on the radio that there had been a martyrdom attack 
>> at the Sbarro restaurant, and that three people were killed. I admit 
>> that I was a bit disappointed, because I had hoped for a larger toll. 
>> Yet when they said "three dead," I said: "Allah be praised."
>> >Interviewer: Was it an Israeli radio station or a Palestinian one?
>> >
>> >
>> >Ahlam Tamimi: That station was in the Zionist language, and the driver was 
>> >translating for the passengers.
>> >
>> >
>> >[...]
>> >
>> >
>> >Two minutes later, they said on the radio that the number had 
>> increased to five. I wanted to hide my smile, but I just couldn't. Allah be 
>> praised, it was great. As the number of dead kept increasing, the 
>> passengers were applauding. They didn't even know that I was among them.
>> >
>> >
>> >On the way back [to Ramallah], we passed a Palestinian police 
>> checkpoint, and the policemen were laughing. One of them stuck his head 
>> in and said: "Congratulations to us all." Everybody was happy....
>> 
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke