http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/20/opini/2065849.htm
Pertahanan Nirmiliter Indonesia Oleh: JUWONO SUDARSONO Lazimnya, pertahanan negara diidentifikasi dengan pembangunan kekuatan tentara darat, laut, dan udara. Dalam UUD RI 1945 disebutkan, Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara RI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. (Pasal 30 Ayat 2). Pasal 8 Ayat 2 UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara menyebutkan, Komponen pendukung terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan prasarana nasional yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Disebutkan, Segala sumber nasional berupa sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan, nilai-nilai, teknologi, dan dana dapat didayagunakan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. (Pasal 20 Ayat 2). Karena itu, tugas Departemen Pertahanan (Dephan) mengembangkan pertahanan nirmiliter, selain merancang kebijakan dan strategi pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di hampir tiap negara, unsur-unsur pertahanan nirmiliter terkandung ekplisit maupun implisit dalam kebijakan pertahanannya. Indonesia khusus mencantumkan pertahanan nirmiliter karena sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) amanah UUD. Bagian integral Indonesia mengembangkan pertahanan nirmiliter berdasarkan beberapa hal. Pertama, sishankamrata mengajak seluruh warga sebagai bagian integral pertahanan negara. Sumber daya nasional yang utama dan terpenting adalah manusia. Kedua, ia menjadi bagian penting pertahanan nirmiliter karena kini â?perang modernâ? melibatkan unsur â?perang otakâ?, â?perang selisih-selisih keunggulanâ?, dan â?perang daya ciptaâ? dalam percaturan ekonomi, teknologi, dan ilmu pengetahuan sejak akhir tahun 1960-an dan awal 1970- an. Teknologi, ilmu, dan pengetahuan adalah bagian perang nirmiliter yang dilakukan negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam sehingga para pemimpinnya memutuskan, negara dan rakyatnya hanya bisa bertahan hidup jika unggul dalam perang sains, teknologi, dan pengetahuan. Jepang, Singapura, Taiwan, Korea, Swiss, Finlandia adalah contoh pertahanan nirmiliter yang menghasilkan penerimaan barang dan jasa yang diperlukan guna bertahan hidup dalam sistem politik dan ekonomi internasional yang serba ketat. Karena itu, Dephan ikut menyusun strategi perang sumber daya manusia dengan mengkaji apa yang dikembangkan di departemen-departemen lain seperti pendidikan (Depdiknas), tenaga kerja (Depnakertrans), kesehatan (Depkes) dan instansi pemerintah lain yang membina dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Adapun yang terkait sumber daya alam dan sumber daya buatan mengharuskan Dephan menekuni kebijakan dan strategi departemen energi dan sumber daya mineral, kementerian negara riset dan teknologi, departemen pekerjaan umum, perhubungan, perindustrian, kelautan dan perikanan, dan perdagangan. Perang nirmiliter seperti ini harus menjadi bagian integral kerja sama yang lebih terarah dari orang-orang cerdas di semua badan penelitian dan pengembangan yang ada pada setiap departemen dan kementerian negara. Dikembangkan Wacana sekitar perang dan pertahanan nirmiliter kini dikembangkan tiap Direktorat Jenderal (Ditjen) Dephan. Ditjen Strategi Pertahanan bertugas memantau dan mengkaji perkembangan politik, ekonomi, dan keamanan nasional, regional dan internasional yang berpengaruh pada kedudukan dan daya saing Indonesia yang bersifat militer maupun nirmiliter. Ditjen Perencanaan Pertahanan ikut memikirkan rencana pertahanan nirmiliter dengan cermat menghitung apa dan berapa dari anggaran pertahanan yang layak dikeluarkan guna memperoleh pertahanan optimal. Ditjen Kekuatan Pertahanan mengkaji perkembangan bidang politik, ekonomi, militer, dan hukum yang terkait kemampuan efektif yang dimiliki Indonesia dibanding negara-negara di dalam atau di luar kawasan Asia Tenggara. Ditjen Potensi Pertahanan bertugas mengembangkan kekuatan sumber daya manusia, termasuk nilai-nilai kemanusiaan, bagian yang melekat pada pertahanan jati diri bangsa. Tugas Ditjen Sarana Pertahanan memantau sarana-prasarana yang dikembangkan industri dan yang berpengaruh pembelanjaan dan pengadaan alat utama sistem senjata TNI. Bersama Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Latihan, semua Ditjen di lingkungan Dephan memantau kerja sama vertikal dan horizontal dengan lembaga negara dan swasta yang terkait pengembangan pertahanan dalam arti luas. Sekretariat Jenderal menjadi pengendali. Inspektorat Jenderal melaksanakan pengawasan operasional. Tanda-tanda kesadaran perlunya memahami dan mendalami pertahanan nirmiliter kini meluas di perguruan tinggi, lembaga penelitian maupun kalangan swasta. Pada 10 Agustus 2005, Mimbar Terbuka Menteri Pertahanan menghadirkan 150 rektor, dekan, dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi dari hampir seluruh pelosok Tanah Air. Selang tiga bulan terakhir, pimpinan Dephan berjumpa dan berdiskusi dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat yang berminat di bidang perencanaan pertahanan, demokrasi, dan wawasan kebangsaan. Inti masalah pertahanan nirmiliter adalah pertahanan merupakan tugas bersama dalam memberi makna atas gagasan pertahanan dan keamanan rakyat semesta sebagaimana dirintis pada perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945. Pertahanan dan keamanan bukan hanya tugas TNI dan Polri. Di tengah keterbatasan anggaran menggelar pertahanan militer yang memenuhi tolok ukur Kekuatan Pokok Minimal (Minimum Essensial Force), pengembangan pertahanan nirmiliter sebagai bagian perang semesta harus menjadi pemahaman semua warga Indonesia. Pertahanan nirmiliter adalah tuntutan globalisasi di segala bidang kehidupan. Juwono Sudarsono Menteri Pertahanan RI [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
