http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/20/humaniora/2066065.htm
Utamakan Penggunaan Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Luncurkan Kamus Belanda-Indonesia Jakarta, Kompas - Penggunaan bahasa Indonesia yang kian menyempit, terutama pada media luar ruang, telah sampai pada taraf memprihatinkan. Terkait dengan hal itu, Pusat Bahasa menyerukan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di samping tetap memberi ruang kepada bahasa daerah dan bahasa asing. Menurut Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono, tatanan kehidupan baru, globalisasi, dan reformasi telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi itu memungkinkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia, ungkap Dendy Sugono pada pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra 2005, Senin (19/9), di Jakarta. Dendy mengatakan, perubahan perilaku tersebut menunjukkan gejala munculnya penggunaan bahasa asing pada media luar ruang yang tidak pada tempatnya, seperti penggunaan bahasa asing pada papan nama gedung perkantoran, pusat belanja, permukiman, petunjuk lalu lintas dan wisata, serta iklan. Bulan Bahasa dan Sastra 2005 dibuka Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas Mansur Ramly. Kegiatan kali ini menandai 77 tahun bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, juga memperingati 60 tahun bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Pada kesempatan itu diluncurkan Kamus Belanda-Indonesia karangan Susi Moeimam dan Hein Steinhauer, serta sejumlah buku seri acuan dan seri glosarium. Bahasa dan budaya Kamus yang disusun untuk penutur bahasa Indonesia itu diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan KITLV-Jakarta, menyusul kamus serupa untuk penutur bahasa Belanda, Nederlands-Indonesisch Woordenboek, yang diterbitkan tahun lalu di Leiden. Kamus yang memuat hampir 50.000 entri itu merupakan kamus komprehensif pertama sejak tahun 1885. Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Nicolaus van Dam, mengemukakan bahwa kamus itu dapat memberi gambaran tentang bahasa dan budaya kedua bangsa. Kamus ini memungkinkan kedua bangsa berkomunikasi bukan hanya dalam bahasa abad IX, tetapi juga dalam bahasa masa kini, ujarnya. Dalam acara pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra 2005, penyair WS Rendra memukau hadirin, di antaranya mantan Mendikbud Wardiman Djojonegoro dan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman. Rendra membacakan dua sajaknya, Jangan Takut Ibu dan Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon. Pusat Bahasa juga memberi Penghargaan Sastra kepada tiga sastrawan: Acep Zamzam Noor (Jalan Menuju Rumahmu), Radhar Panca Dahana (Cerita-cerita dari Negeri Asap), dan Nenden Lilis A (Ruang Belakang). (LAM) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
