Apakah Poligami adalah Asli Hukum Tuhan? Adakah poligami yang terasa mulia dan luhur kebatin terdalam dari manusia? Siapakah diantara orng tua yang bernaluri ingin anak-anak gadisnya dipoligamikan sejak semula? Agaknya tidak ada, ya?. Tampaknya poligami memang bukan fitrah pernikahan kudus, mulia, saling kasih-setia yang Tuhan desig-kan sejak semula bagi kerinduan naluri kemanusiaan, khususnya bagi pasangan suami-isteri itu sendiri! Tetapi diluar kenalurian, Muhammad memperkenalkan sesuatu yang berbeda:
Mari kita Baca Baca: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki (Sura 4:3). Catatan kaki dari para penafsir Al-Quran untuk ayat diatas tertulis sbb: Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja. Arti dari penafsiran Islamik ini ingin mengatakan bahwa poligami memang adalah hukum Allah sejak dulu, dan karenanya hal itu dijalankan dan terlihat pada kehidupan para nabi terdahulu. Sebegitu tidak-muliakah Allah yang mengizinkan hukum poligami yang bertentangan dengan perasaan batiniah yang terdalam dari kemanusiaan? Masa bodo-kah Allah bahwa nurani setiap wanita yang hening tetap akan merasa poligami sebagai suatu penyelewengan, tidak setia, bahkan kejahatan, apapun yangdidalil-dalikan oleh sarjana Islam yang memanis-maniskan poligami. Apalagi para sarjana ini tidak terbukti ramai-ramai mempromosikan praktek poligami yang diberlakukan bagi anak-anak gadisnya sendiri! Baiklah kita jeli untuk bertanya balik kepada para ulama yang getol poligami. Baiklah kita bertanya dalam dua hal sederhana: 1. Dikatakan poligami sudah ada sejak dulu. Sejak kapankah itu berawal mula? Sejak Adam? Habil dan Qabil? Nuh? Ibrahim? 2. Apakah Adam, Nuh, dan Ibrahim atau Nabi manakah yang pernah mengatakan bahwa Tuhan memerintahkan penginstitusian poligami bagi umat-Nya? Ternyata tak ada ulama Islam yang mampu menjawab kedua pertanyaan seder-hana itu dari sumber Islamnya sendiri, suatu tanda ketekorannya. Dan kalau itu mau dicarikan dari Alkitab, maka TIDAK akan ditemukan ayat suci di seluruh Taurat, Zabur, Injil dan Kitab segala nabi Israel dimana Tuhan ada menurunkan hukum berpoligami! Ingat Adam yang hidup 930 tahun itu tidak tahu menahu tentang hukum poligaminya Tuhan. Yang ia tahu cuma Hawa seoranglah yang ia peroleh dari Tuhan untuk BERSATU dengan isterinya, sehingga KEDUANYA menjadi SATU DAGING (Kejadian 2:24). Jadi bukan ketiganya atau keempatnya, atau kelimanya menjadi satu keranjang daging dalam poligami! Keranjang poligami-nya manusia jelas tidak mungkin menjadi convenient-alternative bagi keluhuran monogami yang Tuhan design-kan bagi manusia. Juga Nabi Nuh yang bergaul erat dengan Tuhanjustru selalu hidup dengan seorang isteri disepanjang umurnya yang hampir satu millennium. Jadi sejak kapan ulama Muslim bisa berkata bahwa poligami dilegalkan oleh Tuhan dari surgaNya? Sesungguhnya, baru sejak Lamekh generasi keenam setelah Adam, dari keturunan Kain (Qabil?) maka sejarah poligami pertama dikenal oleh manusia! Tetapi itu samasekali bukan dilahirkan dari hukum Tuhan, melainkan lahir dari keinginan daging Lamekh semata. Ketika itu, Lamekh hanya mengambil baginya dua orang isteri, bukan tiga atau empat dst.(kej.4:17-19) seperti yang diinstitusikan oleh Muhammad. Bahwa dibelakangan hari ada sejumlah Nabi yang berpoligami, itu mereka lakukan bukan karena ada ayat pembatalan terhadap design dan fitrah hubungan suami-isteri dari Tuhan (yang menjadi dasar hukum bagi hidup Monogami), melainkan karena dosa dan kekerasan hati mereka masing-masing yang dipaksakan oleh nafsu kedagingan sendiri (Matius 19:8). Nabi tetaplah manusia yang lemah dan berdosa. Adam yang hidup ditaman Eden-pun berdosa. Nuh yang bergaul dengan Tuhan-pun pernah bermabok. Abraham dan Yakub pernah berbohong. Musa pernah membunuh dan menghujat. Daud berzina dan membunuh. Solomo (dengan 700 istri dan 300 gundik) pernah menyembah berhala. Semuanya kecuali Yesus seorang ada kekerasan hati, nafsu, kefasikan, dan kedegilan, yang untunglah mereka dipulihkan oleh Tuhan yang tetap setia dari waktu ke waktu. Bahkan Muhammad sendiri pun berlumuran dengan dosa-dosa, yang mana beliau mengakuinya pula (Lihat Sura 2:36; 7:22, 23; 26:82; 28:15, 16; 38:24, 25; 37:142; 40:55; 47:19; 48:1,2 dll). Kita kutib tulisan Ram Kampas sbb. Muhammad sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan kecuali Maryam dan anaknya (Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah dengan lirih: Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali (Shahih Bukhari 1732). Banyak orang Muslim non-Muslimbertanya-tanya, dosa apakah yang telah dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur) Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian bertobat 70 kali, ia tidak tobat-tobatnya juga mengulangi siklus berdosabertobat-berdosa hari kehari? Apakah dia tidak maksum (terjaga dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus berdoa yang itu-itu lagi: Wahai Tuhan! Ampunilah saya! (Bukhari 1573). Suatu guilty feeling yang paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah! Ya, kembali kepada teguran Yesus dalam Matius 19:8: Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Karena ketegaran hati Muhammad maka Jibril harus mengizinkan apa yang dia hasratkan setelah kepergian Khadijah. Padahal, Quran sesungguhnya sejak semula di Mekah (masih ada Khadijah), sudah membentuk dan memfashion pasangan pasangan suami isteri : He made you pairs (Sura 35:11, 75:39), sepasang laki-laki dan perempuan! Tampaknya, hanya setelah kematian Khadija, dank arena kekerasan/ kedegilan hati yang sama, maka Muhammad akhirnya mendapatkan hukum poligami yang baru dari Allah, dan inilah yang diteruskan Muhammad kepada para pengikutnya. Jadi Muslim boleh tahu sekarang bahwa sekalipun praktek poligami telah berjalan sejak Lamekh, namun diseluruh sejarah Tuhan dan kenabian, tidak pernah ada poligami yang diinstitusikan dengan memberikan mandat kepada para lelaki untuk menikahi isteri lebih dari satu! Hanya Muhammad seoranglah yang mulai menginstitusikannya setelah kehilangan Khadijah, lalu mewariskannya kepada semua muslimin. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
