Wah si sakaw gak tahu dijaman kerajaan di Cina yg namanya bini bisa ratusan 
dengan istilah selir.
Jadi bila baca kudu pakai otak jangan pakai peler.
Masih untung Muhhamad memberi batasan dan syarat sulit, lha dilain tempat 
mana ada batasan ?, jangankan di Cina di Europa pun sami mawon.

Dan tolong bila baca umurnya adam jangan percaya begitu saja, waktu itu 1 
tahun nya belum ada 12 bulan, 12 bulan ditambah oleh kaisar Romawi semisal 
Agustus......bacanya mending pakai kalender cina, sudah jelas eksis dan 
dikenal sistim penanggalan sejak kurang lebih 5500 tahun yg lalu, sebelum 
itu penanggalan masih memakai ciri alam doangan, gak kenal istilah tahun, 
tahunya musim doangan dan jangankan jaman adam, ente sendiri bisa jadi tahun 
dan tanggal lahirnya hanya memakai tanda sakaw doangan. :o)

----- Original Message ----- 
From: "SAW" <[email protected]>


Apakah Poligami adalah Asli Hukum Tuhan?

Adakah poligami yang terasa mulia dan luhur kebatin terdalam dari manusia?
Siapakah diantara orng tua yang bernaluri  ingin anak-anak gadisnya
dipoligamikan sejak semula?
Agaknya tidak ada, ya?. Tampaknya poligami memang bukan fitrah pernikahan
kudus,  mulia, saling kasih-setia yang Tuhan desig-kan sejak semula bagi
kerinduan naluri kemanusiaan, khususnya bagi pasangan suami-isteri itu
sendiri!
Tetapi diluar kenalurian, Muhammad memperkenalkan sesuatu yang berbeda:

Mari kita Baca Baca:
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak)
perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian
jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang
saja, atau budak-budak yang kamu miliki" (Sura 4:3).

Catatan kaki dari para penafsir Al-Quran untuk ayat diatas tertulis  sbb:
"Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun
ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi
sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang
saja".

Arti dari penafsiran Islamik ini ingin mengatakan bahwa poligami memang
adalah hukum Allah sejak dulu, dan karenanya hal itu dijalankan dan
terlihat pada kehidupan  para nabi terdahulu. Sebegitu tidak-muliakah Allah
yang mengizinkan hukum poligami yang bertentangan dengan perasaan batiniah
yang terdalam dari kemanusiaan?  Masa bodo-kah Allah bahwa nurani setiap
wanita yang hening tetap akan merasa poligami sebagai suatu penyelewengan,
tidak setia, bahkan kejahatan, apapun yangdidalil-dalikan oleh sarjana
Islam yang memanis-maniskan poligami. Apalagi para sarjana ini tidak
terbukti ramai-ramai mempromosikan praktek poligami yang diberlakukan bagi
anak-anak gadisnya sendiri!

Baiklah kita jeli untuk bertanya balik kepada para ulama yang getol
poligami. Baiklah kita bertanya dalam dua hal sederhana:
1. Dikatakan poligami sudah ada sejak dulu.  Sejak kapankah itu berawal
mula? Sejak Adam? Habil dan Qabil? Nuh? Ibrahim?
2. Apakah Adam, Nuh, dan Ibrahim atau Nabi manakah yang pernah mengatakan
bahwa Tuhan memerintahkan penginstitusian poligami bagi umat-Nya?

Ternyata tak ada ulama Islam yang mampu menjawab kedua pertanyaan
seder-hana itu dari sumber Islamnya sendiri, suatu tanda ketekorannya.  Dan
kalau itu mau dicarikan dari Alkitab, maka TIDAK  akan ditemukan ayat suci
di seluruh Taurat, Zabur, Injil dan Kitab segala nabi Israel dimana Tuhan
ada menurunkan hukum berpoligami!"  Ingat Adam yang hidup 930 tahun itu
tidak tahu menahu tentang hukum poligaminya Tuhan. Yang ia tahu cuma Hawa
seoranglah yang ia peroleh dari Tuhan untuk BERSATU dengan isterinya,
sehingga KEDUANYA menjadi SATU DAGING (Kejadian 2:24).  Jadi bukan
"ketiganya" atau "keempatnya", atau "kelimanya" menjadi satu keranjang
daging dalam poligami! Keranjang poligami-nya manusia jelas tidak mungkin
menjadi "convenient-alternative" bagi keluhuran monogami yang Tuhan
design-kan bagi manusia.

Juga Nabi Nuh -yang bergaul erat dengan Tuhan-justru selalu hidup dengan
seorang isteri disepanjang umurnya yang hampir satu millennium. Jadi sejak
kapan ulama Muslim bisa berkata bahwa poligami dilegalkan oleh Tuhan dari
surgaNya?

Sesungguhnya, baru sejak Lamekh - generasi keenam setelah Adam, dari
keturunan Kain (Qabil?) maka sejarah poligami pertama dikenal oleh manusia!
Tetapi itu samasekali bukan dilahirkan dari hukum Tuhan, melainkan lahir
dari keinginan daging Lamekh semata. Ketika itu, Lamekh hanya mengambil
baginya dua orang isteri, bukan tiga atau  empat dst.(kej.4:17-19) seperti
yang diinstitusikan oleh Muhammad.

Bahwa dibelakangan hari  ada sejumlah Nabi yang berpoligami, itu mereka
lakukan bukan karena ada ayat pembatalan terhadap design dan fitrah
hubungan suami-isteri  dari Tuhan (yang menjadi dasar hukum bagi hidup
Monogami), melainkan karena dosa dan kekerasan hati mereka masing-masing
yang dipaksakan oleh nafsu kedagingan sendiri (Matius 19:8). Nabi tetaplah
manusia yang lemah dan berdosa. Adam yang hidup ditaman Eden-pun berdosa.
Nuh yang bergaul dengan Tuhan-pun pernah bermabok. Abraham dan Yakub pernah
berbohong. Musa pernah membunuh dan menghujat. Daud berzina dan membunuh.
Solomo (dengan 700 istri dan 300 gundik) pernah menyembah berhala.
 Semuanya - kecuali Yesus seorang - ada kekerasan  hati, nafsu, kefasikan,
dan kedegilan, yang untunglah mereka dipulihkan oleh Tuhan yang tetap setia
dari waktu ke waktu. Bahkan Muhammad sendiri pun berlumuran dengan
dosa-dosa, yang mana beliau mengakuinya pula (Lihat Sura 2:36; 7:22, 23;
26:82; 28:15, 16; 38:24, 25; 37:142; 40:55; 47:19; 48:1,2 dll). Kita kutib
tulisan Ram Kampas sbb.

Muhammad sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: "Setiap
anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan. kecuali Maryam dan anaknya"
(Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia orang
berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah dengan lirih:
"Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari
lebih dari 70 kali" (Shahih Bukhari 1732).

Banyak orang -Muslim non-Muslim-bertanya-tanya, dosa apakah yang telah
dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga praktis setiap 15 menit
dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur) Muhammad harus minta ampun dan
bertobat? DAN kenapa sesudah seharian "bertobat 70 kali", ia tidak
tobat-tobatnya juga mengulangi siklus "berdosa-bertobat-berdosa" hari
kehari? Apakah dia tidak maksum (terjaga dalam kekudusan) sehingga harus
jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai kepada detik terakhir hayatnya,
ketika mana ia juga masih harus berdoa yang itu-itu lagi: "Wahai Tuhan!
Ampunilah saya!" (Bukhari 1573). Suatu guilty feeling yang paling tragis
yang pernah dicatat dalam sejarah!

Ya, kembali kepada teguran Yesus dalam Matius 19:8: "Karena ketegaran
hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula
tidaklah demikian". Karena ketegaran hati Muhammad maka "Jibril" harus
mengizinkan apa yang dia hasratkan setelah kepergian Khadijah.

Padahal, Quran sesungguhnya sejak semula di Mekah (masih ada Khadijah),
sudah membentuk dan memfashion pasangan pasangan suami isteri : "He made
you pairs" (Sura 35:11, 75:39), sepasang laki-laki dan perempuan!
 Tampaknya, hanya setelah kematian Khadija, dank arena kekerasan/ kedegilan
hati yang sama, maka Muhammad akhirnya mendapatkan hukum poligami yang baru
"dari Allah", dan inilah yang diteruskan Muhammad kepada para pengikutnya.

Jadi Muslim boleh tahu sekarang bahwa sekalipun praktek poligami telah
berjalan sejak Lamekh, namun diseluruh sejarah Tuhan dan kenabian, tidak
pernah ada poligami yang diinstitusikan dengan memberikan mandat kepada
para lelaki untuk menikahi isteri lebih dari satu! Hanya Muhammad
seoranglah yang mulai menginstitusikannya setelah kehilangan Khadijah,
 lalu mewariskannya kepada semua muslimin.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke