Sayah baca tulisan di bawah ini sampai lupa marlboro putih terus nyala dan abis ...
Love you kang Sur ... :-) --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: > > Iya, kampung petar dulu ditinggalkan banyak member yg bisa berdiskusi dengan > baik dan memiliki faham sepakat utk tidak sepakat. > > Dan si uplik yg adiknya mampus sengsara tidak ada yg ngelayat ngaco nya > sudah diluar batas orang normal, tiap hari sejak 1999 selalu morang maring > kesana sini, dan disana sini pun kena tendang, karena tulisannya tidak ada > yg orisinal semua lebih banyak sampah, bisa dibilang tidak satu kata pun yg > bisa dijadikan contoh anutan, setelah usia tinggal sehari dua penyakit > paranoidnya bertambah parah ketakutan modar tidak ada yg ngelayat, dan malah > hanya si marlene gendut yg kesenangan karena tugas melayani aki aki gila > selesai sudah. > > Abu ireng sebagai cina bangsat juga termasuk manusia laknat, tulisannya > selalu menyerang sedang hidup dan nge loco di bumi Indonesia, benaran > manusia tidak tahu di untung dan sungguh menyebalkan orang tua yg punya anak > model si ireng, pernah jadi tkw malah kena sodok, akibatnya morang maring di > kampung petar sambil cekakak cekikik dengan gobloknya, gak pernah ngeh bahwa > otaknya tidak lebih pintar dari nyamuk, yg ada hanya kebencian dilain sisi > tinggal ditempat yg sama, tidak bisa lagi jadi tki karena badannya sudah > rusak parah kebanyakan kena sodok, sehingga tidak bisa terpakai sebagai > pekerja sedang orang tuanya tidak mampu memasukan ke rumah sakit jiwa maklum > bapak emaknya sudah menganggap si ireng sudah mampus. > > Sunny sebagai loper koran kelas teri juga termasuk anggota rms yg mimpi nya > di awang awang, selain sok tahu menjadi loper koran isinya hanya meneruskan > berita thok, tidak mampu ikut berdiskusi karena memang isi otaknya tidak > memadai utk ikut diskusi, yg dibenaknya hanya rms rms dan rms, gak pernah > mikir bahwa rms di belanda hanya jadi beban yg memalukan. > > Masih mending si Kim Mo Hok biarpun giginya maju masih tetap membela adat > Sunda yg menandakan ke khawatiran budaya Sunda tergerus kemajuan jaman, > dilain sisi ketakutan tsb juga terlalu berlebihan, karena utk merubah suatu > budaya tidak lah bisa terjadi dengan cepat, sedang melalui pemaksaan pun > tidak akan mempan, Sunda yg populasinya sekitar 40 juta an, bukanlah > populasi sedikit yg bisa dirubah seenaknya. > > Aku pernah bertemu teman kampung Petar sepertinya lebih dari 10 orang, > dengan beragam etnis dan agama, semua akur akur saja, dan jujur saja semua > nya juga jadi sebel sama si tua bangkotan jusfiq, si tua bangkotan tidak > sadar bahwa kelakuannya di kampung petar hanya membuat kotak kotak > kebencian, memang sih hal demikian yg dicari oleh si bangkotan gila, tadinya > aku masa bodo dan ternyata sikap masa bodo ku keliru, kekejian si uplik > didalam cara berfikir jauh lebih keji dan kejam dibandingkan oleh para fasis > yg pernah ada, sangat mirip dengan peranan pastur diabad kegelapan, dimana > yg ada di otak bangsatnya ikut aku, tidak ikut berarti musuh. > > Si uplik dengan bangga bisa menulis puluhan mail di kampung petar, tidak > sadar dan tidak ngeh milliser lain bisa melanglang buana dan bertukar > pikiran dengan teman di millis lain, karena fungsi millis adalah mencari > teman, beda sudut pandang dengan si uplik, millis adalah dunia maya yg harus > jadi musuh, siapapun dia adalah musuh. > > Sekarang nongol lagi karesten termasuk Jak Pontana, anak baru gede baru bisa > baca alkitab seuir sudah merasa jadi pendeta, gak ngeh bahwa tulisannya > tidak akan membuat pintar malah akan memperlihatkan kebodohannya sendiri, eh > emang otaknya kopong malah ikut meng amin kan postingan yg menghujat agama > lain, gak ngeh tinggal di Indonesia. > > Pentang bacot seenaknya di dunia maya bukanlah ciri manusia beradab, semakin > goblok menulis semakin terbaca kebiadaban pola pikir dan kegoblokannya, > saranku buat si jak pontana lebih baik baca file petar dulu, berapa banyak > karesten sialan keluar dari kampung petar, semua disebabkan karena sudah > merasa ( bukannya mikir ) menjadi ahli Alkitab. > > SAW hanyalah manusia tidak berahklak, bisa jadi kehidupan sehari hari di isi > oleh irihati yg tidak bisa dipenuhi sehingga menganggap dengan menulis ayat > ayat Al Quran bisa menjelaskan bahwa Al Quran keliru, dan lupa bahwa dirinya > adalah mahluk tak bermoral sok tahu, apakah seorang Gus Dur pun bodoh karena > menganut Islam ?, belum lagi ditarik ke Wali Songo, apakah para wali yg > sebagian besar orang cina juga goblok karena melakukan syiar Islam di pulau > Jawa ( ingat yg melakukan syiar Islam bukan berarti 9 orang, masih ratusan > lainnya, dan karena yg menonjol 9 makanya biasa disebut 9 wali ), apakah > bangga dengan bisa menulis sepotong demi sepotong ayat Alquran sedang > seseorang sepuh Muslim utk bisa sampai memahami Alquran butuh waktu puluhan > tahun. > > Rahwana adalah manusia tengil yg juga numpang hidup di Indonesia, bila > banyak pengungsi dari negara timur tengah ke negara kafir di ledek, lha kamu > koq mau tinggal di negara yg Muslimnya mayoritas ?, mengapa tidak ngungsi ke > negara kafir lainnya ?. > > Nyak Mus sebagai janda tak bersuami ( bila melihat accountnya dipakai > bersama, mohon maaf jangan jangan ber poliandri ), kadang menulis dengan isi > yg bisa membuat kening ber kerut yg menandakan isi tulisannya patut di > renungkan, banyak kala tulisannya tidak berurutan tahunnya, sehingga jangan > kaget bila menulis sejarah tidak bisa membedakan lagi era Soeharto dan > Soekarno, apalagi sejarah sebelumnya dan sejarah dunia, dan minimal > tulisannya masih ada isinya biarpun isinya tidak jelas. > > So Uplik yg ketakutan modar dan gak ada yg ngelayat kecuali si marlene yg > kesenangan karena uplik modar masih bisa membantah tulisan diatas ?, jujur > saja aku tidak pernah yakin, karena otak dan titit plus lobang pantat sudah > menyatu. > > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> > > > > Jangan berharap terlalu besar di kampung letar sekarang > yang lagi dibanjiri transmigran frustasi. > > Kedatangan mereka tentu saja disambut biang-biang frustasi > di sini yang sudah belasan tahun bagai air di daun talas, > nggak bisa baur dengan yang lain tapi pongah luarbiasa. > Maka, sempurnalah polusi kepongahan yang serba tolol di > seantero kampung ini. > > Tak ada lagi tukar-menukar info maupun berbagi pengetahuan > secara bebas & cerdas, sebab freedom of speech dipahami > para tolol itu sebagai freedom of spit. Merasa speak the > unspeakable padahal cuma say nothing, at all. > > Salah? Ya enggak. Mereka kan cuma menumpahkan frustasi pribadi > dan paranoidnya dengan cara FPI. Takut dirinya tergoda, maka > rumah makan & tempat hiburan mereka tutup paksa; takut > keyakinannya goyah, maka yang tidak sependapat dengannya langsung > dipertontonkan tarian anjing gila. Tanpa kenal lelah apalagi malu. > > Senjakala kampung letar? > > Boleh jadi. > > > --- Musik hari Ini <musikhariini@> wrote: > > > Betul itu saya baru engeh....... > > mungkin terlalu meremehkan hal2 itu > > doeloe saya tebak Ledzep itu terpengaruh Oleh Carmen Maria callas > > kalau tidak salah pernah jadi bini dari onassis > > > > ternyata Umi kalsum itu olah vocal nya kelas Dinosaurus. > > > > Trims.... > > Nb:rupanya di Prol kalau kita cermat ada juga yang baru > >      yang tak pernah kita tahu sebelum nya. > > > > > > Umm Kulthum has been a significant influence on a number of > > musicians, both in the Arab World and beyond. Among others, Jah > > Wobble has claimed her as a significant influence on his work. Bob > > Dylan has been quoted as saying, "She's great. She really is. > > Really great."[5][6] Maria Callas, Jean-Paul Sartre, Marie > > Laforêt, Salvador DalÃ, Nico, Bono, Farin Urlaub, and Led > > Zeppelin[7] are also known to be admirers of Kulthum's music. > > [citation needed] Youssou N'Dour, a fan of hers since childhood, > > recorded his 2004 album Egypt with an Egyptian orchestra in homage > > to her legacy.[8] One of her best-known songs, "Enta Omri", has > > been the basis of many reinterpretations, including one 2005 > > collaborative project involving Israeli and Egyptian artists. > > She was referred to as the Lady by Charles de Gaulle and is > > regarded as the Incomparable Voice by Maria Callas. Umm Kulthum is > > remembered in Egypt, the Middle East, and the Arab world as one of > > the greatest singers and musicians to have ever lived. It is > > difficult to accurately measure her vocal range at its peak, as > > most of her songs were recorded live, and she was careful not to > > strain her voice due to the extended length of her songs. Even > > today, she has retained a near-mythical status among young > > Egyptians. She is also notably popular in Israel among Jews (of > > Mizrahi/Arab background) and Arabs alike, and her records continue > > to sell about a million copies a year. In 2001, the Egyptian > > government opened the Kawkab al-Sharq (Star of the East) Museum in > > the singer's memory. Housed in a pavilion on the grounds of Cairo's > > Manesterly Palace, the collection includes a range of Umm Kulthum's > > personal possessions, including her trademark sunglasses > > and scarves, along with photographs, recordings, and other archival > > material.[9] > > > > > > > > From: ajeg <ajegilelu@> > > > > > :) > > > > > > Bukan rahasia lagi, itu lantaran bapak percy > > > berguru cengkok bluessy kepada umi kalsum. > > > > > > http://www.youtube.com/watch?v=z5Eo1zFVuWA > > > > > > and your city will fall > > > and your corn won't grow > > > to the silence from the temple > > > hear the truth explode > > > it is written in the dust > > > it is whispered in the wind > > > from the wisdom of the fathers > > > where the word begins > > > > > > --- Musik hari Ini <musikhariini@> wrote: > > > > > > > Kerjasama yang akur & damai antara Iran sebagai negeri > > > > Syiah terbesar dan Indonesia sebagai negeri Sunni terbesar > > > > tentu berpotensi besar pula untuk menentramkan dunia Islam. > > > > ==================== > > > > Akur...padahal ledzep udah ngomong dari doeloe > > > > nengok kebarat tiap hari 5x. > > > > > > > > There's a feeling I get when I look to the west, > > > > And my spirit is crying for leaving. > > > > In my thoughts I have seen rings of smoke through the trees, > > > > And the voices of those who stand looking. > > > > Ooh, it makes me wonder, > > > > Ooh, it really makes me wonder. > > > > > > > > > > > > From: ajeg <ajegilelu@> > > > > > > > > > Pemerintah RI (siapapun presidennya) harus serius > > > > > menanggapi uluran kerjasama Syiah-Sunni dari pemerintah > > > > > Iran. > > > > > > > > > > Bagaimanapun, komunitas Sunni di Iran lebih kurang > > > > > menghadapi problema serupa dengan saudaranya kaum Syiah > > > > > di Indonesia. > > > > > > > > > > Kerjasama yang akur & damai antara Iran sebagai negeri > > > > > Syiah terbesar dan Indonesia sebagai negeri Sunni terbesar > > > > > tentu berpotensi besar pula untuk menentramkan dunia Islam. > > > > > > > > > > Ini akan menjadi sumbangsih Indonesia dalam ikut > > > > > melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, > > > > > perdamaian, dan keadilan sosial, sesuai amanat > > > > > Mukadimah UUD'45. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
