Tidak ada orang islam.
Islam di belakang kata orang, hanya menjadikan kata islam tidak lebih sebagai 
satu diantara sekian banyak bagian dari orang itu.

tidak ada "sekolah islam". karena kata islam setelah sekolah, hanya akan 
menjadikan "islam" sebagai bagian dari banyak bagian - bagian lain semisal 
"sekolah kristen" , "sekolah Hindu", "Sekolah Umum"

tidak ada pemisahan antara "negara" dan "agama" karena kata "islam" setelah 
kata "agama" (baca : Agama Islam) jelas bukan islam dalam arti islam. Islam 
setelah kata "agama" hanya menjadikan islam sebagai salah satu KOTAK diantara 
sekian banyak kotak : "Agama Kristen...." "Agama Hindu..." "Agama ..."

Lebih konyol lagi jika setelah di kotak kan dalam frame "agama Islam", kemudian 
DIPECAH LAGI menjadi Agama Islam Syiah, Agama Islam Sunni, Agama Islam Kejawen 
.." ...

Belum selesai. Lebih dan lebih konyol lagi ketika kembali DIPECAH lagi menjadi 
"Agama Islam Sunni NU", "Agama Islam Sunni Anu",...

Belum selesai ... lebih..lebih...dan lebih konyol lagi ketika Dipecah lagi 
...dipecah lagi ..dipecah lagi...dipecah lagi...dan lagi ... = Menjadi agama 
islam kotak-kotak.

Tidak ada orang Islam ...
Yang ada itu adalah sifat sifat ke islam an pada diri seseorang ...
Sidik ...
Amanah...
Fathonah...
Tabligh ...

SIAPAPUN orang yang JUJUR, apapun agamanya, itulah sifat Islam.
Manusia ber KTP Islam yang menduduki posisi anggota MPR RI dan sibuk korupsi, 
dia bukan orang Islam meskipun ber KTP Islam. Dalam pandangan Islam, mereka itu 
adalah Musrik. Sebenar-benarnya musrik. Di satu sisi mengaku Tuhan itu ada, dan 
dalam saat bersamaan menafikan keberadaan Tuhan seolah Tuhan buta pada saat 
mereka korupsi. Ateis yang sebenar benarnya ateis. Lebih ateis dari rajanya 
ateis. Mengaku tuhan itu ada, tapi di cuek in dengan merasa aman ber korupsi 
ria.

SIAPAPUN yang dapat memegang amanah, apapun agamanya, itulah sifat Islami. 
Pemimpin yang mengaku ber KTP kristen, namun jujur dan amanah, jauh lebih 
islami dibanding pemimpin yang MENGAKU beragama Islam namun memakan uang 
anggaran, tidak amanah, korupsi untuk biaya kawin dengan daun muda, ber kolusi 
memotong jatah rakyat, makan beras pakir miskin, menggerogoti asset negara.

Thomas Alfa Edison, memiliki sifat sifat ISLAMI dengan memberi terang bagi 
dunia di sepanjang masa, bermanfaat bagi manusia sedunia ...

Siapa yang layak masuk surga ?

Alfa Edison yang "menciptakan" terang dunia ...

Atau ...

Manusia berjubah putih, berteriak "allahu akbar", membakar warung remang, 
memukul wanita lemah ... dan pada saat bersamaan ... makan, minum, dari harta 
anak yatim ?

Siapa yang LEBIH ISLAMI ?

Bunda Theresa yang mengabdikan dirinya bagi masyarakat miskin ...

Atau ...

Ustad komersil yang jumpalitan di depan layar kaca, sibuk berbicara tentang 
tuhan, hidup dari amplop, berlaku seperti selebritis dan pamer kemesraan dengan 
wanita cantik YANG BUKAN ISTRINYA di depan banyak orang dengan background 
gelimang kemewahan ?

Islami ...
Tidak harus berlabel Islam.



--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>
> 
> 
> Omongan seperti omongan Pinpin inilah yang diamini oleh orang Nasrani 
> Indonesai yang dungu-dungu kayak babi itu...
> 
> Mereka tidak sadar bahwa saat negara yang manoritas penduduknya penganut 
> agama Islam maka TIDAK BISA tidak negara itu akan meluangkan jalan bagi orang 
> Islam untuk memperlakukan kafir sebagai dhimmi, artinya diperlakukan sebagai 
> manusia kelas dua yanag boleh ditindas, diinjak-injak, diperas ..
> 
> Dan itulah yang terjadi di Indonesia sekarang.
> 
> Semenara itu orang Islam itu sendiri juga akan saling berbunuhan...
> 
> Jalan keluar, dan ini hambat oleh orang Islam, adalah pemisahan urusan agama 
> dari urusan negara: sekularisme.
> 
> 
> --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> wrote:
> >
> > dan . . . if . . . masih ada manusia yang mengaku muslim dan berkeinginan 
> > mendirikan negara islam si indonesia, maka . . . manusia itu pasti tidak 
> > mengerti apa itu islam.
> > 
> > insoneaia bukan daarul islam.
> > indoneaia adalah negara kesepakatan.
> > 
> > percis seperti masa hudaibiah.
> > 
> > --- In [email protected], Musik hari Ini <musikhariini@> wrote:
> > >
> > >   1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
> > > 
> > >   2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
> > >   3. Persatuan Indonesia.
> > >   4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam 
> > > permusyawaratan/perwakilan.
> > >   5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke