Si uplik sok tahu mengenai Indonesia, tanpa bukti menulis ada dhimi, tanpa bukti diperas, siapa yg meras aku ?, siapa yg bayar dhimi ?, aku gak mengerti dhimi aku bayar nya pajak ke negara sama halnya dengan masyarakat di luar Indonesia.
Dan berapa banyak cina kaya bila di persentasikan sesuai dengan perbandingan antara cina dan non cina. ahh sayang otaknya uplik tidak punya dan tidak memiliki kejujuran sehingga tidak mau tahu dengan data yg ada. Uplik kehabisan bahan, bisa nya melakukan fitnah dan koar koar gak karuan untuk sesuatu yg tidak pernah diketahui, dibenaknya penuh dengan kedengkian dan kedendaman yg mendalam hanya gara gara adiknya mampus tidak ada yg melayat dan ketakutan modar tidak ada yg melayat yg ada hanya si marlene gendut kesenangan karena si upliknya modar. Ayo uplik fitnah apa lagi yg bisa kamu tulis ?.......sudah bau bangkai masih juga main fitnah, dasar muka badak tidak tahu malu, sudah hidup numpang di negeri orang, ingin balik kena tendang pemerintah Indonesia, sampai sampai pernah ngumpet ngumpet masuk Indonesia dan tetap saja ketangkap basah dan akhirnya di deportasi, padahal datang ingin dapat gelar setan merajalela. Plik uplikkkk tanpa gelar pun anda sudah jadi setan koq, kenapa morang maring gak ada bosannya ?, apa gak punya kerjaan lain lagi ?. Kasihan nian hidup anda yg otaknya penuh dengan kedengkian dan irihati. Ke psikiaterlah secepatnya. ----- Original Message ----- From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]> > Tidak ada orang islam. > Islam di belakang kata orang, hanya menjadikan kata islam tidak lebih > sebagai satu diantara sekian banyak bagian dari orang itu. > > tidak ada "sekolah islam". karena kata islam setelah sekolah, hanya akan > menjadikan "islam" sebagai bagian dari banyak bagian - bagian lain semisal > "sekolah kristen" , "sekolah Hindu", "Sekolah Umum" > > tidak ada pemisahan antara "negara" dan "agama" karena kata "islam" > setelah kata "agama" (baca : Agama Islam) jelas bukan islam dalam arti > islam. Islam setelah kata "agama" hanya menjadikan islam sebagai salah > satu KOTAK diantara sekian banyak kotak : "Agama Kristen...." "Agama > Hindu..." "Agama ..." > > Lebih konyol lagi jika setelah di kotak kan dalam frame "agama Islam", > kemudian DIPECAH LAGI menjadi Agama Islam Syiah, Agama Islam Sunni, Agama > Islam Kejawen .." ... > > Belum selesai. Lebih dan lebih konyol lagi ketika kembali DIPECAH lagi > menjadi "Agama Islam Sunni NU", "Agama Islam Sunni Anu",... > > Belum selesai ... lebih..lebih...dan lebih konyol lagi ketika Dipecah lagi > ...dipecah lagi ..dipecah lagi...dipecah lagi...dan lagi ... = Menjadi > agama islam kotak-kotak. > > Tidak ada orang Islam ... > Yang ada itu adalah sifat sifat ke islam an pada diri seseorang ... > Sidik ... > Amanah... > Fathonah... > Tabligh ... > > SIAPAPUN orang yang JUJUR, apapun agamanya, itulah sifat Islam. > Manusia ber KTP Islam yang menduduki posisi anggota MPR RI dan sibuk > korupsi, dia bukan orang Islam meskipun ber KTP Islam. Dalam pandangan > Islam, mereka itu adalah Musrik. Sebenar-benarnya musrik. Di satu sisi > mengaku Tuhan itu ada, dan dalam saat bersamaan menafikan keberadaan Tuhan > seolah Tuhan buta pada saat mereka korupsi. Ateis yang sebenar benarnya > ateis. Lebih ateis dari rajanya ateis. Mengaku tuhan itu ada, tapi di cuek > in dengan merasa aman ber korupsi ria. > > SIAPAPUN yang dapat memegang amanah, apapun agamanya, itulah sifat Islami. > Pemimpin yang mengaku ber KTP kristen, namun jujur dan amanah, jauh lebih > islami dibanding pemimpin yang MENGAKU beragama Islam namun memakan uang > anggaran, tidak amanah, korupsi untuk biaya kawin dengan daun muda, ber > kolusi memotong jatah rakyat, makan beras pakir miskin, menggerogoti asset > negara. > > Thomas Alfa Edison, memiliki sifat sifat ISLAMI dengan memberi terang bagi > dunia di sepanjang masa, bermanfaat bagi manusia sedunia ... > > Siapa yang layak masuk surga ? > > Alfa Edison yang "menciptakan" terang dunia ... > > Atau ... > > Manusia berjubah putih, berteriak "allahu akbar", membakar warung remang, > memukul wanita lemah ... dan pada saat bersamaan ... makan, minum, dari > harta anak yatim ? > > Siapa yang LEBIH ISLAMI ? > > Bunda Theresa yang mengabdikan dirinya bagi masyarakat miskin ... > > Atau ... > > Ustad komersil yang jumpalitan di depan layar kaca, sibuk berbicara > tentang tuhan, hidup dari amplop, berlaku seperti selebritis dan pamer > kemesraan dengan wanita cantik YANG BUKAN ISTRINYA di depan banyak orang > dengan background gelimang kemewahan ? > > Islami ... > Tidak harus berlabel Islam. > > > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> > wrote: >> >> >> >> Omongan seperti omongan Pinpin inilah yang diamini oleh orang Nasrani >> Indonesai yang dungu-dungu kayak babi itu... >> >> Mereka tidak sadar bahwa saat negara yang manoritas penduduknya penganut >> agama Islam maka TIDAK BISA tidak negara itu akan meluangkan jalan bagi >> orang Islam untuk memperlakukan kafir sebagai dhimmi, artinya >> diperlakukan sebagai manusia kelas dua yanag boleh ditindas, >> diinjak-injak, diperas .. >> >> Dan itulah yang terjadi di Indonesia sekarang. >> >> Semenara itu orang Islam itu sendiri juga akan saling berbunuhan... >> >> Jalan keluar, dan ini hambat oleh orang Islam, adalah pemisahan urusan >> agama dari urusan negara: sekularisme. >> ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
