Beberapa contoh.. http://www.fica.org/persecution/FinTurmoil/IUpdt6_96_1_98.html
--- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote: > > Si uplik sok tahu mengenai Indonesia, tanpa bukti menulis ada dhimi, tanpa > bukti diperas, siapa yg meras aku ?, siapa yg bayar dhimi ?, aku gak > mengerti dhimi aku bayar nya pajak ke negara sama halnya dengan masyarakat > di luar Indonesia. > > Dan berapa banyak cina kaya bila di persentasikan sesuai dengan perbandingan > antara cina dan non cina. ahh sayang otaknya uplik tidak punya dan tidak > memiliki kejujuran sehingga tidak mau tahu dengan data yg ada. > > Uplik kehabisan bahan, bisa nya melakukan fitnah dan koar koar gak karuan > untuk sesuatu yg tidak pernah diketahui, dibenaknya penuh dengan kedengkian > dan kedendaman yg mendalam hanya gara gara adiknya mampus tidak ada yg > melayat dan ketakutan modar tidak ada yg melayat yg ada hanya si marlene > gendut kesenangan karena si upliknya modar. > > Ayo uplik fitnah apa lagi yg bisa kamu tulis ?.......sudah bau bangkai masih > juga main fitnah, dasar muka badak tidak tahu malu, sudah hidup numpang di > negeri orang, ingin balik kena tendang pemerintah Indonesia, sampai sampai > pernah ngumpet ngumpet masuk Indonesia dan tetap saja ketangkap basah dan > akhirnya di deportasi, padahal datang ingin dapat gelar setan merajalela. > > Plik uplikkkk tanpa gelar pun anda sudah jadi setan koq, kenapa morang > maring gak ada bosannya ?, apa gak punya kerjaan lain lagi ?. > > Kasihan nian hidup anda yg otaknya penuh dengan kedengkian dan irihati. > > Ke psikiaterlah secepatnya. > ----- Original Message ----- > From: "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> > > > Tidak ada orang islam. > > Islam di belakang kata orang, hanya menjadikan kata islam tidak lebih > > sebagai satu diantara sekian banyak bagian dari orang itu. > > > > tidak ada "sekolah islam". karena kata islam setelah sekolah, hanya akan > > menjadikan "islam" sebagai bagian dari banyak bagian - bagian lain semisal > > "sekolah kristen" , "sekolah Hindu", "Sekolah Umum" > > > > tidak ada pemisahan antara "negara" dan "agama" karena kata "islam" > > setelah kata "agama" (baca : Agama Islam) jelas bukan islam dalam arti > > islam. Islam setelah kata "agama" hanya menjadikan islam sebagai salah > > satu KOTAK diantara sekian banyak kotak : "Agama Kristen...." "Agama > > Hindu..." "Agama ..." > > > > Lebih konyol lagi jika setelah di kotak kan dalam frame "agama Islam", > > kemudian DIPECAH LAGI menjadi Agama Islam Syiah, Agama Islam Sunni, Agama > > Islam Kejawen .." ... > > > > Belum selesai. Lebih dan lebih konyol lagi ketika kembali DIPECAH lagi > > menjadi "Agama Islam Sunni NU", "Agama Islam Sunni Anu",... > > > > Belum selesai ... lebih..lebih...dan lebih konyol lagi ketika Dipecah lagi > > ...dipecah lagi ..dipecah lagi...dipecah lagi...dan lagi ... = Menjadi > > agama islam kotak-kotak. > > > > Tidak ada orang Islam ... > > Yang ada itu adalah sifat sifat ke islam an pada diri seseorang ... > > Sidik ... > > Amanah... > > Fathonah... > > Tabligh ... > > > > SIAPAPUN orang yang JUJUR, apapun agamanya, itulah sifat Islam. > > Manusia ber KTP Islam yang menduduki posisi anggota MPR RI dan sibuk > > korupsi, dia bukan orang Islam meskipun ber KTP Islam. Dalam pandangan > > Islam, mereka itu adalah Musrik. Sebenar-benarnya musrik. Di satu sisi > > mengaku Tuhan itu ada, dan dalam saat bersamaan menafikan keberadaan Tuhan > > seolah Tuhan buta pada saat mereka korupsi. Ateis yang sebenar benarnya > > ateis. Lebih ateis dari rajanya ateis. Mengaku tuhan itu ada, tapi di cuek > > in dengan merasa aman ber korupsi ria. > > > > SIAPAPUN yang dapat memegang amanah, apapun agamanya, itulah sifat Islami. > > Pemimpin yang mengaku ber KTP kristen, namun jujur dan amanah, jauh lebih > > islami dibanding pemimpin yang MENGAKU beragama Islam namun memakan uang > > anggaran, tidak amanah, korupsi untuk biaya kawin dengan daun muda, ber > > kolusi memotong jatah rakyat, makan beras pakir miskin, menggerogoti asset > > negara. > > > > Thomas Alfa Edison, memiliki sifat sifat ISLAMI dengan memberi terang bagi > > dunia di sepanjang masa, bermanfaat bagi manusia sedunia ... > > > > Siapa yang layak masuk surga ? > > > > Alfa Edison yang "menciptakan" terang dunia ... > > > > Atau ... > > > > Manusia berjubah putih, berteriak "allahu akbar", membakar warung remang, > > memukul wanita lemah ... dan pada saat bersamaan ... makan, minum, dari > > harta anak yatim ? > > > > Siapa yang LEBIH ISLAMI ? > > > > Bunda Theresa yang mengabdikan dirinya bagi masyarakat miskin ... > > > > Atau ... > > > > Ustad komersil yang jumpalitan di depan layar kaca, sibuk berbicara > > tentang tuhan, hidup dari amplop, berlaku seperti selebritis dan pamer > > kemesraan dengan wanita cantik YANG BUKAN ISTRINYA di depan banyak orang > > dengan background gelimang kemewahan ? > > > > Islami ... > > Tidak harus berlabel Islam. > > > > > > > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> > > wrote: > >> > >> > >> > >> Omongan seperti omongan Pinpin inilah yang diamini oleh orang Nasrani > >> Indonesai yang dungu-dungu kayak babi itu... > >> > >> Mereka tidak sadar bahwa saat negara yang manoritas penduduknya penganut > >> agama Islam maka TIDAK BISA tidak negara itu akan meluangkan jalan bagi > >> orang Islam untuk memperlakukan kafir sebagai dhimmi, artinya > >> diperlakukan sebagai manusia kelas dua yanag boleh ditindas, > >> diinjak-injak, diperas .. > >> > >> Dan itulah yang terjadi di Indonesia sekarang. > >> > >> Semenara itu orang Islam itu sendiri juga akan saling berbunuhan... > >> > >> Jalan keluar, dan ini hambat oleh orang Islam, adalah pemisahan urusan > >> agama dari urusan negara: sekularisme. > >> > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
