Kamu harus pergi ke Myanmar bawa bom seperti anjuran Islam 2012/9/4 Dimas H. Pamungkas <[email protected]>
> ** > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: "M. Danil Daud" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Tue, 4 Sep 2012 09:12:04 > To: Koran Digital<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [Koran-Digital] Para Biksu Protes Keberadaan Rohingya di > Myanmar > > Lah gimana ini? Sdh beberapa generasi tinggal di Myanmar kok tdk diakui? > > Salam > MDD I AR84 > > -----Original Message----- > From: Koran Digital <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Tue, 04 Sep 2012 16:05:48 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [Koran-Digital] Para Biksu Protes Keberadaan Rohingya di Myanmar > > Selasa, 04/09/2012 13:51 WIB > Para Biksu Protes Keberadaan Rohingya di Myanmar > Rita Uli Hutapea - detikNews > > Yangon, Para biksu di Myanmar turut menyuarakan protes mereka terhadap > keberadaan muslim Rohingya di negeri itu. Mereka mendukung gagasan > Presiden Myanmar Thein Sein untuk mengirimkan kelompok minoritas > Rohingya ke negara lain. > > Ratusan biksu menggelar aksi demo di Mandalay, kota terbesar kedua di > Myanmar untuk mendukung pengusiran Rohingya. Demikian seperti > diberitakan AFP, Selasa (4/9/2012). > > Aksi yang dimulai sejak Minggu, 2 September ini merupakan indikasi > terbaru akan sentimen mendalam terhadap Rohingya menyusul kekerasan > sektarian antara Rohingya dan warga Buddha di Rakhine pada Juni lalu. > Rangkaian kekerasan itu, menurut data pemerintah Myanmar, menewaskan > setidaknya 83 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat > tinggal. > > Dalam aksi demonya, para biksu membawa banner bertuliskan "Selamatkan > ibu pertiwi Myanmar dengan mendukung presiden". > > Pemimpin demo, seorang biksu bernama Wirathu, mengatakan pada AFP, bahwa > aksi protes itu dilakukan "agar dunia tahu bahwa Rohingya sama sekali > bukan termasuk kelompok etnis Myanmar". > > Wirathu dipenjara pada tahun 2003 silam karena mendistribusikan > literatur antimuslim. Pria itu divonis penjara 25 tahun namun dibebaskan > pada Januari tahun ini karena mendapatkan amnesti. > > Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap Rohingya sebagai salah > satu minoritas paling teraniaya di dunia. Kaum Rohingya selama ini > ditolak hak kewarganegaraannya oleh pemerintah Myanmar meski banyak > keluarga mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi. > > Presiden Myanmar Thein Sein belum lama ini, mengusulkan untuk > mengirimkan warga Rohingya ke negara ketiga atau kamp-kamp yang dikelola > PBB. Usulan ini langsung ditolak badan urusan pengungsi PBB, UNHCR. > > Selama ini pemerintah dan publik Myanmar menganggap Rohingya sebagai > migran ilegal dari Bangladesh. Sementara Bangladesh juga menolak > Rohingya sehingga menjadikan mereka tak berkewarganegaraan. > > PBB memperkirakan, sekitar 800 ribu orang Rohingya tinggal di Myanmar. > Presiden Thein Sein telah menegaskan bahwa konflik di Rakhine merupakan > urusan dalam negeri Myanmar dan tidak memerlukan campur tangan > internasional. > > > http://news.detik.com/read/2012/09/04/135122/2007587/1148/para-biksu-protes-keberadaan-rohingya-di-myanmar?n990102mainnews > > -- > "One Touch In BOX" > > To post : [email protected] > Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com > > "Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius > Syrus > > Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun > - Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu > - Hindari ONE-LINER > - POTONG EKOR EMAIL > - DILARANG SARA > - Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau > Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. > -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---------------------------------------------------------- > > Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi > perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan. -- > Otto Von Bismarck. > "Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di > belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib. > > -- > "One Touch In BOX" > > To post : [email protected] > Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com > > "Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius > Syrus > > Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun > - Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu > - Hindari ONE-LINER > - POTONG EKOR EMAIL > - DILARANG SARA > - Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau > Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. > -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---------------------------------------------------------- > > Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi > perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan. -- > Otto Von Bismarck. > "Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di > belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib. > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
