Sebuah pidato yang sangat luar biasa datang dari seorang intelek agama yang dipilih oleh sang presiden sebagai mentri agama indonesia yang seharusnya dapat mengatur toleransi yang sebenarnya, apakah bapak Suryadharma buta akan kenyataan atau pura-pura buta akan kenyataan. Berbagai kasus penutupan gereja yang belum selesai dan tuntas di negri ini, dan kasus kekerasan atas nama preman agama. Nasib para jemaat GKI-Yasmin dan HKBP philadelphia yang belum tuntas. belum lagi Kasus baru GBKP yang sudah ada izin gereja malah mau di minta dicopot oleh FPI, dan Kasus sampang dimana kaum syiah islam dianiyaya. dan berbagai kasus tidak adanya toleransi agama di Indonesia. Disamping kenyataan berikut ternyata mentri agama kita malah membutakan kejadian tersebut dan dengan bangganya bapak Suryadharma Ali mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan yang terbaik di dunia dan tidak satu pun negara yang bisa menyamainya.
Di Indonesia itu mayoritas muslim, tetapi melindungi minoritas, kata Suryadharma Ali pada pembukaan Workshop Regional tentang Kerukunan Umat beragama di salah satu di Palu, Jumat malam. Workshop tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) se Sulawesi. Toleransi yang dimaksudkan oleh bapak mentri agama adalah ternyata hari raya yang dirayakan. sungguh pintar sekali mentri agama indonesia ini. bapak mentri ini mengatkan bahwa hanya di Indonesia dimana jikalau pada hari raya idul fitri yang non muslim juga ikutan libur. dan jika ada hari raya libur natal yang muslim juga ikutan libur. ternyata pengertian toleransi agama dalam benak mentri kita adalah hari libur keagamaan. setahu saya di Amerika jikalau rakyat Amerika merayakan perayaan hari keagamaan seluruh rakyat amerika libur pak. dan bapak mentri juga membanggakan bahwa presiden RI selalu ikut merayakan perayaan agama selain islam. Setahu saya nih pak presiden obama melakukan buka puasa bersama di White House dan perdana mentri inggris bahkan mengundang para muslim untuk sholat berjamaah di gedung parlemen mereka dan bahkan perdana mentri israel selalu ikut andil dalam perayaan hari raya agama selain yahudi. menurut saya mentri agama indonesia kita ini perlu diberikan pelajaran PPKn tentang toleransi beragama. Karena taraf ilmu pengetahuannya soal toleransi hanya sebatas hari libur dan kewajiban presiden. Sudah kewajiban presiden untuk mengayomi bangsa dan negri tanpa membedakan setiap ras,suku dan agama. Presiden RI ikut andil dalam perayaan agama bukan sebagai tolak ukur toleransi keagamaan di negri ini. Dan seorang mentri adalah alat pemerintahan untuk membantu setiap kinerja presiden dalam visi dan misinya. bagaimana negri ini mau aman, wong mentri kita berpikiran bahwa toleransi itu adalah hari libur umat beragama. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
