Mus, saya tarik tulisan mu ke sini dari thread sebelah.. >Hindu juga penciptanya satu.. >Nasrani juga satu.. >Islam juga satu..
nah ini saja yg dipakai sebagai rujukan.. "bahwa Dia adalah si pencipta.." dan si Dia adalah "Satu ".. Dia adalah tanpa wujud materi.. jadi.. Dia.. ada.. kalau penyempurnaan yg Dia lakukan, tidak membawa perbaikan bagi kehidupan umatnya.. maka ini adalah kegagalan umat tsb dalam menangkap inti sarinya.. coba lihat kondisi bumi.. makin hari, kerusakan ada dimana mana.. ini bukti bahwa manusia gagal, menangkap inti sari " agama.. " tidak semua.. nun disana.. para ilmuwan yg melakukan reseach terus menerus.. para actor green peace.. back to green.. para penyebar ilmu pengetahuan.. para negarawan.. para idealis.. saat ini kalah kuantitas.. this is our world.. sepanjang masa.. adalah medan pertempuran antara 2 nafsu.. keburukan dan kebaikan.. --- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Untuk mencegah kehujanan sediakanlah payung, tapi setelah bawa2 payung > ternyata tidak hujan. Demikianlah falsafahnya, kita membawa payung agar > mencegah tidak basah kehujanan tapi kalopun tidak hujan tentunya tidak rugi > karena mem-bawa2 payung. > > Tapi umat beragama baik Islam, Nasrani dan Yahudi selalu menciptakan > falsafah2 baru yang se-olah2 benar, tapi ternyata salah. Mereka menganggap > bahwa untuk menjamin masuk kesorga, percayalah Tuhan, karena kalopun nantinya > tidak ada Tuhan pun enggak mengapa tidak jadi rugi sekedar percaya Tuhan, > tapi kalo ternyata ada Tuhan, maka untungnya bejibun dan yang tidak percaya > ruginya juga bejibun. Yang percaya masuk ke sorga dan yang tidak percaya > masuk ke neraka. > > Disini ada kesalahan berpikir, mereka menganggap kalo Tuhan itu enggak ada > tidak ada ruginya, tapi kalo Tuhan itu ada lebih banyak untungnya. > > Kesalahannya begini, kalo Tuhan itu ada dianggap lebih banyak untungnya dan > yang dimaksudkan untung itu adalah masuk kesorga, padahal belum tentu biarpun > ada Tuhan mereka yang percaya belum tentu masuk kesorga dan mereka yang tidak > percaya juga belum tentu masuk ke neraka. > > Kesalahan yang paling fatal adalah bahwa Tuhan itu banyak perintah2 yang > wajib dilaksanakan sewaktu si orang tsb masih hidup. Kalo perintah2nya cuma > mandi pagi dan mandi sore, itu gampang bisa dilaksanakan, atau perintah2nya > enggak boleh ngopi pagi2 hanya boleh sore aja... inipun perintahnya masih > boleh2 juga. > > Yang paling brutal justru perintah2 Tuhan itu adalah penggal penyembah > berhala, hancurkan patung2 berhala, rajam wanita pezinah, beristeri > se-banyak2nya, penggal dari belakang musuh2 Islam, bakar rumah umat yang > bukan Islam, jarah umat sesama Islam sesudah difitnah murtad.... dan lain > sebagainya bahkan ada perintah2 yang lebih biadab dan mengerikan daripada > itu, misalnya wanita yang tidak menutupi kepala hingga keujung kaki halal > diperkosa, betul2 biadab perintah2 ajaran Allah ini. > > Jadi dengan kebiadaban perintah2 Allah seperti ini, kita manusia cenderung > tidak menyukainya, cenderung menolaknya. Oleh karena itu adanya Allah > merupakan resiko tinggi, sama tinggi resikonya menuduh seseorang sebagai > pencuri tanpa bukti2 sehingga si yang dituduh digebukin dan belakangan baru > tahu dia difitnah, dia bukan maling dan maling yang sebenarnya justru yang > menduduh korban ini sebagai maling. Yang begini harus disesalkan. > > Oleh karena itulah, orang2 Barat yang berpengalaman akhirnya menciptakan > falsafah atau protokol hukum yang harus ditegakkan selama menjalankan hukum2 > itu sendiri, dan protokolernya begini: > > Selama BELUM ADA BUKTI seseorang itu mencuri, maka dia HARUS DIANGGAP BUKAN > PENCURI !!! > Selama BELUM ADA BUKTI ADANYA TUHAN, maka dia HARUS DIANGGAP TIDAK ADA !!! > > Jadi falsafah atau protokoler hukum diatas ini betul2 sangat bagus karena > melindung semua orang dari tindakan2 anarkis, karena kalo ada yang fanatik > tetap melakukan tindakan anarkis, maka sudah ada tindakan protokoler baku > kepada pelanggaran hukum itu sendiri sehingga bisa ditindak secepatnya tidak > seperti mereka pelaku2 anarkis terhadap umat Ahmadiah dan Syiah yang justru > dilindungi dan bebas dari tuntutan dikarenakan dianggap membela agamanya dari > penistaan. > > Dengan anggapan sementara "Tuhan tidak ada" sampai ada bukti2nya, maka > perintah2nya yang biadab itupun tidak boleh dilaksanakan sehingga umat > Ahmadiah terhindar dari penjarahan, umat Syiah terhindar dari pembantaian, > dan amoy2 Cina juga terhindar dari pemerkosaan massal. > > Begitulah semua yang saya terangkan disini adalah protokoler hukumnya, jadi > kalo secara pribadi anda tetap mau percaya Tuhan ataupun Allah, selama tidak > melaksanakan kewajiban2 dan perintah2nya yang merugikan orang lain, tentu > tidak bisa dilarang, yang dilarang secara hukum hanyalah kewajiban dan > perintah2nya saja dikarenakan merugikan orang lain padahal terbukti Tuhan dan > Allahnya itu pun tidak pernah ada. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
