siapapun yang nulis di milis artinya terbuka untuk dikomentari. dan ini komentar saya : ada manusia manusia super dungi di kampung petar yang doyan banget nulis issue2 global hanya agar kelihatan cerdas.
sekali dungu, tetap saja dungu. --- In [email protected], "################" <tamanbaru03@...> wrote: > > Pertarungan pemilihan presiden Amerika Serkat bukan antara Presiden Barack > Obama dengan Mitt Romney, dan bukan pertarungan antara Partai Republik dan > Demokrat. > > Tetapi, ini pertarungan antara siapa yang lebih menunjukkan kesetiaannya > terhadap Zionis-Israel. Antara partai yang lebih membela kepentingan > keamanan Zionis-Israel. Maka, sekarang ini sejatinya pertarungan diantara > para "pion" Zionis-Israel. > > Para tokoh Zionis-Israel akan melihat tokoh dan partai mana yang lebih > menampakkan kesetiaan mereka terhadap rezim Zionis-Israel. Inilah yang akan > menjadi ukuran kepada siapa dukungan akan diberikan oleh kekuatan > Zionis-Israel. > > Ada parameter yang sangat jelas, terutama bagi seorang kandidat atau partai > politik, yang menginginkan dukungan dari komunitas Yahudi dan Jaringan > Zionis-Israel. Kekuatan Zionis-Israel tetap menjadi faktor yang determinan > (penting) dalam menentukan kemenangan bagi seorang kandidat presiden. > > Kampanye hanya menjadi perlomban atau ajang penampilan tokoh yang akan > mengekspresikan (menampakkan) pandangan dan sikapnya, terhadap sejumnlah > isu politik, khususnya yang akan terkait dengan kepentingan Zionsis-Israel. > > Isu politik yang disampaikan para tokoh dari Partai Republik dan Demokrat, > serta komitmen mereka akan sangat penting, kepada siapa dijatuhkan pilihan > dukungan para tokoh Zionis itu. > > Para konglomerat (billionair) Yahudi di Amerka Serkat, jumlahnya hanya 1 > persen, tetapi mereka menguasai seluruh sektor, terutama sektor ekonomi, > perbankan, bursa saham, media, kampus, dan sekarang merambah ke > pemerintahan, kongres, dan senat. Semuanya dibawah kendali jaringan > Zionis-Israel. Karena itu, denyut di Gedung Putih, hanyalah merefleksikan > kepentingan rezim di Tel Aviv, yang disuarakan oleh Benyamin Netanyahu > semata. > > Ada masalah yang sangat mendasar dalam kampanye pemilihan presiden Amerika > Serikat saat ini. Di mana, kali ini Presiden Barack Obama melakukan > intervensi terhadap Komite Nasional Partai Demokrat, dan mengubah agenda > dan isu kampanyenya dengan memasukkan masalah Jerusalem sebagai ibukota > Israel, dan bersifat final (abadi). Tidak akan bisa diubah dan > dinegosiasikan lagi. > > Keputusan Obama dan menjadikan masalah status Jerusalem sebagai ibukota > Israel yang bersifat final, pasti akan mempunyai implikasi dalam setiap > pembicaraan perdamaian Timur Tengah. > > Mustahil akan melakukan pembicaraan damai, bila Amerika Serikat sudah > meletakkan status Jerusalem sebagai ibukota Zionis-Israel, dan bersifat > final. Karena, hakekatnya Jerusalem adalah wilayah Arab Palestina, yang > dianeksasi (dicaplok) Zionis-Israel sejak perang tahun l967. > > Posisi Mitt Romney lebih dahulu dengan sangat keras, bukan hanya > berkomitmen menjadikan Jerusalem menjadi ibukota abadi Zionis-Israel, > tetapi Mitt Romney, tidak akan pernah memberikan peluang sedikitpun bagi > lahirnya negara Palestina. > > Romney akan bertindak lebih keras lagi terhadap kekuatan perlawanan di > Palestina, yang menginginkan kemerdekaan tanah air mereka. Hamas adalah > musuh yang jelas-jelas harus diperangi, bukan kekuatan perlawanan yang > memperjuangkan kemerdekaan, tetapi kelompok teroris yang harus dibasmi > sampai ke akar-akarnya. > > Romney juga berjanji akan meningkatkan bantjuan militernya kepada > Zionis-Israel, sebagai bentuk komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan > negara Zionis itu. > > Lalu, apa yang membedakan antara Barack Obama dengan Mitt Romney? Antara > Demokrat dengan Republik? Nothing. Tidak ada. > > Ketika Republik di bawah George Bush Senior dan Bush Junior. Keduanya > menghancurkan leburkan negara-negara Islam, seperti Irak, Kuwait, > Afghanistan, dan Palestina. Negeri-negeri itu luluh-lantak. Bekeping. > Jutaan orang menjadi pengungsi. Jutaan lainnya tewas. Kemudian, > dilanjutkan dengan perang melawan terorisme global. Sampai hari ini belum > usai. > > Ketika Barack Obama masuk ke Gedung Putih, kenyataannya tak ada perubahan > apapun atas kebijakan luar negerinya. Obama terus menguras anggarannya > memerangi terosisme di seluruh kawasan dunia Islam. Tanpa henti. Dengan > menggunakan kekuatan militernya. > > Usamah bin Laden, Anwar al-Aulaqi, dan sejumlah tokoh gerakan jihad, tewas > oleh pesawat tanpa awak (drone), yang dikendalkan oleh CIA. Menghancurkan > semua jaringan dan kekuatan Islam, yang ingin menegakkan nilai-nilai Islam, > yang mereka yakini. > > Perang yang dilancarkan oleh Amerika tidak pernah usai. Karena, hakikatnya > Amerika Serikat, siapapun yang menjadi pemimpin di negeri itu, hanyalah > menjalankan skenario Zionis-Israel. Mitt Romney dan Obama hanyalah menjadi > "pion" Zionis-Israel. > > Dengan menjadikan Jerusalem sebagai platform kampanye mereka, Barack Obama > dan Mitt Romney, secara sadar-sesadarnya tidak pernah menginginkan > perdamaian di Timur Tengah. Menjadikan Jerusalem sebagai ibukota > Zionis-Israel oleh Partai Republik dan Demokrat, sama halnya dengan > mengabadikan konflik di Timur Tengah. > > Memang, konflik di Timur Tengah tidak akan pernah berakhir, bersamaan > dengan sikap Partai Republik dan Demokrat, antara Mitt Romney dan Barack > Obama yang menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Zionis-Israel. > > Keputusan itu menjadikan konflik Arab-Israel menjadi abadi. Sampai > orang-orang Mukmin dapat mengalahkan Zionis-Israel. Maka segala perundingan > dan negosiasi dengan Israel hanyalah sia-sia belaka. Wallahu'alam. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
