Ada tiga hal yang menyebabkan pemilihan Gubernur di Kalimantan Barat yang 
beragama Islam semuanya kalah dan yang menang adalah Gubernur Kristen.

1. Islam melarang muslimin menjabat menjadi Gubernur, jabatan Gubernur 
diharamkan dalam Islam.
2. Islam menghalalkan jabatan Amir bukan jabatan Gubernur.  Jabatan Amir itu 
ditunjuk caliph bukan dipilih rakyat seperti Gubernur.
3, Tidak ada Amir yang beragama Kristen, Hindu atau Buddha, sebaliknya, tidak 
ada Gubernur beragama Islam.

Jadi dalam Syariah Islam tidak pernah ada jabatan structural "Gubernur" karena 
yang sederajat dengan jabatan tsb disebut "Amir".  Bedanya, Amir diangkat dan 
ditunjuk oleh Caliph, sedangkan Gubernur dipilih masyarakat sehngga tidak 
pernah ada Gubernur beragama Islam, semua Gubernur adalah kafir atau murtad.

Jadi wajar ya, kalo muslimin tidak bisa dan diharamkan menjabat Gubernur, 
karena Gubernur dipilih oleh masyarakat jelata, dan masyarakat jelata hanya 
memilih Gubernur yang bisa menjanjikan hura2 dan porno, maka itu jabatan 
Gubernur diharamkan dalam Islam.

Sebaliknya, jabatan Amir itu ditunjuk dan diangkat oleh Caliph, sehingga tidak 
mungkin ada Amir beragama Kristen, dan Caliph itu ditunjuk dan diangkat Allah 
sehingga secara langsung Amir juga diangkat oleh wakil2 Allah atau utusan Allah.

Yang paling fatal dan paling diharamkan dalam pemilihan Gubernur itu, masing2 
kontestan harus bersaing men-jelek2an satu sama lainnya agar bisa terpilih jadi 
Gubernur, padahal dalam Islam sesama Islam dilarang saling men-jelek2an, sesama 
Islam wajib saling menutupi ke-jelekan2 sesamanya.

Jadi kalo ada Gubernur mengaku Islam, mereka itu orang2 murtad, bukan muslimin, 
karena dalam pemilihan Gubernur semua yang dilarang Islam dilakukannya, 
misalnya, untuk bisa jadi Gubernur biasa sogok menyogok main duit, kadang2 
disogok pelacur, disogok dengan meminjamkan isterinya dlsb.  Jangan lupa, dalam 
pemilihan Gubernur dihalalkan menipu kotak suara, nenambah mengurangi jumlah 
suara  dll.

Sebaliknya, jabatan Amir itu bersih, suci, tidak main sogok, tidak main 
perempuan, tidak menipu kotak suara karena memang tidak pake kotak.

> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Islam jelas mayoritasnya masih tapi
> saat ini kondisinya amat melenceng
> dari jaman Rasul dulu yg tdk cinta
> dunia.Kalau wong2 sekarang do cinta
> dunia akirnya calon Gubernur yg
> Islam ada 3 ekor,akibat suarane wong
> Islam terpecah 3 ini maka akan kalah
> dg yg dari Kristen yg hanya satu
> calon.Makane nanti keadaan akan
> berubah drastis kalau sudah muncul
> Pemimpin Islam yg kuat setidaknya
> dibawah dikit dibanding Nabi yaitu
> Imam Mahdi,nah itu baru Islam akan
> jaya.

Kamu harusnya renungi tulisanku yang begitu banyaknya kata2 mutiara, begitu 
banyaknya contoh2 emas, tapi masih aja arogan, masih sombong, padal orang2 Cina 
yang jauh lebih maju pun, percaya akan pepatah, diatas langit ada langit lagi.  
Yang artinya, biarpun Allah kuat dan kuasa, ada yang lebih kuat dan lebih 
berkuasa dari Allah.  Itulah sebabnya muslimin selalu gagal karena tidak paham 
atau buta tentang kekuatan sehebat ini.

Dulu, nabi sendiri cinta dunia, rajin merampoki barang2 orang Yahudi.  Tapi ini 
wajar, kita dilahirkan dunia tentunya harus mencintai dunia, diberi makan oleh 
dunia juga harus mencintai dunia, diberi kerjaan didunia pun harus mencintai 
dunia, karena kalo membenci dunia artinya mati kita semua.  Dunia itu bukan 
musuh maka kita harus mencintainya bukan mengkhianatinya, bahkan Allah juga 
mencintai dunia ini, makanya dikatakan dalam alQuran bahwa dunia beserta isinya 
milik Allah.

Jadi bukanlah Gubernur Islam itu terpecah suaranya jadi tiga, tapi memang Islam 
itu ada 3 macam dalam kasus ini, Islam Ahmadiah, Islam PKS, dan Islam 
Muhammadiah.  Jadi meskipun namanya sama2 Islam tapi boleh dikatakan ada tiga 
agama ditambah Kristen jadi ada empat calon Gubernur dengan 4 macam agama yang 
bertanding disini.

Makanya, baca dong judulnya baik2 kemudian renungkan dengan adil, jujur, dan 
ikhlas.  Bahwa Gubernur propinsi itu bukanlah caliphah untuk membangun dan 
memajukan cuma umatnya saja, sebaliknya Gubernur itu bertanggung jawab 
memajukan keseluruhan rakyatnya tanpa boleh mem-beda2kan agamanya.  Kalo mau 
bawa2 Syariah jangan dinamakan Gubernur, tapi namakanlah "Amir", dan dalam 
Islam untuk jadi Amir tidak boleh pemilihan bukan pilkada, tapi ditunjuk dan 
diangkat oleh caliph.  Jadi enggak mungkin bisa terpilih Amir yang beragama 
Kristen, atau Amir yang beragama Hindu, atau Amir yang beragama Buddha.

Jadi jelas artinya, jangan mencatut nama Islam dalam pemilihan Gubernur karena 
jabatan Gubernur itu bukan structural Syariah Islam.  Jadi dalam pemilihan 
Gubernur dibolehkan agama apapun malah kalo konsekuen anda kepada Islam 
seharusnya semua orang Islam, semua muslimin dilarang menjabat gubernur karena 
tidak ada jabatan itu dalam structural Syariah !!!

Gagal berargumentasi, kamu cari2 kambing hitam, ngancem2 bilang akan turun 
terorist bernama "Imam Mahdi".  Jelas ya, dunia tidak percaya jadi juga tidak 
mungkin takut sama setan Imam Mahdi begini.

Tapi mau percayapun boleh2 saja, karena sebagian Islam yaitu Islam Ahmadiah 
semuanya percaya bahwa Imam Mahdi sudah turun.  Jadi umat Imam Mahdi pun 
dianiaya umat Islam, kalopun nanti dikemudian hari ada Imam Mahdi versi yang 
anda percaya, sama aja akan dianiaya oleh umat Ahmadiah karena katanya Imam 
Mahdi sudah turun.  Jadi enggak ada artinya khan kalo jadi pemimpin anak 
buahnya enggak tunduk.  Imam Mahdi dari aliran Ahmadiah anda tolak, lalu mana 
mungkin nanti kalo ada Imam Mahdi aliran anda enggak ditolak oleh aliran 
Ahmadiah dan aliran Syiah.

Singkatnya enggak mungkin angan2 itu bisa jadi kenyataan, karena kalo pun imam 
mahdi turun kemudian dikeroyok dibacok dll, mana bisa jadi caliphah, itu jadi 
daging cincang namanya.

Sudahlah, aku sesama Islam mengingatkan ikhwan dari kesesatan dan kesalahan2 
berpikir, dan sebagai sesama muslimin kita wajib saling mengingatkan karena 
akidah anda itu salah dan sesat.  Sekali lagi jangan arogan, jangan dholim, dan 
jangan menghina.

Allahuakbar !!!  Amir maha besar !!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke